
Keesokan harinya...
Ana sudah bersiap dengan seragam kerjanya, ia mencoba untuk menguatkan hati jika nanti ia harus bertemu kembali dengan Nicholas. Ana mencepol rambut panjang nya itu dengan sangat rapih, memoleskan sedikit make up agar tidak terlihat pucat. Ana tersenyum melihat dirinya di sebuah cermin yang besar, sebenarnya ia ragu untuk pergi bekerja karena takut jika pria yang bernama Nicholas itu akan melakukan hal jahat kepada dirinya. Namun jika ia tidak bekerja bagaimana ia menghidupi dirinya dan juga ibunya yang sedang sakit.
Dengan berat hati ia pun segera beranjak dan pergi ke hotel tempat ia bekerja, ia berjalan sambil memandangi suasana kota yang pagi ini sangat ramai. Banyak orang yang sedang terburu-buru untuk berangkat bekerja. Anastasia melupakan sejenak beban hidupnya yang kini terasa sangat berat, ia menikmati pemandangan langit dipagi hari ini yang terlihat sangat indah. Sama seperti hidupnya dulu, hidupnya terasa sangat indah saat ia masih mempunyai segalanya, namun kini segala kekayaan yang ia punya harus musnah karena ulah ayahnya yang begitu menggilai harta, sehingga jatuh miskin karena memiliki hutang yang begitu banyak.
__ADS_1
Langkah demi langkah akhirnya ia pun tiba di sebuah hotel besar yang menjadi tempat kerjanya selama ia memilih pergi ke Meksiko, langkahnya terasa sangat berat saat ia akan memasuki pintu utama hotel tersebut. Ana hanya tersenyum tipis saat karyawan lain menyapanya. Berbeda dengan hari-hari sebelum ia bertemu dengan Nicholas, dulu ia begitu semangat saat akan memulai bekerja, namun kini rasa semangatnya seketika bagaikan hilang ditelan bumi. Andai saja waktu dapat diputar kembali, Anastasia akan memilih untuk tidak bertemu kembali dengan Nicholas.
Kini Anastasia memulai pekerjaan nya dengan pandangan yang terlihat sangat kosong, ia seperti kehilangan arah, kehilangan semangat dalam hidupnya. Terkadang ia juga terlihat seperti orang kebingungan apa yang harus dilakukan nya. Tangan nya yang kini sibuk dengan aktivitasnya, tapi tatapan nya masih sangat kosong. Hingga membuat seorang manajer di hotel tersebut menghampirinya.
"Anastasia! Apa kau selalu bekerja sambil melamun seperti itu? di mana sikap profesional mu?" Tanya Kelly dengan cukup keras, menyadarkan Anastasia dari lamunan nya. "Jika kau memiliki masalah pribadi tolong jangan bawa masalah itu ke tempat kerjamu!" Lanjut Kelly dengan sangat tegas, sehingga membuat Anastasia menunduk dan merasa tidak enak.
__ADS_1
Saat Anastasia sedang ditegur oleh manajer itu, terlihat seorang pria yang memiliki tubuh yang begitu kekar sedang memperhatikan Anastasia dari jauh. Pria itu membawa sebuah koper terlihat sepertinya pria itu akan segera meninggalkan hotel tersebut. Namun langkahnya terhenti saat pria itu melihat Anastasia yang tengah ditegur.
Anastasia yang melihat Nicholas pun langsung berlalu melewati pria tersebut, ia tidak ingin jika hari ini akan terasa kacau lagi jika ia berhadapan dengan pria yang bernama Nicholas itu. Anastasia melewati Nicholas dengan kepala yang menunduk, ia seperti tidak ingin melihat wajah Nicholas walaupun hanya sekilas. Rasa takut terus menghantuinya saat ia harus bertemu kembali dengan Nicholas, walaupun ia sudah mencoba menguatkan hati tetap saja pertemuannya dengan Nicholas membuatnya terasa sangat takut dan khawatir.
Pria itu terlihat sangat kesal karena Anastasia melewati dirinya tanpa menyapa dirinya terlebih dahulu. Nicholas mengepalkan kedua tangannya dan menatap sinis Anastasia yang semakin menjauh dari hadapannya. Rasa penasaran dan rasa dendamnya kini seperti membara dalam hatinya. Ia pun segera menghampiri Kelly yang masih berdiri ditempat Anastasia ditegur tadi.
__ADS_1
Nicholas terlihat seperti memberikan suatu kertas yang tak lain adalah kartu nama miliknya kepada Kelly, tak lama Kelly terlihat mengangguk dan tersenyum lalu mengambil kartu nama yang diberikan oleh Nicholas. Nicholas pun membisikkan sesuatu kepada Kelly dan disambung dengan respon Kelly yang seolah mengerti dengan apa yang disampaikan oleh Nicholas.
Nicholas tersenyum sinis dan berjalan untuk meninggalkan hotel tersebut. Ia seperti sudah menyiapkan rencana untuk menghancurkan Anastasia, ia berharap jika rencananya itu akan berjalan dengan lancar seperti apa yang ia harapkan. Nicholas yang sekarang adalah pria yang selalu bekerja keras untuk apa yang ia inginkan. Jika rencana itu gagal ia masih memiliki banyak rencana agar keinginan nya itu dapat terwujud.