
Jam makan siang yang di tunggu-tunggu Ana pun tiba, Ana dengan segera pergi ke sebuah kantin yang berada di dalam hotel itu. Perutnya yang sejak tadi sudah memberikan tanda jika ia harus segera mengisi tenaganya yang semakin menurun. Anastasia pun mencoba tersenyum saat makan siang yang telah dipesannya itu tiba, tanpa berlama-lama pun ia segera menghabisi makan siangnya.
Anastasia berjalan memasuki kembali hotel, dan ia pun tersenyum saat seseorang menghampirinya. Orang itu menyampaikan pesan jika Anastasia dipanggil oleh manajer Area di ruangannya, seseorang yang tingkatnya lebih tinggi dari Kelly . Anastasia yang tak ingin berpikir terlalu banyak langsung menganggukkan kepalanya mengerti dan sedikit memberikan senyum.
Saat di dalam lift, entah mengapa perasaannya kini menjadi sangat kacau, kenapa ia harus sampai dipanggil oleh manajer area? apakah Kelly melaporkan pekerjaannya yang melamun pagi tadi?Anastasia mengutuki dirinya sendiri atas kesalahan yang ia lakukan tadi pagi. Anastasia melangkah semakin dekat dengan ruangan manajer itu, dan dengan sangat ragu ia masuk kedalam untuk menemui manajernya itu.
"Kau Anastasia?" Ana mengangguk pelan. "Duduklah," ucap manajer itu mempersilahkan untuk Anastasia duduk.
__ADS_1
Dengan rasa gugup Anastasia pun duduk dihadapan manajernya itu, banyak pertanyaan dalam dirinya apa yang akan terjadi sampai manajer itu memanggilnya. "Anastasia kau dipindahkan ke hotel pusat yang berada di ibu kota," ucap manajer itu dengan sangat tegas.
Deg! Jantung Anastasia terasa seperti berhenti saat ia mendengar ucapan dari sang manajer. Apa karena kesalahannya tadi pagi ia sampai harus di pindahkan ke tempat kerja baru yang jauh dari tempat tinggalnya. "Maaf? Ta-tapi aku tidak bisa sir, itu terlalu jauh dari tempat tinggal ku, da—dan aku juga tidak ingin meninggalkan ibu ku yang sedang sakit." Anastasia menolak dengan nada bicara yang sangat lembut.
"Kau berani menolak perintahku? Kau tahu kan apa resiko yang akan kau ambil jika kau berani menolak perintahku?" Ucap manajer itu yang kini terdengar sangat marah karena Anastasia menolak perintahnya.
Anastasia berjalan keluar dari ruangan manajer nya itu. Apa yang ia takutkan kini terjadi, ia harus dipindahkan ke tempat kerja baru nya yang berada di ibu kota Meksiko. Tanpa ia sadari kini air mata nya mulai mengalir di pipi putihnya. Ia terlihat sangat kacau sekarang. Ia menangis memikirkan betapa banyak ujian hidup yang sekarang ia terima saat ayah nya meninggal dunia. Kehidupan nya kini terasa sangat hancur dan sia-sia.
__ADS_1
Anastasia pasrah dengan kenyataan yang harus dijalaninya, ia menerima perintah untuk pindah kerja di hotel yang berada di ibu kota Meksiko itu. Karena hanya itulah pekerjaan yang saat ini ia miliki, dan ia sangat membutuhkan pekerjaan itu untuk bertahan hidup. Hatinya terasa sangat hancur ketika ia kembali mengingat ibunya yang kini terbaring lemah dan tidak berdaya untuk melakukan apapun.
***
Nicholas memasuki mansion mewah miliknya, mansion mewah yang ia dapat dari hasil jerih payahnya selama beberapa tahun kebelakang. Kini ia merasa sangat bahagia atas semua pencapaian yang telah ia dapatkan, ia mampu menikmati segala kemewahan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Langkahnya terhenti saat ia melihat sebuah foto dikamarnya, ia tersenyum dengan sangat lebar seolah telah mendapatkan suatu kemenangan yang selama ini ia nantikan. Ia tersenyum saat mendengar rencana nya kini berhasil. Kehancuran Anastasia lah kini yang membuatnya bahagia.
__ADS_1
"Kau tidak akan pernah bisa lepas dariku Ana!" Ucap Nicholas sambil memegang foto Anastasia.