
Nick terlihat memasang senyum sinis saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Ana, Nick berjalan perlahan menghampiri Ana yang masih terdiam mematung dengan tatapan kosongnya.
Di dalam hatinya, Nick merasa sangat puas karena ia kembali berhasil membuat Anastasia menderita, hatinya kini menjadi gelap karena kesalahan ayah Ana di masa lalu. Keraguannya semalam dengan perlahan menghilang saat mengingat kembali kejahatan Ayah Ana di masa lalu.
Anastasia terkejut saat Nick melangkah menghampirinya, Nick mendekatkan wajahnya sehingga membuat Anastasia merasa tidak nyaman. Anastasia mencoba menghindari pria itu namun pria itu langsung menahan wajah Anastasia untuk tetap menatap mata Nick. "Ternyata keluargamu sudah mendapatkan karma atas kesombongan mereka!" desis Nick sambil tersenyum sangat sinis.
__ADS_1
Anastasia mengangkat kepalanya, ia berusaha menjauhkan dirinya dari Nick. Ia sangat tidak nyaman dengan apa yang didengarnya dari mulut Nick. Sekuat apapun ia berusaha untuk menghindari Nick, tetap saja pria itu dapat menemukannya dengan sangat mudah. "Aku sangat minta maaf kepadamu Nick atas semua kesalahanku ataupun kesalahan ayahku dimasa lalu. Aku tahu perkataan ayahku dulu selalu menyakitimu, tapi kumohon Nick, kau jangan mengusik pekerjaanku. Karena dengan pekerjaan inilah aku dapat bertahan hidup, aku sangat membutuhkan pekerjaan ini. Kumohon Nick," ucap Anastasia dengan hati-hati sambil memohon kepada Nicholas.
Pria itu pun mendekati Anastasia kembali, tatapan pria itu kini seperti sedang menghina Anastasia. Anastasia pun bisa merasakan jika kini Nicholas sangat membencinya, meskipun ia sudah berulang kali mengucap kata maaf tapi tetap saja Nick bersikap dengan sangat keras dan seperti tidak ingin memberi maaf kepada Anastasia.
"Berapa uang yang kau butuhkan?" tanya Nick membuat Ana mengerutkan keningnya bingung. "Aku akan memberikan berapa pun uang yang kau mau, asalkan kau mau menjadi penghangat ku malam ini," ucap Nick tersenyum jahat.
__ADS_1
Anastasia berusaha untuk memberikan sebuah tamparan di pipi Nick, namun pria itu dengan sigap menahan tangan mungil milik Anastasia. Pria itu mencengkram tangan Anastasia dengan sangat kuat, dan juga memberikan tatapan yang begitu tajam. Anastasia hanya menunduk karena ketakutan melihat pria yang ada dihadapannya kini.
"Kau harus tahu aku bukan lagi Nicholas yang dulu, Nicholas yang mudah dihina mudah untuk dipukul oleh keluarga sialanmu itu. Sekarang tidak ada satu orang pun yang dapat berbuat lancang padaku. Kau mengerti?" Tanya pria itu dengan sangat keras tepat di telinga Anastasia lalu melemparkan gelas yang ada di tangannya.
Anastasia langsung menutup telinganya, ia terlihat sangat ketakutan sekarang, pria dihadapannya kini terlihat seperti singa buas yang siap untuk menerkamnya. Anastasia sudah tidak kuat lagi untuk menahan air matanya, ia pun menangis dengan sangat keras sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Anastasia berlari keluar meninggalkan kamar Nick, dengan hati yang terasa sangat pedih ia tak bisa untuk menghentikan tangisannya. Anastasia berlari menuju taman belakang yang dimiliki oleh hotel mewah itu, kini ia duduk disebuah kursi. Nick sudah sangat membuat hidupnya menjadi berantakan sekarang, pria itu dengan mudah menghinanya sekarang, pria itu juga tak segan untuk berbuat kasar didepan matanya.
Air mata nya kini mengalir dengan sangat deras, andaikan saja ia dapat memutarkan waktu ia akan memilih untuk mati saja, agar ia tidak merasakan beban hidup yang begitu berat baginya. Andai saja ada seorang teman yang dapat di percaya untuk ia bercerita setidaknya untuk mengurangi rasa sedihnya walaupun hanya sebentar saja. Anastasia duduk sambil melingkarkan kedua tangannya diatas lututnya, ia menangis sambil menunduk.