Forever Mine

Forever Mine
Bab 39


__ADS_3

Sinar matahari mulai menembus melalui jendela kecil yang berada di tempat tinggal Ana. Ia segera bangun dari tidurnya dan mulai mencari dimana ibunya berada, tatapannya tertuju pada seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di sebuah kursi sederhana dan tersenyum saat melihat Ana.


Tanpa perlu waktu yang lama, Ana langsung berhambur dan masuk ke dalam pelukan ibunya. Ia terlihat sangat merindukan Ellys setelah penyesalan nya pada sang ibu yang dia tinggal sendirian di tempat tinggalnya ini hanya demi tinggal bersama Nick.


Ia tak henti untuk mencium ibunya, ia seperti ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya. Namun ia tak ingin mengambil resiko iika ibunya akan menjadi khawatir dan memperburuk keadaannya. "Sayang tadi mommy lihat ke kamarmu karena merindukanmu dan ternyata Tuhan mendengarkan doaku dan menghadirkanmu untuk datang kemari," ucap Ellys sambil memeluk anak wanitanya itu.


"Iya mom, semalam aku datang mommy sudah tidur dan aku tidak tega untuk membangunkanmu mom," ucap Ana tersenyum dan membalas pelukan ibunya.


Ana menceritakan ke Ellys bahwa ia sudah berhenti bekerja di hotel karena alasan terlalu sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk bisa bersama ibunya. Ellys pun memahami apa yang diucapkan oleh Ana, dan Ellys pun menyuruh Ana untuk mencari kerjaan yang lebih dekat dari tempat tinggal mereka saat ini. Ellys pun tidak ingin terlalu jauh dengan Ana karena selalu tersiksa oleh rasa rindu yang selalu melanda hati Ellys.

__ADS_1


Ana pun langsung memeluk Ellys dengan sangat erat, ia tidak ingin meninggalkan ibunya lagi sendiri dirumah dengan keadaan yang sedang sakit. Andai Nick memintanya untuk kembali pulang ke mansion mewahnya, Ana meminta untuk ia membawa Ellys untuk tinggal di mansion mewah Nick.


Namun Ana langsung menepis pikirannya itu, meskipun Ana sangat merindukan Nick tapi tidak semudah itu untuk Nick mengajak Ana kembali tinggal di mansionnya. Nick tidak mungkin menyuruh Ana kembali jika Nick belum melihatnya kembali menangis karena kesalahannya bertemu dengan Sean.


***


Ana melihat-lihat sekitar sambil mencari tulisan dibutuhkan karyawan, namun tidak ada satu pun tempat yang ia temui yang sedang membutuhkan karyawan. Ia sudah hampir putus asa, namun teringat kembali pada ibunya yang mengharapkan jika Ana segera mendapatkan pekerjaan yang baru.


Hingga langkah Ana terhenti di depan cafe, di cafe tersebut ternyata sedang dibutuhkan seorang karyawan yang akan diposisikan menjadi waiters atau pelayan. Ana dengan semangat langsung melangkahkan kakinya dan masuk ke cafe tersebut.

__ADS_1


Dengan senyuman dan semangat yang begitu melekat, Ana memberanikan diri untuk bertemu langsung dengan pemilik cafe itu dan meminta pekerjaan kepadanya.


***


Nick sedang berdiam di balkon kamarnya, semenjak kepergian Ana dari mansion mewahnya ia menjadi lebih sering untuk berdiam diri dan tidak banyak melakukan aktivitas seperti sebelumnya. Nick merasa ada yang hilang saat Ana tidak ada disampingnya.


Ia sangat mengutuki dirinya jika saat ini ia begitu merindukan Ana. Ia berharap jika ia akan bertemu kembali dengan Ana, dan berharap jika Ana akan kembali pada pelukannya. Karena rasa rindu Nick kepada Ana begitu sangat menyiksa baginya.


Nick kembali meraih sebuah album foto, ia membuka foto-foto Ana. Tanpa sadar air mata mulai mengalir cukup deras di pipi milik Nick. Sekarang ia merasakan jika Nick begitu hancur saat Ana meninggalkannya, lebih tepatnya saat Nick mengusir Ana dari mansionnya.

__ADS_1


__ADS_2