
Ana kini tengah sibuk dengan pikirannya tanpa memikirkan Nick yang masih saja memperhatikan Ana dengan sangat serius. Ana berpikir andai saja ia masih berada di keadaannya yang dulu, hidup bahagia dengan semua harta yang diberikan oleh ayahnya mungkin saja tidak akan ada yang berani menyakiti Ana seperti saat ini.
Air mata itu berhasil jatuh di pipi Ana yang terlihat semakin kurus karena terus menangis bahkan hampir setiap harinya, betapa ia merindukan sosok Nick yang dulu selalu bersikap baik dan lembut padanya, Nick yang selalu bekerja keras untuk dapat membahagiakan Ana. Bukan seperti Nick yang sekarang berdiri dihadapannya, pria itu kini berani untuk bersikap kasar dan berkata yang selalu membuat Ana menangis.
Nick kembalilah seperti dulu! Terlintas dalam pikiran Ana. Ana sangat yakin jika sebenarnya dalam hati Nick yang terdalam, pria itu masih sangat mencintainya. Namun karena sebuah dendam kepada ayah Ana Nick seolah digelapkan segalanya, bahkan Nick seperti lupa bahwa Ana adalah wanita yang sangat dicintainya.
__ADS_1
Tangan halusnya yang kini menjadi sedikit kasar karena Ana sering bekerja keras menghapus air matanya dengan kasar. Ia tidak ingin menangis lagi dihadapan Nick, karena jika ia menangis dihadapan Nick seperti ini maka pria itu akan merasa sangat bahagia dan sombong dengan keberhasilan rencananya untuk membuat Ana menangis.
Ana memberanikan diri untuk menatap tajam manik mata milik Nick, ia merasa jika pancaran mata Nick masih tersirat sebuah rasa cinta untuknya. Ana pun bertekad untuk menghentikan Nick agar tidak berbuat kasar lagi padanya. Dan Ana bertekad akan membuat Nick mengakui bahwa pria itu masih sangat mencintainya.
"Nick kumohon berhentilah untuk menghinaku, berhentilah untuk berbuat kasar kepadaku!" Pinta Ana, meraih tangan kekar milik Nick.
__ADS_1
Ana terdiam dan melepaskan tangan kekar Nick, bagaimana bisa jika ia harus berhenti bekerja di hotel itu. Sedangkan sumber keuangannya pun kini bergantung pada tempat kerjanya saat ini, jika ia menerima perintah Nick untuk berhenti bekerja lalu bagaimana dengan ibunya di sana. Tapi jika ia menolak, maka ia harus menerima resiko yang akan ditanggungnya. Kini hati Ana sangatlah bimbang dengan diberikan dua pilihan yang begitu sulit.
"Aku akan selalu memberikanmu uang lebih dari upah yang kau terima di tempat kerjamu itu," ucap Nick menatap Ana dengan sangat serius.
Ana tidak bisa mencerna yang dimaksud oleh Nick dengan cepat, ia bingung apa maksud dan tujuan Nick memintanya untuk berhenti bekerja dan akan memberikannya uang yang melebihi dari upahnya di hotel itu. Apa yang telah direncanakan lagi oleh pria itu? Mengapa pria itu selalu saja memberikan pilihan yang sangat menyulitkan Ana. "Ana dengarkan aku, aku tidak suka dengan penolakan, aku bisa memberikan apapun yang kau mau," lanjut Nick meraih tangan Ana. Selama dua Minggu ini Nick mengaku kalah, dia selalu merindukan Ana dan masih membutuhkan wanita itu. Nick tahu dalam hati Ana dia masih mencintainya, permintaan Nick yang terbilang menguntungkan ini pasti tidak akan di tolak oleh Ana.
__ADS_1
"Baiklah! Tapi ku mohon berhentilah untuk menghina dan berbuat kasar kepadaku Nick, aku sudah sangat tidak sanggup mendengar semua hinaan yang selalu kau ucapkan," Pinta Ana dengan matanya yang kini mulai berkaca-kaca.