
Ana masih saja sibuk dengan lamunannya, hingga tatapannya kini beralih ke seorang pria bertubuh kekar yang tidak tahu sejak kapan ia berdiri disitu. Ana langsung terkejut saat melihat Nick yang kini mulai mendekatinya, Ana langsung menunduk dan tidak berani untuk menatap Nick. "S..selamat pagi sir," sapa Ana dengan sangat gugup.
"Pagi. Ana ada yang ingin aku bicarakan dengan mu," ucap Nick sambil melangkah menuju sofa dan diikuti oleh Anastasia.
Tatapan tajam Nick membuat Ana semakin merasa takut, ditambah lagi Ana mendengar bahwa Nick ingin berbicara serius kepadanya. Entah apa yang kini harus ia lakukan, bahkan hanya untuk menatap wajah pria yang berada dihadapannya itu Ana sudah tidak sanggup, apalagi jika harus berbicara panjang dengan pria itu.
"Aku ingin kau tinggal bersamaku Ana," ucap Nick menatap Ana dengan sangat serius.
"Maksudmu apa? Aku sungguh tidak mengerti," jawab Ana.
__ADS_1
"Tidak usah pura-pura tidak mengerti maksudku. Aku ingin kau tinggal bersamaku di mansion milikku," ucap Nick membuat Ana terkejut mendengarnya. Raut wajah pria itu pun terlihat memohon pada Ana.
Rencana apalagi yang dibuat oleh pria ini hingga ia meminta agar Ana bisa tinggal bersamanya di mansion miliknya? Ana semakin dibuat bingung dengan apa yang dimaksud Nick. "Maaf Nick aku tidak bisa, aku tinggal di tempat tinggal ku sendiri saja," jawab Ana dengan pelan, ia memberanikan diri untuk menolak permintaan dari Nick.
"Kau berani menolak atas perintahku?" Tanya Nick. "Aku hanya ingin bersikap tanggung jawab padamu Ana, kau menginginkan Nick yang dulu bukan?"
Nick kini tersenyum saat melihat Ana menunduk dan ketakutan atas ancaman yang dilontarkan oleh Nick. Ana mengangguk dengan sangat ragu, ia hanya mengharapkan jika Nick tidak akan menyakitinya lagi setelah Ana menuruti permintaannya untuk tinggal di mansion mewah milik Nick.
***
__ADS_1
Ana berjalan mengikuti Nick dari belakang, pancaran mata Ana terlihat sangat kagum dengan mansion yang dimiliki oleh mantan kekasihnya itu. Ana kembali teringat jika ia lah yang dulu hidup di mansion mewah seperti ini dengan harta yang begitu melimpah. Ana tersenyum ketir saat mengingat masa kaya dulu.
Mansion mewah ini dihiasi dengan emas di setiap sudutnya, menambah kemewahan dan kesan mahal pada mansion ini. Belum lagi dengan hiasan-hiasan mahal yang terpajang di setiap sudut mansion Nick ini. Untuk mendapatkan ini semua Nick membutuhkan waktu yang cukup lama dengan perjuangan yang sangat luar biasa.
Ana terdiam saat Nick menghentikan langkahnya dan membalikan badannya untuk menghadap Ana, Ana tidak berani menatap wajah pria itu. Entah apa yang kini telah direncanakan oleh Nick sehingga pria itu meminta Ana untuk tinggal bersamanya di mansion mewah ini. Apakah Nick akan menyombongkan hartanya pada Ana? Itulah yang terlintas dipikiran Ana saat ini.
"Apa kau teringat bahwa dulu kau pernah kaya? Dan dengan senang keluargamu menghina orang yang berada dibawah level kalian?" Sindir Nick yang kini mulai terdengar lagi setelah sekian lama.
Ana hanya terdiam saat mendengar sindiran tajam dari Nick, ia mengakui pada dirinya jika ia merindukan hidupnya saat ia bergelimang harta dulu. Tapi pantaskah Nick untuk selalu menghinanya disaat pria itu sudah bergelimang harta dan kemewahan? Apakah Nick lupa jika Ana sama sekali tidak pernah menghina Nick saat Ana kaya dulu. Mengapa Ana merasa jika takdir tidak adil untuknya?
__ADS_1