
Ia berjalan keluar kamar dan mulai mencari keberadaan Anastasia, ada sedikit rasa khawatir yang kini terlintas di pikiran Nicholas. Ia berhasil menemukan keberadaan Anastasia yang kini tengah sibuk bekerja bersama dengan Elisa, namun wanita itu terlihat sangat kacau dan sedikit berantakan. Nicholas melihat ada kesedihan yang terpancar dari wajah wanita itu, Nicholas langsung menatapnya dengan sangat iba. Entah mengapa melihat Anastasia bersedih itu membuat hatinya sangat sakit dan hancur.
Tapi Nicholas memilih untuk mengabaikan dan membuang semua rasa bersalahnya kepada Anastasia. Ia masih belum merasa puas menghancurkan Anastasia, entah apa lagi yang akan direncanakan oleh Nicholas kepada Anastasia. Melihatnya menangis masih belum cukup bagi Nicholas, kini ia benar-benar menjadi pria yang sangat jahat untuk Anastasia.
Nicholas mulai melangkahkan kakinya saat melihat bahwa Anastasia kini sendiri, Elisa yang bergegas pergi untuk melakukan pekerjaan yang lain. Nicholas semakin mendekatkan dirinya dengan Anastasia, sambil tersenyum seolah mengejek wanita yang berada dihadapannya kini.
"Aku akan pulang ke mansion hari ini, kau tidak akan merindukan ku Ana?" tanya Nicholas sambil menggoda Anastasia.
"Terserah kau saja!" Ucap Anastasia dengan sangat ketus yang membuat pria itu semakin tertawa sinis.
__ADS_1
Nicholas mendekatkan dirinya pada Anastasia, dan membelai rambut wanita itu sambil membisikan sesuatu ke telinga Anastasia. Namun wanita itu menghindar dan membuat Nicholas kini terlihat sangat marah pada Anastasia.
"Kau berani menghindar dariku maka kau harus terima hukuman dari ku nanti Mrs.Anastasia," bisik Nicholas sambil berlalu pergi meninggalkan Anastasia sendiri.
***
Anastasia mengusap wajahnya dengan sangat kasar, kenapa ia harus melawan pria gila itu sampai membuat pria itu mengancam bahwa akan memberikan hukuman padanya. Anastasia mencoba untuk menahan dirinya, menguatkan hatinya untuk tidak kembali menangis.
Anastasia pernah berpikir jika ia ingin untuk mengakhiri pekerjaannya dan membayar denda saja daripada ia harus menderita karena Nicholas yang selalu mencoba untuk membuat Anastasia hancur, padahal Anastasia merasa jika ia sudah hancur dan mengapa Nicholas terus menyakitinya seperti ini.
__ADS_1
Ia kembali teringat saat Nicholas menjebaknya dengan segelas anggur dan dengan tega pria itu mengambil mahkota yang selama ini ia jaga dengan sangat baik, Anastasia masih tidak menyangka mengapa Nicholas bisa melakukan hal jahat seperti kepadanya. Seketika Anastasia langsung ingin menangis kembali, ia merasa bahwa hidupnya kini sudah sangat hancur dan dihancurkan oleh pria yang pernah mengisi hidupnya dengan sangat indah.
Anastasia menangis sambil memeluk lututnya, tak peduli jika ada tamu atau karyawan lain yang melihatnya. Ia sudah tidak sanggup lagi untuk menahan air mata itu, ia membiarkan cairan bening itu mengalir dengan deras di pipinya.
Elisa yang merasa khawatir saat melihat Anastasia yang menangis langsung menghampirinya, Elisa melihat bahwa Anastasia kini tengah hancur, walaupun sebenarnya Elisa tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Anastasia.
"Ana, kau kenapa?" Tanya Elisa sambil memeluk Anastasia dengan sangat erat.
Elisa terlihat sangat khawatir karena Anastasia sama sekali tidak memberikan jawaban atas pertanyaannya. Entah apa yang harus ia lakukan, karena ia tidak pernah sebelumnya melihat Anastasia menangis sampai seperti ini.
__ADS_1
"Ana kumohon beritahu aku, kau kenapa?" Tanya Elisa sambil meminta untuk Anastasia berbicara.
"Tidak, aku baik-baik saja Elisa," lirih Anastasia.