
Ana pun begitu terkejut dengan kehadiran Sean disini, salah satu alasan ia pindah ke Meksiko untuk menghindari pria bernama Sean ini. Bagi Ana Sean begitu baik dan perhatian kepadanya, namun Ana merasa malu saat Sean mengetahui jika dirinya sudah kehilangan semua kekayaan akibat kesalahan ayahnya. "Aku mencarimu ke seluruh dunia, akhirnya aku menemukanmu disini Ana!" Ucap Sean langsung memeluk Ana.
"Kenapa kau harus mencariku?" Tanya Ana sambil berusaha untuk melepaskan pelukan Sean dari tubuhnya. Sean yang merasa jika Ana risih pun langsung melepaskan pelukannya itu.
"Kau tidak usah berpura-pura tidak tahu Ana," jawab Sean sambil tertawa kecil, dalam keadaan seperti ini pun sifat humoris pria itu masih saja terlihat.
Ana pun ikut tertawa kecil saat mendengar ucapan Sean, Ana jadi teringat saat ia kuliah dulu pria bernama Sean ini tidak pernah berhenti untuk mengejarnya. Bahkan pria ini selalu memberikan setangkai bunga kepada Anastasia. Walaupun Ana tak menyelesaikan kuliahnya, rupanya Sean masih terus mencari dan mengingat Ana.
Setelah berbincang cukup lama di pinggir jalan, akhirnya Ana dan Sean memutuskan untuk pergi bersama ke sebuah cafe yang direkomendasikan oleh Sean. Karena Ana selama ia hidup di Meksiko ia tidak pernah pergi ke tempat-tempat seperti itu. Waktunya habis ia gunakan untuk bekerja.
__ADS_1
***
Nick terlihat seperti sangat kesal, ia memukul meja dengan sangat keras. Sesekali ia kembali untuk memeriksa ponselnya, namun masih saja tidak ada jawaban dari seberang sana. Ia bangkit dari duduknya dan mulai berjalan mondar-mandir tidak jelas.
Nick membuka ponselnya kembali untuk menghubungi Ana, sudah lebih dari 10 kali ia menghubungi wanita itu namun tidak ada satu pun panggilannya yang dijawab oleh Ana.
Nick langsung menghubungi salah seorang anak buahnya untuk mencari tahu keberadaan Ana. Sebenarnya ia takut dan juga khawatir, ia takut jika Ana memilih kabur dari mansion itu dan ia juga khawatir jika sesuatu hal terjadi ke wanita itu.
"Kumohon jangan membuatku khawatir Ana!" Lirih Nick sambil menatap layar laptop dihadapannya.
__ADS_1
***
Ana sudah kembali ke mansion mewah Nick, ia segera membersihkan diri karena ia merasa penampilannya sudah sangat tidak karuan. Ia pun bergegas ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya.
Ana merasa jika tubuhnya sudah kembali segar, ia pun mengambil segelas air putih dan duduk di balkon dari kamarnya. Ia pun mulai membuka ponselnya dan ia sangat terkejut begitu banyak panggilan tidak terjawab dari Nick, karena tadi ia mematikan ponselnya saat asyik berbicara dengan Sean.
Perasaan takut pun kini kembali hadir pada Ana, ia takut jika Nick akan salah paham kepada dirinya. Ia mencoba untuk menghubungi Nick kembali namun tidak ada jawaban sama sekali dari pria itu, Ana sangat yakin jika Nick kini tengah marah dan kesal kepadanya.
Ana pun mencoba untuk mengirimkan beberapa pesan singkat kepada Nick, namun tetap saja usahanya itu tidak membuahkan hasil. Nick tetap seperti enggan untuk menjawab pesan dari Ana. Ana kini mulai tidak tenang, apa yang harus dilakukannya sekarang? Ana sangat takut jika Nick akan kembali berbuat kasar padanya.
__ADS_1
"Aku takut jika kau kembali kasar Nick! Maafkan aku tidak bermaksud untuk tidak menjawab panggilan mu," lirih Ana sambil membaringkan tubuhnya diatas kasur.