Forever Mine

Forever Mine
Bab 38


__ADS_3

Ana kini berjalan keluar dari mansion dan menyusuri jalan dengan air mata yang masih mengalir di pipinya. Ia tidak menyangka jika pertemuannya dengan Sean akan membuat Nick marah besar dan dengan berani mengusirnya. Oh ayolah, ini hanya pertemuan singkat seorang teman yang lama tak bertemu, mengapa Nick mempermasalahkan hal ini dengan sangat serius?


Tatapan Ana kini tertuju pada sebuah batu besar yang berada di pinggir jalan, ia melangkahkan kakinya menuju batu itu dan duduk sejenak disana. Ia memeluk kedua lututnya sambil menangis. Ia berharap dengan ia meluapkan semua kesedihannya dapat membuatnya sedikit lebih lega.


Ana yang tengah sibuk dengan tangisannya langsung terkejut saat sebuah mobil mewah berwarna silver menghampirinya. Dan pemilik mobil itu pun langsung turun dan menghampiri Ana yang kini terlihat sangat hancur.


"Ana!" Ucap pria itu berlari kecil dan meraih Ana kedalam pelukannya.

__ADS_1


Pria itu nampak terlihat sangat khawatir dengan keadaan Ana yang kini terlihat sangat hancur dan tidak karuan. Pria itu mencoba untuk duduk dihadapan Ana sambil menatap dalam mata milik Ana.


"S..sean?" Ujar Ana dengan suara yang masih terseda karena masih saja menangis.


Sebenarnya Ana tidak ingin terlalu dekat dengan Sean, ia khawatir jika ada anak buah Nick yang sedang membuntutinya dan mengadu kepada Nick. Ia takut jika Nick akan berbuat yang lebih kejam dari mengusirnya.


Namun disaat keadaannya yang seperti ini membutuhkan seseorang untuk menemaninya menuju rumah ibunya yang masih tinggal di tempat yang telah disediakan oleh manajer hotel tempat ia bekerja sebelum ia di minta berhenti oleh Nick.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa. Bisakah kau mengantarkanku pulang?" Tanya Ana sambil memberi tatapan memohon kepada Sean.


Sean pun tidak menjawab dan langsung membawa Ana untuk masuk kedalam mobil mewahnya. Sean mengurungkan niatnya untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi kepada Ana, Sean sangat yakin jika Ana masih enggan untuk bercerita kepadanya sekarang. Sean akan memberi waktu untuk Ana sampai wanita itu merasa cukup tenang dan bersedia menceritakan yang terjadi pada Sean.


Sean pintu mobil untuk Ana, kini mereka sudah tiba di tempat tinggal Ana dulu. Ana sudah sangat lelah setelah ia menangis malam ini, ia ingin segera masuk ke dalam dan memeluk ibunya yang pasti sudah sangat menantikan kedatangannya. Ana harus menyiapkan senyuman palsu untuk sang ibu yang menunggu, bisa celaka jika Ellys melihat Ana pulang dengan tangisan seperti ini, ia tidak ingin ada kecemasan yang melanda di pikiran Ellys, biarlah Ellys fokus pada kesembuhannya.


"Sean terima kasih sudah mengantarkanku pulang," ucap Ana sambil tersenyum sangat manis kepada Sean.

__ADS_1


"Tidak masalah bagiku Ana! Masuklah, aku khawatir jika kau akan sakit karena terkena angin malam," ucap Sean dan melangkah masuk menuju mobil mewahnya.


Ana mengangguk dan segera melangkahkan kakinya kedalam. Saat ia masuk kedalam, tatapan matanya langsung tertuju kepada Ellys yang tengah tertidur sangat lelap, ia semakin tak tahan untuk menangis. Rasa rindu dan bersalah kepada ibunya pun sudah begitu menggunung, akhirnya ia kembali dan dapat memeluk ibunya lagi untuk selamanya. "Maafkan aku sudah meninggalkanmu mom demi Nick, Mom," lirih Ana sambil mencium kening ibunya yang sedang tertidur itu.


__ADS_2