
Saat Anastasia menekan bel kamar Nick, pintu kamar itu langsung terbuka dengan sendirinya dan tatapan Anastasia tertuju pada seorang pria yang ada dihadapannya, Nicholas kini sudah terlihat sangat rapih dengan balutan jas mewah yang dipakainya. Anastasia memberikan senyuman yang terpaksa kepada Nicholas, karena bagaimana pun Nicholas adalah tamu khusus di hotel tempat ia bekerja itu.
"Permisi tuan aku izin untuk membersihkan kamarmu," ucap Anastasia sangat pelan dan tersenyum samar kepada Nicholas.
Tidak ada jawaban yang diberikan oleh pria itu, pria itu hanya mengangguk dan segera bergegas keluar meninggalkan Anastasia yang masih berdiri mematung dan memperhatikan pria itu yang mulai melangkahkan kakinya untuk keluar.
Ada perasaan lega yang kini Anastasia rasakan karena ia bisa dengan leluasa membersihkan kamar VIP itu tanpa harus diawasi oleh Nicholas. Ia mulai membersihkan kamar itu mulai dengan mengganti sprei kasur mewah di sana. Lanjut ia membersihkan setiap sudut yang berada dikamar VIP tersebut.
__ADS_1
Setelah dirasa pekerjaannya sudah selesai, ia mencoba untuk membaringkan tubuhnya sejenak di sofa mewah yang berada di kamar itu, ia dapat kembali merasakan kemewahan yang sudah lama hilang dari hidupnya meskipun hanya berbaring di sebuah sofa mewah berwarna gold tersebut.
Pikirannya kini sedang berkecamuk saat ia mengingat kembali dirinya yang dulu selalu berlimpah dengan kemewahan yang membuatnya merasa hidupnya sangat bahagia. Namun ia harus tersadar saat ia mengingat jika semua kemewahan yang pernah ia miliki harus hilang dengan waktu sekejap hanya karena kesombongan ayahnya yang pernah dilakukan semasa hidupnya.
Cairan berwarna bening kini mengalir di pipi mulus milik Anastasia, ia merasakan sakit hati yang sangat luar biasa saat mengingat ayahnya yang meninggal dengan cara gantung diri di rumah mewahnya dulu. Anastasia seolah mengutuki dirinya karena tidak mencoba untuk mencegah ayahnya agar tidak melakukan hal itu. "Aku harus kuat menjalani semua cobaan yang terjadi dalam hidupku ini. Aku tidak berhak untuk berkata jika aku menyerah, karena ada mommy yang harus aku bahagiakan," lirih Anastasia dan mencoba untuk memejamkan kedua matanya di sofa mewah yang berada di kamar VIP itu.
***
__ADS_1
Nicholas terkejut saat ia masuk ke dalam kamarnya, tatapannya kini tertuju pada seorang wanita yang tengah tertidur pulas di sofa yang berada di kamar itu. Ia melihat jika wanita yang sedang tertidur itu terlihat sangat lelah, terlihat dari wajahnya yang sudah memucat dan tidak karuan. Namun tidak bisa menutupi kecantikan yang dimiliki oleh wanita tersebut. "Apa yang kau lakukan disini? Mengapa kau belum pulang? Atau jangan bilang bahwa kau sedang merindukanku?" Tanya Nicholas yang membuat Anastasia terkejut dan terbangun dari tidurnya.
Anastasia masih mencoba untuk mengumpulkan nyawanya sebelum ia menjawab pertanyaan yang begitu banyak dilontarkan dari mulut Nicholas itu. Ia segera bangkit dari sofa itu dan berdiri tepat dihadapan pria yang berwajah dingin itu. "Aku lembur malam ini karena tadi pagi aku terlambat untuk datang bekerja!" Ucap Anastasia dengan sangat pelan, karena ia masih merasa sangat takut jika berhadapan langsung dengan Nicholas.
"Dasar karyawan tidak becus bisa-bisanya kau telat datang bekerja! Kau harus ingat bahwa sekarang ini kau bukan lagi tuan putri yang selalu disediakan apapun yang kau inginkan, sekarang kau harus bekerja keras untuk dapat bertahan hidup. Kau harus ingat itu!" Ucap Nicholas dengan nada dinginnya.
Anastasia yang mendengar ucapan Nicholas, seolah sudah terbiasa dengan semua ucapan kasar yang keluar dari mulut pria itu. Menangis pun sudah tidak bisa ia lakukan sekarang.
__ADS_1
***
Guys harus sabar ya, banyak bawang di novel ini.