
Galaxy memeluk istrinya dan mencium keningnya.
Rencana mereka yang hanya satu hari mereka urungkan karena kondisi Axel pun karena cuaca yang tidak mendukung. Disana hujan sangat deras sehingga tidak memungkinkan bagi mereka untuk memaksakan diri untuk kembali ke Jakarta.
Galaxy sengaja tidak memberi tahu ayah dan bunda nya, bisa-bisa perang dingin tragedi Singapura terulang kembali pikirnya.
Hujan tidak juga reda hingga malam tiba, Axel yang tiba-tiba ingin memakan jagung bakar harus bersabar menunggu hingga hujan reda.
" Baby.... diluar masih hujan....kita gak pake mobil kesini " ujar Galaxy menenangkan Axel yang sedari tadi merengek minta dibelikan jagung bakar.
" Aku minta bibi buatin makanan sama minuman hangat buat kamu yah " Galaxy beranjak menuju dapur meninggalkan Axel sendiri didepan perapian.
" Bi...ada bahan makanan apa didapur?" tanya Galaxy
" Ini den...mang Ujang tadi ngambil singkong sama ubi dikebun, bibi lagi bikin goreng singkong sama bola ubi manis " ujarnya disela-sela aktivitas nya mengolah makanan.
" Ada keju gak bi?" tanyanya lagi
" Ada den dikulkas..." jawabnya lagi
" Nanti tolong taburin singkong nya pake keju yah bi, sama tolong bikinin bandrek nya sekalian " imbuh Galaxy
Galaxy menuju ruang keluarga tempat tadi dia meninggalkan Axel untuk menikmati hangatnya perapian, langkah nya terhenti jantung nya berdegup kencang melihat sang istri yang tengah berada disana dengan pisau dilehernya.
" Axel....!! " pekik Galaxy
" Lepaskan dia!!" pekiknya lagi
" Selamat malam kak...." sapa Sintha yang tiba-tiba memasuki ruangan dengan membawa pisau belati ditangannya
" Sintha apa yang sudah kamu lakukan!" Galaxy geram dengan ulah Sintha kali ini yang menurut nya sudah tidak bisa ditolerir lagi.
" Maafkan aku kak....jika aku tak bisa memiliki mu, maka dia pun sama .." ujarnya dingin
" Sintha apa kamu sudah gila hah?! mau sampai kapan kamu seperti ini ?!!" Galaxy meradang
" Sampai kamu menerima cintaku ka! hanya aku yang pantas menjadi istrimu...!! bukan cewek penyakitan itu...bukan juga Mia...!!" Sintha tertawa tapi menangis
" Jadi....selama ini kamu yang merencanakan semuanya hah...!" seru Galaxy
" Iya ka...!! aku yang menyuruh sahabat mu untuk mendekati Mia...gadis tolol itu memang sejak awal tak pantas buatmu...dia sudah terbujuk oleh rayuan gombal sahabat mu itu..." kembali Sintha tertawa
" Dan kau cewek penyakitan! sok jadi pahlawan! kamu yang sudah menghancurkan semua rencanaku dan ayahku..! kau harus mati malam ini..!" Sintha mengeratkan rahangnya
Dia mendekati Axel bermaksud untuk menghujamkan pisau yang dia pegang kejantungnya, tetapi tiba-tiba Axel menendang ulu hati Sintha hingga ia tersungkur
Sintha terkejut pria yang menawan Axel tiba-tiba melepaskan genggaman dari tubuh wanita itu.
__ADS_1
" Sudah cukup !! wanita ****** ..!! " pekik Axel yang sontak membuat Galaxy terkejut
" Kesempatan yang diberikan oleh ayahku telah kau sia-siakan! seharusnya kamu sadar diri! kamu jahat!!! " pekik Axel lagi
" Bawa dia..!" Bagas memasuki ruangan
Sintha dibawa paksa oleh para pengawal Bagas, tetapi sebelum pergi Bagas menghampiri nya, mengangkat dagu Shinta dengan tangan kanannya.
" Tidak ada seorangpun yang bisa menipuku ! ingat itu..!" ujarnya dingin
" Bagas...apa maksud dari semua ini??!" seru Galaxy dia semakin geram dengan kejadian yang tidak masuk akal ini.
" Terimakasih nona..." ucap Bagas kepada Axel
" Axel Bima Sakti....kamu berhutang penjelasan setelah ini.." menatap Axel kesal
" Setelah hari itu, wanita ****** itu datang menemui ku dia membujukku untuk menghabisi nyawa istrimu...dia tidak tahu jika kamu telah memberi tahuku sebelumnya..." ucap Bagas
" Lalu...istriku..??" tanyanya kesal
" Well bapak letkol yang terhormat, jika aku meminta bantuan padamu untuk melancarkan rencana ini, sudah pasti kau akan menolak nya " Bagas tergelak
" Selamat malam Galaxy...maafkan aku, semoga kalian bahagia... kalian pantas untuk bahagia " ujar Bagas menepuk bahu Galaxy dan berlalu dari hadapan nya.
Flashback on
" Nomor gak dikenal...siapa sih tiap hari nelponin terus..." gunam Axel
Axel lalu melihat notifikasi chat muncul, dia membuka dan membaca nya. Setelah itu handphone nya kembali bergetar, dan kali ini Axel mengangkat panggilan telpon tersebut.
Axel mendengar kan dengan seksama apa yang dibicarakan oleh orang yang menelponnya.
" Saya akan pikirkan dulu, nanti saya hubungi " jawab Axel bimbang
Setelah tiga hari Axel mempertimbangkan apa yang dibicarakan tempo hari, Axel memutuskan untuk menghubungi pria yang menelponnya yang tak lain adalah Bagas untuk menyetujui rencananya dengan berbagai masukan dari Axel tentunya.
Flashback off
" Jatoh itu gak direncanakan abang...itu ade nya yang ceroboh " ujarnya dengan wajah inosence nya
" Apa aku harus menyadap handphone mu??!" tanya Galaxy masih kesal dengan perilaku istrinya yang kali ini benar-benar membuat jantung nya mau copot.
Axel tertunduk mendengar pertanyaan suaminya, dia tahu dia salah, tapi hanya dengan cara itu Sintha bisa mendapatkan pelajaran. Dia tidak mau terus khawatir karena kelakuan Sintha terus menerus, toh kita tidak akan tahu apa yang akan dia lakukan lagi kedepannya.
" Maafin ade abang....Ade salah...." ujarnya pelan, tak berani menatap Galaxy yang masih kesal, menurutnya itu sangat menakutkan.
Tak tega melihat reaksi sang istri, Galaxy menghampiri Axel yang duduk didepannya, dia memeluk nya erat.
__ADS_1
" Maafkan abang sayang ...abang hanya khawatir hal buruk akan terjadi...abang gak bisa sayang..gak akan pernah bisa..." ujarnya lirih
" Jadi...abang udah maafin ade..?" tanyanya polos.
Galaxy mengangkat tubuh mungil Axel, menggendong nya seperti koala.
" Aku akan menghukum mu selama sebulan penuh !" ujarnya membawa Axel ke kamar.
***********************************
" Kok baru pulang siihh...??" cicit bunda menyambut kedatangan Axel dan Galaxy.
" Iya bun...maafin ade gak ngasih kabar " sahut Axel mencium pipi kanan kiri bunda nya.
Hari Minggu sore keduanya baru tiba kembali di kediaman nya di Jakarta.
" Loh...Abang! " bunda melihat pelipis putri nya yang masih di perban dan melihat Axel yang berjalan terpincang.
" Axel jatoh bun...waktu jalan-jalan dikebun teh.." ujar Galaxy mencium kening bundanya.
Tiba-tiba...
" Uhueeekkk.... uhueeekkk..." Axel merasakan mual yang tak tertahankan.
Galaxy membopong tubuh Axel, membawanya ke kamar dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, diikuti oleh sang bunda.
" Kamu sakit sayang....masuk angin yah...?" tanya bunda khawatir
" Abang sih ..pake bawa motor segala kesana nya...jadi gini kan tuh anak bunda " cicit bunda
Galaxy akhirnya memutuskan menelpon dokter keluarga, karena istrinya yang tak henti-hentinya mual dan muntah, badannya juga demam.
" Gimana dok kondisi anak saya ?" tanya bunda Siska khawatir
" Putri anda sedang hamil, biasa di trimester pertama akan mengalami mual-mual tapi nanti biasanya hilang sendiri, saya kasih resep obat yah bu " ujar sang dokter
" Alhamdulillah..." ucap bunda dan Galaxy bersamaan.
.
.
.
To be continued
Dukung author dengan like dan komen yah 😘
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏