
Ana tersenyum saat menggendong bayi nya dan bayi yang satunya digendong oleh Nick. Ana merasa sangat bersyukur karena kebahagiaannya kini terasa begitu lengkap dengan kehadiran bayi kembarnya itu. Ana memejamkan matanya saat Nick mencium keningnya dengan begitu lembut dan membuat Ana terhanyut dalam kelembutan yang diberikan oleh suaminya itu.
Terdengar suara pintu ruangan Ana dan terlihatlah banyak keluarga dari Nick yang datang. Ana terlihat begitu terkejut seperti tidak percaya dengan kedatangan keluarga suaminya itu. Tatapannya kini tertuju pada seorang wanita paruh baya yang pernah ia temui beberapa tahun lalu. Wanita paruh baya yang begitu sederhana dan juga sangat lembut, dalam hati Ana masih merasa tidak enak karena kesalahan ayahnya dulu.
"Nick kau sudah menikah dan kau menghubungiku setelah Ana melahirkan?" Tanya Ibu Nick dengan suara yang terdengar mengomel sambio berjalan menghampiri Ana yang masih terbaring lemah di ranjang.
Semua orang yang hadir di ruangan itu hanya menertawakan ibunya Nick karena tidak berhenti mengomel pada Nick. Ana merasa jika keluarga suaminya itu sangat baik dan terlihat sangat ramah. Ana tersenyum saat melihat ibu mertuanya menggendong bayinya dan mengajak main bayi yang belum bisa bicara itu.
Ana sudah menahan tangis haru sejak tadi karena ia merasa rindu kumpul bersama keluarganya, namun itu semua sudah tidak akan pernah terjadi kembali karena kedua orang tuanya kini telah tiada. Ana tersenyum dan berpikir ternyata berkumpul bersama keluarga bisa sampai sebahagia ini. Dan hal seperti ini jarang sekali dilakukan olehnya dengan keluarganya dulu, karena mereka mempunyai kesibukan masing-masing dan membiarkan Ana merasa kesepian sendiri.
"Apa kalian sudah memberi cucuku nama?" Tanya Ibu Nick sambil menatap Ana dan juga Nick secara bergantian.
"Aku serahkan pada Ana memberikan nama untuk bayi kita," Ucap Nick sambil merangkul Ana.
Ana tersenyum saat Nick merangkulnya, sebenarnya ia telah menyiapkan sebuah nama. Namun ia masih tidak percaya bahwa bayi yang kemarin ia kandung kembar. Ana terlihat seperti memikirkan sebuah nama yang cocok untuk diberikan pada kedua bayi kembarnya itu.
"Nathan dan Nala! Bagaimana pendapat Mommy dan juga kau sayang?" Tanya Ana terdengar penuh semangat dan tersenyum lebar.
"Nama yang bagus," Jawab Nick dan ibunya kompak.
__ADS_1
"Hadiah dari Tuhan, itulah arti nama Nathan dan Nala. Karena aku merasa mereka berdua adalah hadiah terindah yang Tuhan beri untukku," Ucap Ana sambil menahan tangisnya yang terlihat akan membasahi pipi mulus Ana.
Ibu mertuanya yang melihat Ana mulai menangis kini segera memeluk Ana dan memberikan Nathan pada salah satu saudara Nick. Ana merasa sangat tenang saat ibu mertuanya memeluknya, rasa rindu pada ibunya kini telah terobati dengan kehadiran ibu mertuanya yang terlihat sangat menyayanginya.
Ana menceritakan semua yang terjadi pada hidupnya ke ibu mertuanya, ibu mertuanya merasa sangat tidak tega saat mendengarkan cerita Ana yang sudah ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Dan saat ini yang Ana punya hanyalah Nick, bayi kembar mereka dan juga keluarga Nick.
"Kau tidak perlu bersedih Ana, sejak dulu aku sudah menganggapmu sebagai anakku sendiri. Dan akhirnya Tuhan mengabulkan doaku, ia mengirim mu untuk menjadi istri anakku dan tentunya kau menjadi anakku sekarang," Ucap ibu mertuanya sambil memeluk Ana dengan penuh kelembutan dan juga kehangatan.
"Terima kasih mom," Jawab Ana membalas pelukan ibu mertuanya itu.
***
2 bulan kemudian ,,,
Mereka terlihat seperti keluarga yang sangat bahagia dan mereka memutuskan untuk duduk disalah satu kursi yang berada di taman deket mansion mewah Nick. Ana menyandarkan kepalanya tepat di bahu Nick, hanya pada suaminya lah ia merasakan ketenangan dan kenyamanan.
Ana memperhatikan wajah Nick yang terlihat sangat serius saat memandang kedua bayi kembarnya itu. Ana merasa jika Nick saat ini sedang menahan tangis harunya atas kehadiran dua malaikat kecil mereka. Rencana Tuhan memang tidak dapat kita duga, beberapa tahun yang lalu mereka terpisahkan dan pada akhirnya takdir mempertemukan kembali mereka dan Tuhan berkehendak untuk menyatukan mereka hingga mempunyai dua malaikat kecil yang kini berada dihadapannya.
Nick masih tidak percaya mempunyai Anak dengan wanita yang sangat ia cintai. Dulu ia hampir menyerah untuk melepaskan Ana dan membiarkan wanita itu bahagia tanpa dirinya, namun pada akhirnya mereka resmi menjadi suami istri dan menjalani rumah tangga mereka dengan sangat bahagia.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu Nick," Ucap Ana sambil memeluk Nick dengan sangat erat.
"Aku pun sangat mencintaimu Ana, dan aku ingin kita bersama sampai kita tua nanti. Bahkan sampai akhir hayat ini kau tetap menjadi satu-satunya wanita yang ku cintai," Ucap Nick membalas pelukan Ana dan mencium kening wanita itu dengan sangat lembut dan membuat istrinya seperti nyaman berada didalam pelukannya.
Terdengar suara Nala menangis dan Ana segera melepaskan pelukannya dari Nick. Mereka tertawa saat bertatapan seolah lupa bahwa kini mereka sudah mempunyai anak. Ana langsung menggendong Nala dan memberikan ASI pada bayi perempuannya itu. Sedangkan Nick sedang sibuk memperhatikan Nathan yang masih nyaman dengan mimpi indahnya itu.
Ana kembali menyimpan Nala kembali ke roda bayinya saat dirasa Nala sudah tertidur dan berhenti menangis. Ana langsung meraih tangan Nick dan menggenggam tangan suaminya itu dengan sangat erat. Dan Ana tersenyum saat Nick menariknya untuk masuk kedalam pelukannya.
Ana dan Nick yang masih duduk di kursi taman sambil menikmati langit sore yang dihiasi dengan lembayung berwarna merah jambu yang terlihat begitu indah. Terdengar suara desiran angin dan membuat suasana sore hari itu semakin sejuk.
Nick menatap kedua anaknya secara bergantian dan membuat Ana seperti kebingungan mengapa Nick memperhatikan kedua bayinya seperti itu. Ana mengelus lembut punggung suaminya yang masih sibuk menatap kedua bayi kembarnya.
"Aku ingin menjadikan mereka anak-anak yang dermawan dan rendah hati sepertimu sayang," Ucap Nick menatap wajah Ana dan tersenyum manis pada istrinya itu.
"Ya, aku akan selalu mengingatkan mereka jika kekayaan tidak akan selamanya tetap. Kekayaan bisa saja pergi begitu saja saat kita selalu merasa tidak puas dengan apa yang kita dapat, oleh sebab itu aku akan mengingatkan mereka untuk menjadi anak-anak yang sederhana dan tulus pada siapapun. Karena dengan ketulusan mereka akan mendapatkan hasil yang mereka harapkan," Ucap Ana menahan nangis saat berkata sambil menatap kedua anaknya itu.
"Tapi kekayaanku tidak akan pernah habis sayang," Canda Nick untuk mencairkan suasana karena melihat istrinya dengan mata yang mulai berkaca-kaca menahan nangis.
"Nick kau ingin anakmu dermawan tapi kau sendiri sombong," Ucap Ana dengan tertawa dan memukul pelan bahu Nick.
__ADS_1
Mereka berdua tertawa dengan candaan yang dilontarkan oleh Nick sambil menikmati langit sore yang terlihat semakin indah. Dan tidak lupa untuk Nick memeluk dan mencium kening Ana dengan sangat lembut dan menjadikan sore ini seperti hari yang sangat indah. Mereka terlihat sangat bahagia satu sama lain dengan kehadiran dua malaikat kecilnya yang akan membuat hari-hari mereka semakin indah.
Thanks sudah mampir 🥰