
Saat dirasa susah cukup untuk menangis, Anastasia berniat untuk menghampiri manajernya dan meminta untuk berhenti bekerja di hotel ini. Ia sudah sangat tidak kuat dengan semua yang dilakukan oleh Nick kepadanya. Tanpa menunggu lama lagi, ia pun langsung berjalan dan menguatkan hatinya jika keputusan yang dia buat hari ini sudah sangat benar.
Sesampainya di ruangan manajer, Ana mulai memikirkan bagaimana cara mengutarakan semua keinginannya, dia harus menjelaskan jika Ana tidak merasa cocok dengan pekerjaan ini. Bagaimana pun, Ana harus resign, ini sudah menjadi keputusan terbaik yang dia ambil demi kenyamanan hidupnya, karena jika ia masih bekerja di hotel ini ia akan semakin merasa tersiksa dengan kehadiran Nick. Ia berencana untuk mencari pekerjaan ditempat yang sangat jauh agar tidak dapat ditemui oleh pria yang bernama Nicholas itu.
"Selamat sore Sir," ucap Anastasia menghampiri Marcelino.
"Ada apa Ana? Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya pria itu dengan sangat ramah.
"A-aku minta maaf sebelumnya, sepertinya aku ingin mengajukan resign dari hotel ini," ucap Ana dengan sangat ragu.
__ADS_1
"Tidak bisa Ana! Kau sudah kami kontrak selama 2 tahun dan jika kau tetap ingin resign dari hotel ini kau harus membayar denda. Itu aturan yang sudah ditentukan oleh pihak hotel ini!" ucap Marcelino yang tiba-tiba saja meninggikan suaranya, dia tampak terkejut dengan keputusan yang diambil oleh Ana.
Mendengar kata denda langsung membuat Ana terdiam, mendapatkan gaji saja belum dan bagaimana bisa dia membayar denda? Mau tak mau Ana hanya bisa mengangguk pasrah, Marcelino pasti sudah mendapatkan perintah dari Nick untuk mempertahankan kan Ana agar bisa di hina sesuka hati oleh Nick.
Dengan harapan yang sudah hancur, Ana keluar dari dalam ruangan. Langkah Ana terasa semakin berat, ia tidak bisa berhenti bekerja dari hotel ini. Ana sangat yakin jika ini semua adalah permainan yang sudah Nick rencanakan. Nick dengan sengaja memindahkan dari tempat kerja sebelumnya dan sekarang saat Ana meminta untuk resign manajer menolak tanpa bertanya apa sebab Ana mengundurkan diri dari hotel tersebut.
***
Nick kini menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuk yang terasa nyaman. Kini ia mulai membuka ponsel miliknya, entah apa yang ia cari didalam ponselnya itu. "Ana kau memanglah wanita yang sangat cantik. Dan aku sangat mencintaimu dulu, tapi kini semuanya sudah pudar, aku sangat membencimu dan apa aku bisa menghancurkan mi?" gumam Nick pelan.
__ADS_1
"Kau tidak bisa lepas dariku, kau akan menjadi milikku selamanya!"
***
Waktu yang sangat dinantikan Ana akhirnya tiba, Ana kini sudah bersiap dengan baju gantinya. Ia menghela nafasnya dengan sangat kasar saat menyimpan seragam kerjanya. Ia merasa bahwa semakin hari perasaan dan mentalnya kini terasa sangat hancur. Hatinya bagaikan remuk saat ia dipertemukan kembali dengan pria yang pernah hadir di masa lalunya.
Anastasia menghentikan langkahnya saat Marcelino sang manajer datang menghampirinya, ia mencoba untuk terlihat tersenyum dihadapan manajernya itu sambil bertanya-tanya kesialan apalagi yang akan dia dapatkan hari ini. "Ana, ini kunci untuk tempat tinggal barumu, kau pernah bilang jika jarak tempat tinggal mu sangat jauh dari hotel ini bukan? terimalah, aku berikan ini untukmu agar kau tinggal didekat sini. Akan ku kirimkan alamatnya nanti," ucap pria itu memberikan sebuah kunci dan pergi meninggalkan Ana yang terdiam kebingungan. Apa lagi yang sedang direncanakan oleh Nick?
Ana merasa bebannya semakin bertambah, ia harus tinggal ditempat yang tidak jauh dari tempatnya bekerja. Ana berpikir bahwa semakin mudah untuk Nick menghancurkan hidupnya. Anastasia kembali ingin menangis sambil memandangi sebuah kunci yang diterimanya. "Tolong kuatkan aku Tuhan," lirih Ana.
__ADS_1