
Setelah Marcelino menjelaskan tentang prosedur kerja untuk Anastasia, pria itu pun meninggalkan Anastasia dan membiarkan Anastasia untuk segera memulai pekerjaannya. Karena ia merasa belum ada panggilan dari kamar VIP, ia pun turut membantu karyawan lainnya untuk melakukan pekerjaan. "Hai boleh aku berkenalan denganmu?" Ucap Anastasia kepada seorang wanita berambut pirang dengan sangat ramah.
"Tentu saja. Namaku Elisa, tapi sebentar, sepertinya kau bukan orang sini," ucap wanita itu sambil tersenyum ramah kepada Anastasia.
"Aku Anastasia, aku berasal dari Las Vegas," jawab Anastasia sambil tersenyum.
__ADS_1
Mereka berdua pun kini terlihat sangat menikmati obrolan mereka. Anastasia merasa jika Elisa teman yang baru ia temui itu adalah seseorang yang sangat baik. Lagi-lagi Anastasia merasa bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik di lingkungan kerja barunya. Saat Anastasia sedang mengobrol dengan Elisa, tiba-tiba ada sebuah panggilan dari kamar VIP untuk diantarkan makan siang. Anastasia pun langsung pamit kepada Elisa.
Anastasia terlihat begitu semangat saat mendapatkan panggilan dari kamar VIP itu, ia merapihkan makanan yang berada diatas nampan agar terlihat cantik dan sempurna. Sebenarnya Anastasia sangat penasaran dengan tamu yang berada di ruang VIP itu, mengapa tamu itu sampai meminta pramusaji baru untuk dikamarnya dan ternyata Anastasia lah yang dipilih untuk menjadi pramusaji khusus itu.
Senyuman Anastasia tidak pernah luntur saat ia berjalan menuju kamar VIP itu, ia ingin terlihat ramah kepada tamu hotel itu dan tidak membuat tamu itu kecewa kepada dirinya. Sesekali ia berpikir bahwa ia merasa sangat tenang dan nyaman bekerja di hotel ini, karena ia tidak harus merasa takut dan khawatir jika sewaktu-waktu pria bernama Nicholas itu akan kembali untuk menemuinya.
__ADS_1
Saat Anastasia mulai masuk kedalam kamar itu, ia di perlihatkan dengan seorang pria yang hanya menggunakan handuk itu membelakanginya, menghadap ke sebuah jendela besar yang memperlihatkan keindahan ibu kota Meksiko dari kamar itu.
Hati Anastasia kini mulai tidak tenang, karena pria yang ada dihadapannya kini terlihat sangat mirip dengan pria yang coba ia hindari, Nicholas. Pria itu pun membalikkan badan nya sambil memegang sebuah gelas yang berisi anggur. Anastasia terkejut dengan apa yang dilihatnya, apa yang dipikirkannya tadi ternyata benar, Nicholas lah yang kini berada dihadapannya sambil tersenyum saat melihat dirinya yang sedang berdiri membawa troli yang berisikan makan siang untuk Nicholas.
Nicholas tersenyum sinis kepada Anastasia dan segera menghampiri wanita itu yang masih diam mematung. Jantung Anastasia terasa berdetak lebih kencang daripada sebelumnya, ia kembali merutuki dirinya sendiri mengapa ia bersedia menerima untuk menjadi pramusaji khusus kamar VIP, dan ternyata tamu VIP nya itu adalah Nicholas. Anastasia menatap wajah Nicholas dengan penuh rasa takut dan khawatir, apa yang sebenarnya pria itu rencanakan untuk dirinya.
__ADS_1
Kini kaki nya terasa sangat lemas, mengapa lagi-lagi ia harus dihadapkan dengan pria yang sangat ia takuti itu. Walaupun bukan dirinya di masa lalu yang membuat Nicholas sakit hati tapi tetap saja Anastasia merasa jika dirinya lah yang kini menjadi bahan untuk Nicholas membalaskan dendam terhadap ayahnya.
"Apa sebenarnya yang kau inginkan Nick?" Tanya Anastasia dengan sangat pelan dan terdengar seperti orang yang sangat ketakutan.