Forever Mine

Forever Mine
Bab 44


__ADS_3

Ana tidak peduli dengan Sean yang masih saja memperhatikannya dengan sangat serius. Ana sudah sering kali menolak pria itu namun pria itu tidak pernah berhenti untuk selalu mengejarnya dan selalu ingin mencari tahu tentang Ana. Dan itu selalu membuat Ana risih sejak lama.


Ana pun segera mengambil sebuah nampan karena bagian dapur sudah memanggilnya untuk segera mengantarkan pesanan itu kepada meja Sean. Dan Ana mencoba untuk profesional dan tidak ingin terlalu banyak basa-basi dengan pria itu.


"Silahkan menikmati pesanannya sir," Ucap Ana tersenyum sambil menaruh pesanan itu ke meja Sean.


Saat Sean akan memanggil namanya, Ana memutuskan untuk langsung pergi melangkah ke belakang menuju ruang khusus karyawan dan tidak menghiraukan Sean yang memanggilnya terus-menerus.


"Apa kau mengenal pria itu Ana?" Tanya salah seorang temannya yang bekerja di cafe itu.

__ADS_1


"Tidak, entahlah mungkin aku lupa jika aku pernah kenal dengannya," Kekeh Ana sambil tertawa dengan sangat keras dan membuat temannya itu pun ikut tertawa.


***


Ana sedang berjalan pulang menuju rumahnya, tapi perasaannya kini sangat tidak enak dan juga tidak karuan. Ia merasa seperti ada seseorang yang mengikutinya dari belakang, Ana segera membalikan badannya dan melihat sekitar. Namun Ana sama sekali tidak menemukan seseorang mengikutinya.


"Ah mungkin hanya perasaanku saja," Lirih Ana dan memutuskan untuk kembali berjalan.


Ana menghela nafas dengan sangat kasar karena ia berhasil untuk menghindar dari orang jahat yang mengikutinya itu. Ana sudah sampai di depan rumahnya dan segera masuk kedalam. Saat Ana melangkah kedalam rumah, ia tidak menemukan ibunya. Ia menjadi sangat khawatir dan mencari ibunya itu ke kamar.

__ADS_1


Ana sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya, ibunya kini sudah tergeletak dibawah dan ibunya itu jatuh dari atas kasur. Ana menangis dengan sangat keras dan mencoba membangunkan ibunya. Namun sayang usahanya untuk membuat ibunya terbangun tidak berhasil, ibunya sama sekali tidak memberikan responan kepada Ana dan membuat Ana semakin panik dan menangis.


Ana segera menghubungi ambulans dan berharap ambulans itu akan datang dengan cepat karena ia tidak ingin menunggu lama sehingga hal buruk terjadi pada ibunya. Ana terus mengenggam tangan Ellys berharap jika wanita paruh baya itu akan baik-baik saja.


Ana segera berlari menuju ambulas karena para petugas sudah membawa ibunya masuk kedalam ambulans itu. Ana terus mengenggam tangan ibunya saat diperjalanan, ia berharap jika tidak ada suatu hal yang buruk dan ibunya akan baik-baik saja. Ana terus mencoba berpikir positif namun kenyataan nya tidak bisa.


***


Nick terkejut saat ia mendapatkan kabar dari anak buahnya jika kini Ana sedang menuju rumah sakit karena ibunya terjatuh dikamar. Nick yang berencana untuk menemui Ana dan melamar Ana langsung mengurungkan niatnya. Kini Nick sangat khawatir dengan keadaan wanita itu dan juga keadaan ibunya.

__ADS_1


Nick masih tidak percaya jika Ana masih mempunyai ibu. Karena yang Nick tahu setelah ayah dan ibu Ana bercerai, Ana hanya tinggal bersama ayahnya. Sedangkan ibunya sama sekali tidak pernah menemui Ana pada saat itu.


Ia langsung bersiap untuk segera menyusul Ana ke rumah sakit yang alamatnya sudah dikirimkan oleh anak buahnya. Ia tidak ingin melihat Ana menangis seorang diri, ia ingin menenangkan wanita itu dan memberikan bahunya untuk wanita itu dapat bersandar dan meluapkan semua kesedihan yang kini dialami wanita itu.


__ADS_2