
Setelah kepergian ibunya kini Ana kembali tinggal bersama dengan Nick. Ana menyetujui saat Nick memberi tawaran untuk tinggal di mansion mewah Nick lagi. Ana sudah sangat yakin jika kali ini Nick tidak akan pernah menyakitinya lagi, dilihat dari pancaran mata Nick saat berhadapan dengannya. Tatapannya kali ini bukan tentang dendam melainkan penuh dengan ketulusan.
Ana merasa bersyukur karena ia bisa melihat Nick yanh seperti dulu lagi, yang selalu bersikap lembut dan juga sangat mencintainya. Dibalik sebuah kesabaran yang selama ini ia jalani, akhirnya takdir mengembalikan Nick yang dulu. Yang selalu membuatnya bahagia, selalu membuatnya tenang dan nyaman saat berada disamping Nick.
Ana semakin terharu saat mendengar Nick selalu mencarinya setelah Nick mengusirnya dari mansion beberapa waktu lalu. Pria itu sampai mengerahkan banyak anak buahnya untuk mencari keberadaan Ana. Seperti itulah Nick, akan berusaha sekeras apapun demi seseorang yang dicintainya. Pikir Ana.
Senyuman manis Ana terpancar saat ia melihat seorang pria disampingnya yang kini sedang mencoba untuk membuka matanya. Ana langsung mencium kening pria itu dengan penuh kelembutan. Setelah menyadari apa yang telah ia lakukan, Ana langsung mundur dan terlihat seperti salah tingkah karena sudah mencium Nick. Mungkin saja itu keinginan sang bayi yang berada didalam kandungannya.
"Kau kenapa? Sepertinya kau salah tingkah setelah kau menciumku," Goda Nick sambil mencolek dagu Ana dan membuat Ana kembali tersipu malu.
"Tidak, aku tidak salah tingkah. Kau jangan terlalu percaya diri Tuan Nick," Ejek Ana sambil mengerucutkan bibir mungilnya.
Ana terkejut saat tubuh kekar Nick langsung memeluknya. Sepertinya pria itu sangat gemas dengan tingkah laku Ana yang lebih manja sekarang. Tanpa ragu ia pun membalas pelukan Nick dengan hangat, ia tidak merasa malu lagi karena saat ini yang ia butuhkan dan yang ia miliki hanyalah Nick.
"Nick," Lirih Ana melepaskan pelukannya dari Nick.
"Hmm," Nick tidak menjawab dengan panjang lebar, ia akan mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Ana.
"Kau tidak akan pernah meninggalkanku kan? Aku takut jika suatu saat nanti kau akan pergi meninggalkanku," Ucap Ana dengan mata yang mulai menahan bulir bening yang sebentar lagi akan turun membasahi pipi putihnya.
"Kau ini bicara apa? Sampai kapan pun aku tidak akan pernah berniat meninggalkanmu. Aku sangat hancur saat aku harus jauh darimu Ana," Ucap Nick menatap dalam mata milik Ana, dan langsung memeluk wanita yang berada dihadapannya itu.
__ADS_1
***
Kini Ana sudah terlihat rapih menggunakan gaun ketat berwarna ungu tua yang memperlihatkan bentuk tubuhnya. Perutnya yang semakin membesar terlihat sangat indah dengan balutan gaun tersebut. Ia berniat untuk memberitahu Nick jika ia sedang mengandung anak dari pria itu.
Ana membiarkan rambutnya tergerai indah dengan rambutnya yang terlihat sangat lurus itu. Membuat Ana terlihat lebih anggun dan dewasa, ia menambahkan aksesoris anting kecil ditelinganya. Tidak ia pun memoleskan sedikit make up agar terlihat semakin cantik dihadapan Nick.
Ana tersenyum saat ia melihat dirinya disebuah cermin besar. Tidak bisa dipungkiri ia pun mengakui bahwa dirinya memang sangat cantik, dan masih terlihat seperti orang kaya. Ana tertawa kecil saat berpikir bahwa dirinya masih terlihat seperti orang kaya, padahal sekarang ia tidak memiliki apapun.
Tangan besar melingkar dipinggang Ana, Nick kini memeluknya dari belakang. Pria itu pun sudah terlihat sangat rapih dengan baju yang ia kenakan. Hari ini mereka merencanakan untuk pergi ke sebuah butik ternama di ibu kota Meksiko untuk melakukan fitting baju pernikahan. Mereka telah sepakat untuk menikah di bulan depan dengan tanggal yang sudah mereka tentukan.
"Kau jangan membuat mommy mu sakit ya," Ucap Nick sambil mengelus lembut perut buncit Ana.
"Kau sudah tahu jika aku hamil?" Tanya Ana.
"Aku sudah mengetahui semua tentangmu. Dan kau harus terbiasa akan hal itu, aku akan mencari semua informasi tentangmu saat aku harus jauh darimu," Ejek Nick dengan memeluk erat Ana.
"Kau ini!" Desis Ana.
***
Tatapan Ana kini tertuju pada keindahan yang berada di butik ternama ini. Tepat sekali, mereka kini sudah tiba di sebuah butik yang sudah di tentukan oleh Nick. Ana menyerahkan semua keperluan pernikahan mereka pada pria yang akan menjadi suaminya itu.
__ADS_1
Ana tak henti menatap kagum seluruh gaun pengantin yang terpajang dengan sangat rapih dan terlihat sangat indah. Tatapan Ana tertuju pada sebuah gaun putih dengan bentuk v-neck yang memperlihtkan bentuk dada dari patung itu. Gaun itu terlihat sangat mewah dengan banyak permata yang menghiasi gaun putih tersebut. Namun ia tidak berani untuk mengatakan keinginannya itu pada Nick.
Tangannya tidak lepas dari genggaman Nick, pria itu selalu menggenggam tangan Ana sejak mereka turun dari mobil tadi. Dan hal sederhana itu yang membuat Ana bahagia dan semakin mencintai pria yang kini akan menjadi suaminya itu. Ana terkejut saat mendengar Nick berbicara pada seorang karyawan butik dan pria itu menunjuk sebuah gaun yang sudah dari tadi menjadi perhatian Ana. Pria itu seakan tahu semua isi hati dari Ana. Ana tertawa kecil saat memikirkan hal itu.
"Ayo Mrs. Ana saya bantu untuk mengenakan gaun ini," Ucap seorang karyawan butik itu sambil membawa gaun yang sudah dipilih oleh Nick tadi.
Ana hanya mengangguk dan berjalan mengikuti karyawan itu untuk masuk ke ruang ganti. Ia sudah tidak sabar untuk mencoba gaun cantik itu. Tapi sebenarnya Ana lebih tidak sabar untuk segera menikah dengan Nick. Walaupun hanya sebulan lagi tapi terasa sangat lama bagi Ana.
***
Nick duduk di sofa yang berada dibutik itu, ia sedang menunggu Ana yang kini sedang mencoba gaun pengantin yang sudah dipilihnya tadi. Nick sudah membayangkan jika Ana akan terlihat sangat cantik saat wanita itu menggunakan gaun cantik itu.
Tatapan Nick kini tertuju pada sebuah tirai yang kini mulai terbuka. Dan memperlihatkan seorang wanita yang terlihat sangat cantik dengan menggunakan gaun pengantin. Nick tidak berhenti menatap kagum wanita yang berjalan menghampirinya itu. Ia memberikan senyuman manis dan meraih tangan mungil wanita itu.
"Kau terlihat sangat cantik Ana!" Ucap Nick masih nyaman untuk menatap kagum Ana.
"Bagaimana? Aku sudah sangat jatuh cinta pada saat melihat gaun ini!" Ucap Ana sambil tersenyum lebar dan menambah kecantikannya.
Nick yang semakin gemas dengan Ana langsung memeluk Ana dengan sangat erat. Walaupun wanita itu protes karena ada karyawan butik yang kini sedang menonton kemesraan mereka, Nick tidak peduli. Nick merasa jika dunia ini hanya milik mereka berdua.
"Aku sudah tidak sabar untuk menikah denganmu," Lirih Nick.
__ADS_1