
"Nick," panggil Anastasia kembali sambil menyimpan gelas ke meja yang berada disamping tempat tidur itu.
"Ada apa lagi?" Tanya Nicholas yang terdengar sedikit kesal dengan Anastasia yang terus memanggilnya seperti itu. Ini bukan Ana yang dia kenal, efek obat seperti tidak cocok untuk Ana.
"Apa kau sangat membenciku? Hingga kau tega memperlakukanku dengan sangat kasar, dan kau juga dengan tega selalu menghinaku," ucap Anastasia yang kini tanpa sadar memperlihatkan wajah sedihnya. "Apa aku mempunyai salah kepadamu Nick? Andai waktu dapat ku putar kembali, aku akan mencoba untuk membelamu didepan ayahku Nick dan aku tidak akan membiarkan seseorang pun untuk menyakitimu. Andai saja waktu itu dapat ku putar, mungkin aku tidak akan melihatmu membenciku seperti ini Nick!" kini Anastasia tampak frustasi dan mungkin saja semua yang dikatakan Ana adalah jujur dari dalam hatinya yang paling dalam.
Nicholas sendiri tak sadar bahwa matanya kini mulai berkaca-kaca, ia seperti merasakan sakit hati saat mendengarkan semua keluh kesah yang dikeluarkan oleh Anastasia. Apa wanita itu sangat tersakiti kini oleh apa yang telah dilakukannya.
Ini pertama kali ia mendengarkan Anastasia yang berani untuk mengeluarkan semua keluh kesahnya, walaupun dalam kondisi yang masih terpengaruhi oleh alkohol. Nicholas pun mengerti seseorang yang dipengaruhi oleh alkohol pasti akan sangat berani untuk mengeluarkan semua perasaan dan semua keluh kesahnya.
__ADS_1
"Tidurlah," bisik Nicholas memeluk tubuh Anastasia dan membuat Anastasia memejamkan matanya.
***
Sinar matahari yang begitu cerah kini mulai menusuk dalam jendela besar yang berada di kamar mewah hotel yang kini menjadi tempat menginap Nicholas. Membuat seorang wanita yang masih nyaman dengan tidurnya pun segera terbangun.
Anastasia yang terkejut saat ia membuka selimut tebal yang dipakainya sejak malam, tubuhnya kini yang sangat polos tanpa sehelai benang pun membuat Anastasia berpikir aneh dan mulai menangis.
Anastasia masih mencoba untuk mengingat kembali apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya, terakhir kali yang ia ingat adalah Nicholas memberikan segelas anggur kepadanya. Dan mulai sejak itu Anastasia mulai tidak ingat lagi apa yang terjadi padanya malam itu. "Apa yang telah kau lakukan padaku Nick?" Tanya Anastasia menutup tubuh polosnya dengan selimut tebal sambil menghampiri Nicholas yang masih duduk santai di sofa.
__ADS_1
Nicholas tidak menjawab, ia hanya tersenyum pada Anastasia yang kini berdiri hanya menggunakan selimut tebal untuk menutupi tubuh polosnya. "Kemana perginya Ana semalam yang begitu manja?"
"Jawab pertanyaanku Nicholas!" Teriak Anastasia, kini ia sudah tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya.
"Sesuai dengan apa yang kau lihat Ana, kini kau menutupi tubuh polosmu dengan selimut tebal itu dan kau harus tahu jika tadi malam kau sangat menikmati permainan kita di atas ranjang," ucap Nicholas yang terdengar tak bersalah sedikit pun.
"Kurang ajar!" Ucap Anastasia melayangkan tamparannya ke pipi Nicholas.
"Kau tidak perlu naif seperti ini Ana, aku akan membayarmu dengan harga yang sangat tinggi jika kau bersedia lagi," balas Nicholas sambil mengusap pipinya yang terasa panas lalu beranjak pergi meninggalkan Anastasia.
__ADS_1
Anastasia mulai menangis, ia segera memakai kembali seragam kerjanya dan berlari meninggalkan kamar terkutuk itu. 'Kau sangat tega padaku Nick!' Lirih Anastasia dalam hati.