Forever Mine

Forever Mine
Bab 14


__ADS_3

Keesokan harinya Ana dan Ellys pun sudah menempati rumah baru mereka, Ana telah meminta izin terlebih dahulu pada Marcelino jika hari dia tidak akan bisa masuk karena sedikit apapun barang yang dia punya tetap saja Ana harus merapikan dan menata semuanya dengan rapi. Ana tidak ingin hanya Ellys yang membereskan rumah, dia ingin membantu sang ibu dan untungnya Marcelino mengerti dan memberikan Ana izin. Di satu sisi, Ana pun ingin mengistirahatkan pikirannya sejenak dari Nick, ia tidak ingin bertemu dengan Nick untuk hari ini.


Ana mencoba membaringkan tubuhnya disebuah ranjang yang terasa sangat empuk, ia pun tampak bingung karena tempat tinggal barunya ini sudah dilengkapi dengan perabotan yang dibutuhkan olehnya. Mulai dari sofa, lemari, kasur, televisi, lemari es dan masih banyak lagi kebutuhan lainnya yang tersedia.


Tak ingin berputar pada kebingungan yang ada, Ana pun memilih untuk mencoba memejamkan matanya agar ia bisa terlelap sejenak dan berharap ketika ia bangun tubuhnya akan merasa lebih segar dari sebelumnya. Namun ternyata niatnya untuk terlelap tidak dapat ia lakukan, saat ia memejamkan matanya ia melihat ada Nick dihadapannya. Ana langsung membuka matanya kembali dengan cepat, entah mengapa ia merasa takut walaupun Nick hanya hadir lewat bayangannya saja.

__ADS_1


***


Sementara dilain tempat, Nick hari ini tidak melihat kehadiran Anastasia sama sekali. Ia seperti bertanya-tanya kemanakah wanita itu? apakah dia baik-baik saja atau dengan sengaja wanita itu menjauh darinya? Hatinya dibuat semakin kesal, ia ingin segera bertemu dengan Ana dan memberinya sebuah hukuman. Entah setan apa yang merasukinya, Nick merasakan dirinya selalu ingin bertemu dengan wanita itu, memberikan perkataan pedas yang akan selalu diingat olehnya.


Suara bel dari luar kamar berhasil mengalihkan perhatiannya, Nick langsung bangkit dan melihat siapa yang berada di depan kamarnya. Ternyata itu bukan Anastasia, melainkan pramusaji lain yang membawa sebuah makan siang untuk dirinya. Nick pun membiarkan pramusaji itu masuk ke dalam dan menghubungi Marcelino untuk mengecek keberadaan Ana, dia harap tidak ada berita tentang Ana yang memaksakan diri untuk resign.

__ADS_1


***


Beberapa hari kemudian, Nick kini sudah berada di Paris. Maksud kedatangannya ke Paris karena ada suatu pekerjaan penting yang harus ia tangani secara langsung. Nick berjalan dengan pelahan menggunakan kaca mata hitam sehingga membuat banyak wanita di sana yang terlihat seperti kagum dengan ketampanan yang dimiliki oleh Nick. Sesekali Nick membuka kaca mata hitam itu dan memberikan kedipan mata ringan pada wanita-wanita yang melihatnya dengan tatapan kagum. Ia merasa senang saat melihat wanita-wanita itu seperti salah tingkah dengan apa yang dilakukan olehnya.


Langkahnya terhenti saat ia melihat sebuah perhiasan kalung yang terpajang dengan sangat cantik dan indah. Nick langsung teringat akan Ana saat melihat kalung itu, entah apa tujuannya hingga ia sangat menginginkan membeli kalung itu dan memberikannya pada Anastasia.

__ADS_1


Senyum Nick semakin mengembang saat melihat sebuah kalung yang dihiasi dengan permata yang sangat indah yang kini sudah menjadi miliknya. Ia langsung membeli kalung itu saat ia merasa cocok. Nick sudah sangat tidak sabar untuk kembali ke Meksiko dan memberikan kalung itu kepada Anastasia. Nick sangat penasaran dengan reaksi yang akan diberikan oleh wanita itu saat melihat ia membelikan kalung untuk nya.


__ADS_2