Forever Mine

Forever Mine
Bab 5


__ADS_3

Anastasia masuk ke dalam rumah susun tua dengan langkah nya yang semakin gontai, ia merasa tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk berjalan menaiki setiap anak tangga yang ada, namun ia harus memaksakan diri untuk terlihat bahwa ia sedang baik-baik saja, ia tidak ingin membuat ibunya yang sedang terbaring lemah itu menjadi khawatir kepada nya.


Anastasia segera menghampiri Ellys yang kini sedang terbaring di sebuah kasur sederhana, kasur yang sangat jauh berbeda dengan kasur yang ia miliki saat ia masih menjadi orang kaya. Ia tersenyum dan mengelus lembut rambut Ellys yang tampak mulai menipis. "Ana, bagaimana pekerjaanmu?" Tanya wanita parubaya itu dengan sangat pelan, senyuman tulus yang menandakan kelembutan hatinya membuat Anastasia ingin menyembunyikan semua kepedihan yang dia alami.


Anastasia terdiam sejenak, ingin sekali ia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya hari ini. Namun ia segera menepis pikiran nya itu, ia tidak ingin membuat Ellys bersedih. "Pekerjaanku sangat lancar dan aku sangat menyukai pekerjaanku mom," ucap Anastasia dengan memberikan senyuman palsunya.


Ellys hanya tersenyum mendengar ucapan Anastasia, terlihat jelas dari pancaran mata Ellys jika ibunya itu merasa sangat bersalah kepada Anastasia karena setelah kepergian ayahnya, Anastasia lah yang harus bekerja banting tulang untuk membiayai kehidupan mereka. "Maafkan Mommy sayang, sekarang Mommy sama sekali tidak bisa membantumu," ucap Ellys dengan air mata yang mulai membasahi pipi.


"Tidak Mom, Mommy tidak perlu merasa bersalah kepadaku. Kau tahu dengan kejadian ini aku dapat mengambil hikmah bahwa hidup itu tidak selalu berjalan dengan apa yang kita inginkan Mom. Aku percaya rumus dunia ini, bahwa roda kehidupan itu berputar Mom, mungkin dulu kita berada di atas tapi sekarang kita sedang berada di bawah. Mommy harus tetap bersyukur," ucap Anastasia dengan sangat lembut sambil memeluk Ellys lembut walau dalam hatinya Anastasia sedang ikut menangis perih


Anastasia sudah tidak bisa lagi menahan kesedihan nya, kehidupan nya sekarang sudah sangat hancur ditambah ia harus dipertemukan kembali dengan pria bernama Nicholas!

__ADS_1


Setelah memastikan bahwa ibunya sudah tertidur dengan pulas, Anastasia memilih berjalan keluar menuju balkon. Menatap langit malam yang kini terlihat sangat mendung, hanya saja terlihat indah karena lampu-lampu kota yang menyala.


Bahkan Anastasia pun merasa bahwa langit mengerti dengan keadaan yang saat ini terjadi padanya. Ia berharap jika hujan akan turun malam ini, ia ingin air matanya mengalir dibawa oleh air hujan itu. Ia tidak ingin ada seorang pun yang tahu jika saat ini ia sedang menangis.


Selama bertahun-tahun ia mengumpulkan uang dengan susah payah agar dapat bekerja di Meksiko dan bersembunyi di negara itu, namun setelah pertemuan nya dengan Nicholas membuatnya berpikir, akankah kehidupan nya terasa aman dan baik-baik saja atau malah sebaliknya? Ia takut jika Nicholas nekat untuk menghancurkan hidupnya.


Air matanya sudah tidak dapat terbendung lagi, perasaan nya kini sangat kacau dan tidak karuan. Entah siapa yang bisa untuk dijadikan sebagai tempat bercerita, ia hanya memendamnya sendiri. "Ya Tuhan tolong kuatkan aku," lirih Anastasia disela tangisan nya.


Nicholas kini sedang berendam air hangat pada bath up yang disediakan hotel mewah tempatnya menginap. Ia rasa tubuhnya membutuhkan kenyamanan karena hari ini dirinya merasa sangat lelah setelah bertemu dengan para investor pentingnya.


Terlintas seorang wanita cantik berkulit putih dan memiliki rambut panjang indah yang berwarna pirang. Ia sangat bersyukur karena setelah sekian lama ia mencari wanita itu, kini ia dipertemukan dengan tidak sengaja.

__ADS_1


Wanita yang dulu sangat ia cintai, seorang wanita kaya raya yang mempunyai hati yang begitu sederhana dan ramah pada setiap orang yang berada didekatnya. Kini Nicholas harus mengubah rasa kagum itu menjadi rasa yang dipenuhi dengan dendam. Andai saja dulu ayah wanita itu tidak menghina dirinya dan ibunya, mungkin ia tidak akan memiliki rasa dendam seperti sekarang ini.


Setelah Nicholas selesai berendam air hangat, ia bangkit dan duduk disofa empuk yang terlihat sangat mewah itu. Terdengar suara notifikasi dari ponselnya dan Nicholas pun segera memeriksa notifikasi itu.


Nicholas mendapatkan sebuah email yang berisi tentang informasi mengenai Anastasia, tiga tahun yang lalu perusahaan milik ayah Anastasia mengalami kebangkrutan dengan hutang yang mencapai ratusan juta dollar. Dan tiga bulan setelah mengalami kebangkrutan, ayah Anastasia ditemukan gantung diri di rumah mewah miliknya yang akan segera disita. Tidak lama kemudian, kakak Anastasia berhasil ditangkap polisi karena terbukti menjual barang atau obat-obatan terlarang. Namun semua berita cukup berhenti sampai disitu, tidak ada sama sekali kabar mengenai Anastasia yang melanjutkan hidupnya seperti apa.


Nicholas kemudian bangkit dan mengambil sebuah gelas dan dituangkan lah sedikit anggur untuk menghangatkan tubuhnya di tengah cuaca yang sedang dingin itu. Nicholas seakan tidak mempercai dengan berita yang didapatnya. "Sungguh malang sekali nasibmu sekarang Ana," lirih Nicholas setelah membaca berita yang diterima nya melalui email itu.


Ada rasa senang saat Nicholas mendengar jika pria tua itu kini sudah tiada. Namun lagi-lagi hatinya bertanya, kenapa ia menemukan Anastasia di Meksiko, jauh dari tempat tinggal mereka dulu.


Nicholas mengacak rambutnya dengan sangat kasar, ia kembali mengingat ayah Anastasia yang dulu sangat jahat kepadanya. Sekilas ada perasaan sangat bahagia mendengar kabar itu, namun ia juga merasa iba dengan kondisi Anastasia. "Apakah aku harus berpesta untuk merayakan kepergian ayahmu Ana?" lirih Nicholas jahat, tapi jauh di dalam lubuk hatinya ia tidak sejahat itu, ada beberapa perasaan berkecamuk di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2