Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Salah Paham


__ADS_3

Queen sudah mulai terbiasa menjalani hubungan jarak jauh nya dengan Langit, dia juga banyak mendapatkan masukan positif dari mamanya dan juga dari tantenya Axel. Sekarang dia sudah tidak lagi berfikir yang terlalu macam-macam, dia yakin Langit akan baik-baik saja disana.


Seperti halnya Queen, Langit pun sama sudah mulai menerima kondisi hubungan nya dengan Queen. Mereka bahkan membuat janji pada diri mereka masing-masing untuk lebih mendukung satu sama lain demi masa depan mereka juga. Langit menyarankan Queen agar lebih fokus pada kuliah nya dan mulai menerima kawan-kawan kampusnya sebagai teman bagaimana pun sikap mereka, toh yang namanya teman tidak harus satu pemikiran terkadang kita juga butuh teman-teman yang memberikan kritik untuk kebaikan kita.


Mereka pun sepakat untuk saling menjaga diri dan yang paling penting adalah menjaga komunikasi dan tentunya menjaga hati agar tetap saling percaya dan saling setia.


Tetapi yang namanya sebuah hubungan pasti ada kalanya menghadapi cobaan demi cobaan, ada yang membuat cobaan itu sebagai penghancur sebuah hubungan adapula yang malah sebaliknya, mempererat hubungan.


Ditengah kesibukan nya menghadapi ujian semester, Queen juga disibukkan dengan pergaulan nya dengan teman-teman barunya yang menurut Langit agak terlalu berlebihan dalam hal waktu berkumpul padahal mereka sendiri sudah sepakat untuk saling menjaga diri dan komunikasi.


Akbar yang selalu saja mencoba untuk mendekati Queen, menemukan cara untuk membuat Queen lupa dengan waktunya. Dia sengaja mengundang teman-teman lainnya untuk membuat acara sepulang kuliahnya hampir setiap hari dengan alasan rapat, Queen memang bergabung di organisasi kemahasiswaan yang didalamnya terdapat Akbar kakak tingkat Queen yang menjabat sebagai ketua.


Akbar meyakini dengan cara itu dia akan membuat Queen melupakan kekasih nya yang dia tahu sedang berada jauh darinya, Queen memang tak pernah memberi tahunya tentang siapa kekasihnya yang sebenarnya, Akbar menganggap kekasih Queen hanya pria biasa mungkin seorang pengusaha kaya sama seperti Queen yang terlahir dari keluarga kaya.


Malam ini mereka masih berada di lokasi kampus, disebuah ruangan yang mereka gunakan untuk menjalankan program organisasi mereka. Mereka tengah mengadakan rapat acara untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru dikampus nya, Queen mendapatkan tugas sebagai sekretaris jadi dia harus mencatat semua hal yang berkaitan dengan rapat malam Ini.


Handphone Queen bergetar, dia meminta ijin kepada Akbar dan teman-temannya untuk menerima panggilan telepon nya diluar ruangan. Terlihat kekesalan pada diri Akbar, dia tahu siapa yang sedang menghubungi gadis incarannya.


" Sayang ...masih dikampus? Ini udah malem loh...Kok belum pulang?" Langit menghubungi Queen melalui sambungan video, dia bisa melihat pintu dibelakang kekasih nya.


" Iya bang...Queen masih rapat, tapi sebentar lagi rapatnya selesai kok " Queen memperlihatkan deretan gigi putihnya yang menambah level kecantikannya dimana Langit.


" Duh...Itu senyumnya bikin abang pengen pulang sekarang juga " Langit tergelak, wajah Queen merona. Queen sangat suka jika Langit menggoda nya, itu malah membuat nya bersikap manja pada lelaki nya itu.


Tiba-tiba terdengar suara laki-laki memanggil Queen, suara itu bernada kesal dan laki-laki itu tiba-tiba berdiri dibelakang Queen dan menyuruhnya untuk menutup panggilan telepon nya. Langit geram dengan cara laki-laki itu memperlakukan wanitanya, sangat kurang ajar menurut nya. Dia saja yang pergaulan nya keras, berhadapan dengan musuh setiap saat tidak akan berani memperlakukan Queen seperti itu betapapun Queen membuat nya kesal.


" Queen! Lo disini buat rapat! Jangan seenaknya gitu dong ninggalin acara, Lo udah bikin malu tau! " Langit masih mendengar suara laki-laki itu membentak Queen


" Sorry kak, gue udah minta ijin barusan, lagi pula udah gak ada yang perlu dibahas lagi kan?" Queen membela diri, itu salah satu yang Langit kagumi darinya, dia tidak pernah tinggal diam saat dirinya diinjak-injak.


" Heh...Lo kalo mau pacaran bukan disini, ini bukan tempatnya!" Suara laki-laki itu meninggi, Queen belum juga menutup sambungan teleponnya. Dia lupa Langit memperhatikan nya dari balik layar telponnya.

__ADS_1


" Maksud lo apa ngomong kayak gitu hah?!" Akbar kaget dengan reaksi Queen, ternyata gadis yang diincarnya tidak sejinak yang dia kira.


" Lo boleh menjabat sebagai ketua disini, tapi Lo gak berhak ikut campur urusan pribadi gue!" Queen meninggalkan Akbar yang masih berdiri terpaku.


" Sayang...Hallo...Queen..." Queen baru sadar jika dia belum menutup sambungan telponnya.


Ah sial! Kenapa gue sampe lupa...


" Abang...Maaf tadi abang jadi liat..." Queen terlihat sedang berjalan


" Kamu gak apa-apa sayang?" Langit tersenyum kecut, dia masih tidak terima dengan perlakuan laki-laki itu terhadap gadis nya, meski Queen sudah berhasil membela dirinya.


" Aku gak apa bang...Aku tutup dulu telpon nya yah, nanti disambung lagi, Aku bawa mobil sendiri hari ini " Langit tahu jika Queen menyebut dirinya dengan sebutan aku ketika berbicara dengannya itu artinya dia masih marah.


" Oke sayang... hati-hati dijalan yah, nanti langsung tidur aja, bang Langit telpon lagi besok pagi yah sayang ..Love you my Queen "


" Oke bang...Love you too my King "


" Lo kenapa bar? kayak abis liat hantu" Sarah melihat Akbar yang masih terduduk bengong sekembalinya dia dari luar tadi.


" Gak apa-apa...Eh Sar, menurut lo si Queen tuh kayak gimana sih orangnya?" Akbar penasaran, masalah Sarah suka terlihat nongkrong bareng Queen.


" Queen asik sih anaknya, dia supel dan baik. Kenapa emangnya? Lo suka ama dia? doi udah punya pacar woi...Inget loh " Sarah melihat gelagat lain dari Akbar


" Selama janur kuning belom melengkung masih bisa ditikung " Akbar tergelak, dia sangat percaya diri akan bisa mendapatkan hati Queen ( othor mah ketawa-ketawa aja, soalnya dia gak tau pan siapa pacar sang ratu sebenarnya )


" Ti ati bar, ntar patah hati " Fikri yang mencuri dengar percakapan mereka dari tadi ikut nimbrung.


Keesokan harinya


" Queen...Bisa kita bicara sebentar?" Akbar menghampiri Queen yang baru memasuki pintu gedung kampus

__ADS_1


" Bahas apa kak?" Queen melirik Akbar sekilas


" Gak ..Gue mau minta maaf soal semalam " Akbar menggaruk keningnya, dia mencoba meraih tangan Queen tapi urung dia lakukan setelah netra mereka bertemu. Queen menatap nya tajam


" Gue udah maafin kak, sorry gue mau ke kelas " Queen meninggalkan Akbar sendirian disana menatap nya penuh arti.


Sombong banget nih cewek, tenang bar...Maih banyak cara buat dapetin hatinya si Queen...


Bugh


" Eh sorry..." Salah satu laki-laki kembar menabrak Akbar dari samping


" Gak apa-apa bang .." Akbar mengelus bahunya


" Lo gak apa-apa kan?" Laki-laki disampingnya yang berwajah sama menurut Akbar mencoba untuk mendekat.


" Gue gak apa-apa kok bang ...Beneran " Akbar membungkuk kan badannya dan pergi dari hadapan keduanya.


" Cowok receh gitu mau dapetin hati ceweknya Langit?? Mimpi apa tuh anak..."


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak up selanjutnya nanti sore yaaaa 😘😘😘


Happy Reading 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2