Forever Mine

Forever Mine
Ending 1


__ADS_3

Ana tersenyum dan memandangi dirinya didepan cermin dengan balutan gaun pengantin yang melekat dengan sangat indah di tubuh Ana. Hari ini ia akan melangsungkan acara pernikahannya dengan Nick. Ana tidak dapat berhenti tersenyum karena ia menikah dengan pria yang sangat ia cintai selama beberapa tahun ini. Apa yang dulu mereka harapkan akhirnya dapat terwujud.


Ada rasa sedih menyelimuti perasaan Ana, karena di hari bahagianya ini tidak ada satu pun keluarganya yang ikut hadir untuk merayakan pernikahannya. Kedua orang tuanya yang sudah meninggal dan juga kakak nya yang sekarang sedang dipenjara. Ana merasa sakit jika mengingat tidak ada keluarga disampingnya saat  keluarganya tidak ada disini tapi ia yakin jika keluarganya pasti akan memberikan doa yang terbaik untuknya dan juga untuk Nick. Dan Ana yakin kedua orang tuanya di surga sana pasti akan tersenyum saat Ana akan menikah dengan seseorang yang dicintainya.


Air mata itu pun berhasil turun dan membasahi pipi Ana. Ia langsung menghapus air matanya itu agar tidak merusak make up di wajahnya. Ia tidak ingin mengacaukan hari bahagianya ini hanya dengan terus menangis. Ana berjanji pada dirinya bahwa ia tidak akan bersedih lagi dan ia berjanji untuk selalu bahagia agar kedua orang tuanya tidak sedih melihat ia dari atas langit.


Ana tersenyum sambil memegang foto ayah dan ibunya itu. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika ia akan menikah dengan Nick di usianya yang masih terbilang masih cukup muda. Ia kembali menyimpan foto ayah dan ibunya dengan rapih diatas meja. Ia kembali fokus karena sebentar lagi acara pemberkatan akan segera dimulai.


Perasaannya kini seperti campur aduk, ia merasa gugup akan bertemu dengan Nick. Padahal sebelumnya ia sudah sering bertemu dengan pria itu, Ana tertawa kecil saat memikirkannya. Sebentar lagi ia akan resmi menjadi istri Nick, dan sejujurnya ia merasa takut dan khawatir. Tapi ia langsung membuang semua pikiran negatifnya dan kembali fokus untuk dirinya yang masih saja memandang cermin.


"Ayo Mrs. Ana semua orang sudah menunggumu dibawah!" Ucap salah seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan di mansion mewah Nick.


Ana hanya menggangguk dan tersenyum, ia pun merasa semakin gugup saat ia mulai berjalan keluar menutu tempat pemberkatan. Ana tersenyum berjalan menyusuri tangga untuk menuju tempat yang dimana ia akan segera bertemu dengan Nick yang akan menjadi suaminya. Tatapan Ana kini tertuju pada seorang pria yang menggunakan jas pengantin berwarna putih yang memperlihatkan ketampanan pria itu. Ana tersenyum manis pada pria itu.


Pria itu menyambut tangan Ana yang sudah tiba di tempat pemberkatan. Pria itu tersenyum dengan wajah yang terlihat sangat bahagia. Ana seperti menahan tangis harunya saat ia menatap wajah Nick dengan sangat dalam. Rasanya masih seperti mimpi karena ia bisa menikah dengan Nick, si pria yang pernah ia cintai sekaligus ia takuti itu.


Setelah selesai acara pemberkatan, saling mengucapkan janji suci pernikahan mereka. Ana menutup matanya saat Nick mulai mencium bibirnya dengan hangat. Dan kini mereka menjadi sorotan para tamu undangan yang datang. Banyak diantara tamu undangan yang datang mengatakan bahwa Ana dan Nick memang terlihat sangat serasi.

__ADS_1


Ana mulai membuka matanya saat Nick berhenti menciumnya. Ia tersenyum dan segera memeluk Nick dengan sangat erat. Suara tepuk tangan terdengar begitu ramai menambah kebahagiaan Ana sekarang. Ia tidak ingin melepas pelukannya pada Nick, ia begitu mencintai pria yang saat ini menjadi suaminya.


"Aku sangat mencintaimu Ana," Lirih Nick sambil menatap Ana dan melingkarkan tangannya tepat di pinggang Ana.


"Aku juga! Aku sangat mencintaimu Nick," Jawab Ana langsung memeluk Nick kembali.


***


Acara pernikahan mereka kini sudah selesai. Sepasang pengantin baru itu pun kini sedang berbaring disebuah ranjang mewah yang sudah dihiasi begitu indah. Namun ada satu hal yang mengganjal di pikiran Ana saat ini. Tadi di acara pernikahannya bersama dengan Nick, Ana tidak melihat satu pun keluarga Nick yang datang. Ia pun mencari ibunya Nick, tapi tetap saja ibu dari suaminya itu pun tidak terlihat hadir di acara pernikahan mereka.


Banyak sekali pertanyaan tentang Nick tapi Ana tidak berani untuk menanyakannya langsung pada suaminya. Ia takut jika suaminya itu akan merasa risih dan terganggu karena Ana banyak bertanya tentang kehidupan Nick. Ana tidak banyak mengerahui soal Nick, karena dulu ia hanya menjalin hubungan  dengan pria itu selama 3 bulan saja. Dan wajar saja jika Ana tidak banyak mengetahui tentang Nick.


"T..tidak Nick! Aku tidak apa-apa," Jawab Ana dan membalas pelukan Nick.


Karena merasa tubuh mereka sangat lelah dan butuh istirahat. Mereka pun memutuskan untuk menunda malam pertama mereka layaknya seperti pengantin-pengantin diluar sana. Ditambah Ana yang kini tengah hamil dan usia kehamilannya masih sangat rentan jika harus melakukan hubungan suami istri. Ana pun tersenyum saat Nick mengerti dengan apa yang telah disampaikannya.


"Kalau begitu tidurlah, aku tahu kau sangat lelah sekarang," Ucap Nick sambil mencium kening Ana dan tertidur disamping istrinya itu.

__ADS_1


"Kau juga," Lirih Ana.


***


Sinar mentari pun kini mulai menembus jendela besar yang berada dikamar pasangan yang baru saja menikah kemarin. Ana langsung membuka matanya dan segera bangkit dari tidurnya. Ia melihat suaminya masih terlelap dengan sangat nyenyak, Ana tersenyum saat ia memandangi wajah tampan suaminya itu yang terlihat sangat damai dengan tidurnya.


Ana mencoba untuk membangunkan Nick untuk segera membersihkan diri dan menuju ruang makan untuk sarapan bersama. Ia menggoyangkan tubuh Nick dengan sangat pelan, ia takut jika Nick akan marah karena ia sudah lancang membangunkannya.


"Nick bagunlah," Lirih Ana sambil menggoyangkan bahu Nick dengan hati-hati.


"Aku sudah bangun sayang," Jawab Nick yang mencoba untuk membuka kedua matanya yang masih terlihat rapat.


Ana pun sudah selesai membersihkan diri, ia sudah terlihat sangat rapih menggunakan dress longgar agar tidak menyakiti perutnya yang kini semakin membesar. Ana izin pada Nick untuk membuat sarapan, namun suaminya itu melarangnya karena sudah banyak pelayan di mansion ini yang melakukan semua pekerjaan mansion ini. Jadi Ana tidak usah repot untuk melakukan semua pekerjaan rumah tangga.


Ana merasa sangat bersyukur karena memiliki suami seperti Nick. Suaminya itu selalu mengutamakan kebahagiaan Ana. Dan baru kali ini ia kembali merasakan dilayani oleh para pelayan di mansionnya itu. Semenjak ia keluar dari rumah mewah milik ayahnya ia sudah tidak pernah lagi di layani oleh para pelayan dirumah mewah ayahnya itu. Ia harus bekerja keras untuk dapat bertahan hidup. Tapi hari ini ia merasakan kembali kemewahan yang sempat hilang dari hidupnya dan itu cukup membuat Ana sangat terharu.


"Terima kasih sayang," Ucap Ana langsung memeluk Nick.

__ADS_1


"Aku akan selalu membuatmu bahagia," Jawab Nick sambil mencium kening Ana.


__ADS_2