
Pencarian Merry
" Arah jam 13 ada dua penjaga bersenjata lengkap "
" Copy that "
" Arah jam 9 negatif "
" Roger that "
" Oke kita masuk lewat arah jam 9, sekarang...!"
" Go...go...go...!!"
Satu tim pasukan SWAT bersenjata lengkap memasuki area gudang tempat Juan Alexandro menyekap para wanita yang akan dia jual ke berbagai wilayah. Dengan cekatan mereka melumpuhkan para penjaga satu persatu, mereka terus merangsak masuk untuk mencari keberadaan para korban.
" John, apa kamu sudah menemukan Merry ?" tanya Antoni melalui alat komunikasi jarak pendek.
" Tidak ada disini Toni, bagaimana dengan disana ?" jawab John
" Disini sangat penuh dengan para wanita John, aku belum bisa menemukan nya "
" Kita keluarkan mereka terlebih dahulu Toni, agar mereka lebih cepat ditangani tim medis "
Tim SWAT mengevakuasi korban yang telah ditemukan dari berbagai tempat didalam gudang besar tersebut, tapi Toni belum berhasil menemukan keberadaan Merry.
" Aku rasa kita melewatkan sesuatu disana John, ini terlalu mudah..." ujar Antoni penuh curiga
" Kita sebaiknya masuk lagi kedalam Toni..."
" Hei James! aku membutuhkan anak-anak buah terbaikmu untuk mengikuti kita masuk kedalam lagi !" pinta John
7 Orang anak buah James mengikuti John dan Antoni untuk menelusuri kembali gudang tersebut.
" John...ini pintu apa?" tanya Antoni
" Kurasa kita melewatkan pintu ini tadi..." ujar John
Tiba-tiba terdengar suara tembakan dari arah belakang mereka, anak buah James sedang mencoba melawan para penjaga yang ternyata masih berada disana.
" Pasti ada sesuatu didalam sana John, karena hanya pintu ini yang masih dijaga oleh mereka " ujar Toni
" Oke anak-anak...habisi mereka!" ujar John sementara dia dan Antoni berusaha membuka pintu tersebut.
" Sepertinya ini terkunci dari dalam " ujar Toni
Antoni memasang peledak daya rendah untuk dapat membuka paksa pintu tersebut.
DUARR..!!
Antoni dan John memasuki ruangan tersebut dengan senjata tetap berada ditangan mereka siap untuk ditembakkan jika tiba-tiba ada musuh yang menyerang.
__ADS_1
Tetapi gerakan mereka terpaksa harus terhenti karena saat ini dihadapan mereka Merry dan lima gadis disampingnya telah dipasangi alat peledak ditubuhnya mereka dalam posisi berjongkok dengan seorang pria bertato ular bersalib yang memegang tombol detonator dibelakang mereka.
Tiba-tiba mereka pun ditodong oleh senjata api tepat di belakang kepala mereka oleh pengawal Juan yang sudah menunggu mereka didalam sana.
" Turunkan senjata kalian atau kalian tahu apa yang akan aku lakukan dengan ini " ujar Juan memperlihatkan detonator yang dia pegang.
John dan Antoni terpaksa menuruti perintah Juan.
" Kau kalah jumlah Juan " ujar John mencoba menciutkan nyali orang yang ada dihadapannya.
" Tidak tua bangka, kau tidak dalam posisi menguntungkan sekarang ini, jadi jangan coba-coba !" ujarnya sombong
Terlihat ketakutan yang sangat tinggi dari kelima wanita yang ada dalam ancaman Juan, tubuh mereka bergetar, mereka menangis meski mulut mereka dibekap dengan seutas kain.
" Apa yang kamu inginkan Juan " tanya Antoni
" Kami bisa mengusahakan nya untukmu, apapun yang kamu minta " lanjutnya
" Kau tak akan pernah bisa memenuhi permintaan aku anak baru..!" jawab Juan penuh dendam
" Aku mungkin tak bisa, tapi seseorang diluar sana bisa mendapatkan nya untukmu agar kamu bisa keluar dari sini dengan selamat " Toni mencoba untuk bernegosiasi dengan penjahat yang ada didepannya.
" Apa jaminannya jika aku bisa keluar dari sini dengan selamat hah?!"
" Kau bisa membawaku pergi bersamamu Juan, lepaskan saja wanita-wanita itu mereka hanya akan menjadi penghalang mu diperjalanan "
" Pasangkan bahan peledak ditubuh anak baru ini! titahnya kepada anak buahnya
Juan melemparkan sebuah handphone kepada Antoni
" James ada seseorang yang ingin bicara padamu " ujar Antoni melalui sambungan telepon seluler.
" Apa mau mu?!" tanya James kepada Juan seketika setelah handphone beralih tangan
" Sediakan helikopter untuk menjemput ku dari atas gedung, dan uang sebanyak 50 miliar dollar atau semua yang ada disini akan aku ledakan!" ancamnya
" Jangan bertindak bod*h kau tol*l, jika kamu ledakan maka kau pun ikut mati !" pinta James dengan kasar
" Tunggu 15 menit!" James langsung menutup sambungan telponnya
" Dasar penjahat amatiran! Sok ngancam gue! dia gak tau siapa James Robinson rupanya! Hah.!!! Lihat saja..!" James berbicara pada dirinya sendiri
Seluruh anggota tim SWAT dan FBI masih bersiaga diluar bangunan yang mirip dengan gudang tersebut, mereka sedang menunggu perintah selanjutnya dari atasan mereka.
" James...! apa yang mereka minta?!" ujar komandan SWAT yang merupakan salah satu teman dekat James.
" Si Bangs*t itu meminta helikopter dan uang sebanyak 50 miliar dollar untuk uang tebusan!" umpat James
" James...kita tidak bisa mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu sesingkat ini!" ujarnya
" Kau tak usah khawatir tentang itu tua bangka, aku punya ide bagus " senyuman James menyeringai seketika
__ADS_1
" Justru itulah yang aku khawatir kan James " ujarnya
.
.
.
15 Menit kemudian James datang dengan mengendarai sebuah helikopter dan satu koper penuh dengan uang dan terbang diatas mereka lalu mendarat diatas gedung.
" Tua bangka itu benar-benar gila!" ujar komandan SWAT
James menghubungi Juan melalui alat komunikasi jarak pendek yang ada di tangan Antoni
" Keluar kau brengs*k, aku sudah ada diatas !" titah James
Juan memerintahkan anak buah mereka untuk menggiring kelima gadis yang sudah terlepas dari bahan peledak ditubuh mereka dan Juan sendiri menggiring paksa Antoni dan John dalam ancaman senjata api yang dia arahkan kepada Antoni menuju atap gedung. Sementara anak buah James mengikuti mereka secara diam-diam.
Sesampainya di atap gedung.
" Lepaskan kelima wanita itu! kau boleh bawa tawanan dan anak buah mu naik dan cepatlah aku tak punya banyak waktu!" pinta James
Orang-orang yang disebutkan James menaiki pesawat helikopter meninggalkan John dan kelima wanita itu pergi.
Diketinggian 1500 meter dari permukaan setelah 10 menit mereka berangkat.
" Hei Toni...bukankan ini sudah saatnya?" tanya James
" Apa maksud kamu tua bangka! jangan mencoba untuk macam-macam atau aku tembak anak baru ini!" ancam Juan dengan pistol yang masih berada di dahi Antoni.
" Apa kau tahu? mereka itu sangat ahli dalam pertarungan jarak dekat..." James mulai mengintimidasi Juan dan ke empat anak buahnya
" Dan apa kamu tahu, mereka sangat ahli dalam membunuh musuh-musuh mereka hanya dengan satu tikaman belati?" James terus berceloteh
" Todong kan senjata ke kepala tua bangka itu agar dia bisa menutup mulutnya !" titah Juan
Tetapi tiba-tiba sebuah gerakan secepat kilat Antoni berhasil melumpuhkan empat anak buah Juan dengan satu tusukan belati tepat dijantung mereka dan hanya menyisakan Juan dalam ancaman belati tajam Antoni tepat dilehernya. Dan dia pun melihat detonator yang tadi dia pegang telah beralih ke tangan Antoni.
" Sudah ku bilang kan ?" ujar James tertawa puas
Wajah Antoni berada dekat didepan wajah Juan dengan menodongkan pisau dilehernya, dia menatap Juan seakan-akan dia akan memakannya hidup-hidup. James lalu membawa mereka kembali ke tempat kejadian untuk menyerahkan Juan kepada pihak FBI.
.
.
.
To be continued 😉
Dukung author dengan like dan komen yah 😘
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏