Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Dendam Bagas


__ADS_3

Sampai dikediamannya Galaxy menggendong Axel ala bridal menuju kamarnya, dia lalu mendudukkan Axel di pinggir tempat tidur dan bergegas mencari kotak P3K untuk mengobati bibir Axel yang terluka.


Setelah itu Galaxy membawa Axel ke kamar mandi. Galaxy makin geram melihat ada beberapa luka memar ditubuh mulus sang istri ketika dia melucuti pakaian istrinya itu.


Selesai ritual mandi Galaxy mendudukkan Axel di tempat tidur, dia mengoleskan gel untuk menghilangkan memar yang muncul di beberapa tempat ditubuh istrinya.


"Iisshh.... pelan-pelan abang...." Axel merintih setiap kali Galaxy mengoleskan gel anti memar.


" De...." panggil Galaxy membalikkan tubuh Axel


" Sejak kapan...?" tanyanya


" Sejak kapan apa ?" Axel tidak mengerti apa maksud pertanyaan Galaxy


" Sejak kapan ade bisa berkelahi ?" tanya Galaxy menatap Axel penuh tanda tanya


" Udah lama..." jawabnya tertunduk


" Guruh dan Guntur...?" Galaxy menebak siapa yang mengajari sang istri untuk bisa berkelahi sebaik itu yang disambut dengan anggukan kepalanya.


Galaxy membenamkan sang istri dalam pelukannya..


" Abang gak marah kan ?" tanya Axel


" Engga sayang " jawabnya mengecup kepala sang istri.


Terimakasih untuk menjaga dirimu untukku...


Flashback on


" De....mau yah abang ajarin ade beladiri ?" tanya Guruh


" Meski ade ini perempuan tetep harus bisa jaga diri, jaga-jaga kalo satu saat nanti ada yang macem-macem tinggal hajarrr..." sambung Guntur


Mereka mulai mengajarkan Axel ilmu beladiri ketika Galaxy ditugaskan ke timur tengah beberapa tahun yang lalu hingga saat ini setiap Galaxy pergi bekerja, Axel selalu melatihnya gerakannya diruang olahraga.


Flashback off


Melihat sang istri sudah tertidur pulas, Galaxy diam-diam beranjak dari tempat tidur, mengganti pakaian dan pergi setelah sebelumnya memerintahkan anak buahnya untuk tetap bersiaga.


Galaxy bergegas menuju tempat dimana para pengawal membawa Bagas, kesebuah rumah mungil dipinggiran kota.


" Apa maksud dari semua ini !?" dengan geram Galaxy kembali bertanya


" Kau ingat adiku Mia...?" tanya Bagas lirih


Tubuhnya kini lemah akibat pukulan yang diberikan oleh Toni sang sopir pribadi merangkap sebagai kepala pengawal kepercayaan keluarga Bima Sakti.


" Ada apa dengan Mia...?" ujar Galaxy penuh dengan tanda tanya

__ADS_1


" Dia mati...! Adikku mati bunuh diri karena kamu..!" pekik nya


" Apa..??!!" seru Galaxy tak percaya


" Dia mati bunuh diri karena kamu Galaxy!" ujarnya terengah


" Karena kamu telah tega meninggalkan nya demi gadis murahan itu !" lanjutnya


" Tunggu Bagas kau salah! Mia yang meninggal kan aku, dia berselingkuh dengan sahabat ku sendiri..!" tegas Galaxy


" Apa kamu tau betapa hancurnya aku saat itu?? Aku sangat mencintaimu adikmu Bagas! Tapi aku belum bisa memenuhi keinginannya untuk menikah karena aku masih dalam ikatan wajib militer! " Galaxy mencoba meyakinkan Bagas


" Dan kau salah Bagas, Istriku tak ada hubungannya dengan ini, kami baru tiga tahun menikah! " serunya


" T..tapi adikku bilang...." ucapan Bagas terpotong


" Mia memang mendatangi aku kembali, tapi itu jauh sebelum kehadiran Axel istriku...Dia memohon agar aku dapat menerima nya kembali karena ternyata sahabat ku menikahi wanita pilihan orang tuanya, tetapi aku tidak bisa melakukan itu...Hatiku terlalu sakit untuk dapat menerima dia kembali, aku sudah tidak mencintai nya..." Galaxy menjelaskan duduk perkaranya.


" A...aku tidak tahu itu....a...aku..." ucap Bagas terbata, dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


" Jadi apa yang dikatakan Sintha...." sambung Bagas terpotong


" Apa...?? Sintha...?? kau mengenal wanita busuk itu??" tanya Galaxy geram ketika Bagas menyebut namanya


" Dia hadir diantara aku, Mia dan sahabatku Bagas! bahkan dia hampir menghilangkan nyawa istriku! Bagaimana kamu bisa termakan oleh kata-katanya hah!?" seru Galaxy semakin geram karena kebodohan orang yang ada dihadapannya.


Sebelum pergi Galaxy memerintahkan para pengawalnya untuk membawanya ke rumah sakit dan melepaskan nya.


.


.


.


Flashback on


" Temui aku di hotel XYZ jam 8 malam ini dan aku tidak menyukai keterlambatan!" titah Bagas kepada Sintha, wanita yang sudah berani mengungkit masalah adiknya Mia.


Tuutt....tuuuttt ...


" Hallo selamat malam.."


" Oke...suruh dia ke kamar saya " menutup sambungan telepon.


Tok...tok...


Ceklek


" Duduk !" titah Bagas pada seorang wanita yang baru saja memasuki kamar nya.

__ADS_1


" Jadi apa rencana mu ?" tanya Bagas nakal


Bagas duduk dihadapan Sintha dengan membuka kakinya lebar, Sintha menelan saliva nya mengedarkan pandangannya lalu dia mulai menceritakan semua rencana jahatnya.


" Menurut mu apakah itu terlalu lama ? kenapa tidak di Singapura saja kita musnahkan wanita itu ?" tanya Bagas menginterogasi


" Aku tahu disana tinggal seorang wanita yang selama ini selalu mengejar cinta Galaxy, dia adalah saudara sepupu tante Siska, aku sudah menghubungi nya dan bekerja sama dengannya, kamu gak usah khawatir kan itu " jawabnya panjang


" Hmmmmm.... baiklah " Bagas menyunggingkan senyumnya, lalu dia berdiri mendekati Sintha


" Apa jaminannya jika semua rencana ini berhasil hhmmm??" tanya Bagas mendekatkan wajahnya dileher Sintha


Deg....


" A..aku ...aku...." membuang nafas kasar setelah Bagas menjauhkan wajahnya


" Baiklah...akan aku pikirkan nanti..." lanjutnya


Bagas lalu mengusir Sintha dari hadapannya malam itu, dia lebih baik menghabiskan waktu bersama wanita malam daripada dengan wanita licik seperti Sintha.


Flashback off


" Apa yang sudah kalian lakukan kepada istriku hah?!" seru Galaxy kepada adik kembarnya


" Apa bang ...kami melakukan apa ??" jawab Guruh bingung dengan pertanyaan sang kakak


" Kalian mengajarkan apa sama dia ?!" tanyanya lagi


" Gerakan dia bagus, pukulan nya mantap, tendangan nya juga oke bisa menjatuhkan orang sekali tendang " lanjutnya memberikan petunjuk kepada kedua adik kembarnya


" O..oohoho... itu " cicitnya dengan memperlihatkan barisan gigi-gigi putih keduanya


" Lain kali bilang dulu...! paham?!" ucap Galaxy


" I....iya bang..." Galaxy meninggalkan keduanya yang kini bertanya-tanya.


Mereka kira sang kakak telah merasakan tendangan maut sang adik tercinta.


.


.


.


To be continued


Dukung author dengan like dan komen yah


Terimakasih 😉😉

__ADS_1


__ADS_2