
Ana sedang duduk di kursi sederhana dan mengeluarkan sebuah vitamin yang telah diberi dokter saat ia memeriksa kandungannya beberapa hari yang lalu. Vitamin itu untuk menguatkan kandungannya karena dokter merasa khawatir jika janin yang berada di perut Ana akan lemah karena Ana terlalu sibuk bekerja.
Ana segera meminum vitamin itu dan memegang perutnya yang kini mulai membuncit, ia sudah yakin jika ia akan merawat bayi ini dengan sangat baik. Meskipun sampai detik ini Nick tidak ada disampingnya untuk ikut membantu Ana mengurus kandungannya ini.
Ana melangkahkan kakinya menuju kamar, ia melihat Ellys sudah tertidur dengan lelap. Ia pun memilih untuk berbaring dan mencoba untuk memejamkan matanya dan beristirahat, karena besok ia harus bekerja kembali. Dan bekerja keras untuk dapat merawat calon bayinya dengan baik.
***
Keesokan harinya...
__ADS_1
Nick masih saja fokus pada beberapa file pekerjaannya yang semakin menumpuk. Ia tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya yang penting ini hanya untuk mencari Ana. Tapi Nick sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari Ana diseluruh sudut Meksiko. Dan Nick mengancam akan membunuh semua anak buahnya itu jika mereka tidak berhasil menemukan Ana.
Rasa rindu Nick pada Ana kini sudah tidak bisa ia tahan lagi. Ia begitu merindukan seorang Ana yang lembut yang selalu membuat ia terasa nyaman dan tenang saat berada disamping wanita itu. Wanita yang beberapa waktu ini selalu ia sakiti. Nick sangat mengutuki dirinya bagaimana bisa ia mengusir Ana yang sedang mengandung anaknya.
Nick mulai meneteskan kembali air matanya, ia sudah tidak tahan lagi jika harus berjauhan dan tidak berkomunikasi dengan Ana. Ia kembali tidak fokus pada pekerjaannya yang menumpuk itu, pikirannya sekarang hanya tertuju pada Ana dan juga janin yang berada di kandungan Ana.
"Ya Tuhan ku mohon pertemukanlah kembali aku dengan Ana. Aku sangat merindukannya," Lirih Nick sambil memeluk bingkai foto Ana.
***
__ADS_1
Tatapan Ana kini tertuju pada seorang tamu yang baru saja duduk disebuah meja cafe itu. Ia segera menghampiri tamu itu dan tersenyum ramah sambil memberikan buku menu pada tamu itu.
"A..na," Ucap pria itu dan berhasil membuat Ana terkejut.
Ana tidak pernah berniat untuk bertemu dengan pria yang kini berada dihadapannya. Pria yang membuat Nick menjadi salah paham dan sampai tega untuk mengusirnya. Ana memilih untuk tidak bertemu dengan Sean karena ia ingin menjaga hatinya hanya untuk Nick dan tidak ada pria lain yang bisa menggantikan posisi Nick dihatinya.
"H..ai Sean! Ini buku menunya kau bisa memilih sesuai dengan seleramu," Jawan Ana sambil memberikan buku menu itu pada Sean.
Ana terakhir kali bertemu dengan Sean saat pria itu mengantarkan Ana setelah ia diusir oleh Nick. Dan Ana tidak lagi berniat untuk menemui pria itu, bahkan saat pria bernama Sean itu menghubunginya ia sama sekali tidak menghiraukannya. Sudah terlalu banyak beban hidupnya dan ia tidak mau menambah beban lagi hanya karena dekat dengan Sean.
__ADS_1
Ana mengangguk dan tersenyum saat Sean sudah menyebutkan menu yang sudah dipesan. Ana segera melangkah dan memberikan daftar pesanan itu pada bagian dapur dan setelah itu ia kembali bekerja dan melayani para tamu yang lain.