Forever Mine

Forever Mine
Bab 19


__ADS_3

Nick yang melihat tatapan Ana tampak kecewa dan keluar begitu saja dari dalam kamar hanya bisa terdiam mematung, hatinya ikut merasa sakit. Nick menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang berukuran besar, ia terlihat seperti frustasi karena merasa bersalah sudah membuat Anastasia menatapnya seperti tadi.


Nicholas mengusap wajahnya dengan sangat kasar, ia tidak ingin lagi menjadi Nicholas yang dulu yang selalu luluh ketika melihat Anastasia. Nicholas masih sangat mencintai Anastasia dari beberapa tahun yang lalu semenjak ia harus berpisah dengan wanita itu. Sudah beberapa tahun ia mencari keberadaan Anastasia namun tidak pernah berhasil, disaat ia mulai menyerah untuk mencari Anastasia takdir menemukan ia kembali dengan wanita itu di Meksiko.


Namun rasa cintanya seketika langsung menghilang saat ia sudah bertemu dengan Anastasia karena saat Nicholas melihat wajah Anastasia ia kembali teringat pada ayah Anastasia. Teringat kembali semua hinaan dan cacian yang selalu diucapkan oleh pria tua itu kepada dirinya.

__ADS_1


Saat Nicholas bertemu kembali dengan Anastasia di Meksiko entah mengapa dendam itu bangkit dengan sendirinya, ia berniat untuk menghancurkan keluarganya terutama pria tua itu. Namun setelah Nicholas mendengar jika ayah Anastasia sudah meninggal, ia langsung berpikir untuk menghancurkan hidup Anastasia dan mengorbankan rasa cinta yang ia miliki untuk menghancurkan Anastasia.


***


Anastasia berjalan pulang sambil menghela nafasnya pelan, matanya yang kini mulai terlihat sembab dan tidak dapat membohongi jika dirinya kini sedang bersedih. Ia melangkahkan kakinya dengan berat untuk menuju ke tempat tinggal barunya, ia kembali harus berpura-pura untuk terlihat baik-baik saja agar ibunya tidak khawatir.

__ADS_1


Anastasia tersenyum hangat saat Ellys mulai menggenggam tangannya, Ellys mengusap rambut Anastasia dengan sangat lembut. Anastasia sangat terharu dengan perlakuan Ellys yang seperti itu, saat dulu Ellys sangat memanjakannya, dia sangat lembut dan berhati-hati dalam menjaga Ana, saat Ellys memilih pergi karena Ayahnya berselingkuh tak ada lagi tangan hangat yang mengusap rambutnya. Ayah terlalu sibuk pada pekerjaan dan para wanita di luar sana, selalu mengusik Ana yang saat itu mendapatkan Nick sebagai pengganti ibunya yang hangat. "Kau beli kalung itu Ana?" Ucap Ellys sambil menunjuk kalung yang dipakai oleh Anastasia.


"Tidak Mom, ini pemberian dari seseorang. Dia bilang saat dia ke paris ia melihat ini dan teringat padaku," ucap Anastasia sambil tersenyum dan memeluk Ellys dengan lembut. Ellys tersenyum dan membalas pelukan Anastasia.


Ellys menyuruhnya untuk segera tidur dan beristirahat karena Anastasia terlihat sangat lelah dengan wajah yang sedikit pucat. Anastasia merasakan bahwa kini ibunya sedang khawatir terhadapnya, ia pun langsung mencium ibunya dan segera beranjak untuk masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Anastasia menyimpan kasar tas yang dibawanya bekerja tadi, ia berdiri didepan cermin dan memandangi dirinya didalam cermin itu, ia tersenyum tipis sambil memegang kalung yang terpasang indah dileher jenjangnya. Kalung itu memang terlihat sangat cantik dan sangat mahal, Anastasia mengakui jika dirinya sekarang tidak sanggup untuk membeli kalung semewah ini. Ana kembali mengenakan kalung itu setelah keluar dari kamar Nick, rasanya seperti ada dorongan untuk menyentuh kalung cantik pemberian Nick. "Kau membelikan kalung berlambang hati, tapi mulut mu seperti racun," gumam Ana pelan.


__ADS_2