Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Menyesal 2


__ADS_3

" Bisma, dipanggil ke ruang kemahasiswaan !" Fatir salah satu senior di akademi militer yang sedang mengospek memanggilnya.


" Siap kak!" Bisma berdiri dari kursinya dan memberikan hormat kepada kakak senior nya, lalu dia pamit untuk menuju ruang kemahasiswaan.


Ruang kemahasiswaan yang asalnya bersuasana hangat tiba-tiba menjadi sangat dingin dan mencekam ketika kedua netra Bisma bersitatap dengan orang-orang yang sudah hadir disana. Antoni ayah dari Queen yang telah berani menolak ungkapan cintanya dan satu lagi pria yang pernah menyekapnya ketika dia berusaha untuk menghajar Langit pada malam itu.


Dengan perasaan ragu dan takut Bisma akhirnya memberanikan diri untuk mendekati mereka.


" Duduk nak..." Antoni menyuruhnya untuk duduk dikursi yang masih kosong diantara mereka. Masih terlihat senyuman di wajah Antoni tetapi senyuman itu rasanya tetap menusuk jantung Bisma, berbeda dengan orang yang ada disampingnya raut wajahnya terlihat sangat dingin.


Dengan satu lirikan semua pengurus kemahasiswaan keluar dari ruangan itu meninggalkan Bisma dan kedua orang yang sangat disegani oleh ayahnya.


" Cerita apa yang terjadi " Intonasi suara Antoni mulai sedikit berubah.


Bisma tertunduk, dia tidak tahu harus bercerita apa dan dari mana. Apakah dia harus menceritakan awal kisahnya ketika anak gadis dari orang dihadapannya ini telah berani menolak pernyataan cintanya? Ataukah kebencian yang didasari atas rasa iri dan cemburu terhadap Langit atas kedekatan dia dan adik-adiknya serta keluarganya.


Bisma bahkan ragu untuk sekedar menghirup udara melalui hidung nya, karena kedua orang yang ada dihadapannya ini memberikan sorotan mata tajam yang menuntut jawaban dari dirinya. Dan kali ini Bisma tidak akan bisa lagi berkelit karena dia tahu reputasi kedua orang yang sedang menatapnya saat ini dari sang ayah.


" Apa kamu masih ingin melanjutkan sekolah mu Bisma ?" Lagi-lagi pertanyaan yang mudah tapi mempunyai unsur ancaman ditelinga Bisma.


Air mata yang sudah Bisma tahan dengan susah payah akhirnya tidak bisa terbendung lagi, rasa takutnya jauh melebihi ego dan kesombongan nya.


" Ma...Maafkan saya pak, sa...Saya sangat menyesal dengan perbuatan saya " Bisma beranjak dari kursinya dan bersimpuh dikaki Antoni.


" Apa kami tahu akibat dari perbuatan mu Bisma?" Pertanyaan kali ini benar-benar membuat rasa takut Bisma semakin besar. Terbayang amukan papanya dan kemungkinan siksaan yang akan diberikan kepadanya karena mungkin dia akan dipecat secara tidak hormat atau buruk-buruk nya akan dipindahkan ke kota kecil.


Bisma hanya tertunduk, dan tetap bersimpuh di kaki Antoni, tangisan nya mulai terdengar lebih jelas kali ini.


" Saya mohon maafkan saya pak, saya yang salah...Jangan pecat papa saya pak....Saya mohon " terlihat tubuhnya bergetar karena Isak tangisan nya.


" Duduk !" Kata perintah ini tidak bisa ditolak oleh Bisma, dia kembali ke posisinya semula.


" Jika kamu tahu akibat dari perbuatan mu, kenapa kamu masih saja berbuat onar? Apa kamu tahu jika ayah dari sahabat anak gadis ku yang datang kemari mungkin bukan hanya ayahmu yang akan kehilangan jabatan nya tetapi seluruh keluarga mu bahkan tidak akan bisa menghirup udara yang sama dikota ini "

__ADS_1


Deg


Kata-kata ini terasa menghujam dijantung Bisma, bibirnya bahkan seperti terkunci, dia tidak bisa sekedar mengeluarkan kata maaf.


" Tapi kamu boleh merasa tenang, karena kami menutup rapat-rapat kejadian ini dari mereka. Apa kamu tahu siapa orang yang ada disampingku ?" Bisma hanya menggelengkan kepalanya


" Dia adalah sopir pribadi sekaligus orang kepercayaan dari keluarga Bima Sakti, untuk sementara ini dia bisa mengunci rapat mulutnya atas permintaan dari Langit temanmu itu " Antoni menarik kedua sudut bibirnya.


Dasar bocah tengil, merepotkan saja! Baru ditanya segitu udah ketakutan...Haha.. tapi kasian juga ini bocah


" Ceritakan tentang keluarga mu " Kali ini nada bicara Antoni sudah kembali normal, dia penasaran dengan hubungan Bisma dan keluarganya terutama ayahnya Rudy yang pangkatnya satu satu level dibawah adik kembar sahabatnya.


Mulut Bisma seperti terhipnotis, dia berbicara begitu saja sepertinya memang selama ini dia terlalu banyak menyimpan kekesalan terhadap orangtuanya. Dia sayang sama adik dan papa mamanya, tetapi didikan sang papa yang terlalu mendominasi hingga apapun yang dia katakan harus dia turuti dan dia anggap benar tidak bisa Bisma terima. Yang dia butuhkan adalah dukungan dari kedua orang tuanya untuk dirinya dan adik semata wayangnya bukan perintah yang wajib dia taati.


Miris juga kehidupan anak ini pikir Antoni, pantas saja dia nakal dan selalu membuat onar ternyata memang karena hubungan mereka yang kurang harmonis.


" Apa kamu masih ingin meneruskan cita-cita mu untuk bergabung dengan kesatuan Brimob? Om bisa bantu kamu jika kamu masih menginginkan nya tapi om punya syarat untukmu "


" Apa om?" Bisma menjawabnya dengan antusias


" Baik om... Akan saya lakukan secepatnya "


Dasar bocah tengil, tadi aja hampir terkencing-kencing karena takut, sekarang sudah bisa senyum...Ahh kasihan sekali anak ini.


.


.


.


Bisma mengedarkan pandangannya, dia mencari sosok orang yang sudah tidak sabar untuk dia temui, dia menghampiri orang yang dicarinya sedang duduk bersama dengan teman-teman nya untuk menikmati makan siang di jam istirahat nya.


" Langit...Bisa kita bicara sebentar ?" Langit merasa heran dengan perubahan sikap orang yang dihadapannya ini. Biasanya dia ketus saat berbicara pada langit bahkan selalu menatapnya dengan penuh kebencian.

__ADS_1


" Bentar yah gaes....Jagain piring gue biar gak di ciumin sama laler- laler betina " Teman-temannya menertawakan kekonyolannya Langit, salah satu dari mereka menutupinya dengan selembar kertas tissue.


" Kenapa Bisma?" Langit penasaran dengan maksud permintaan temannya ini yang mengajaknya ke taman.


" Gue...Gue mau minta maaf sama lo ngit....Gue minta maaf atas segala kesalahan gue sama lo dan adik-adik lo selama ini " Bisma tertunduk dia benar-benar menyesal atas perbuatannya kali ini.


Langit menepuk kedua bahu Bisma, sebenarnya dia juga heran kenapa orang ini tiba-tiba meminta maaf padanya, dia berniat akan menanyakan nya langsung pada kedua adik kembarnya nanti dirumah.


" Gue udah maafin lo dari dulu Bisma dan gue harap permintaan maaf lo tulus kali ini dan mengenai Queen..." Ucapan Langit terpotong


" Iya gue tau, kalian udah dijodohin dari bayi " Bisma tersenyum getir


" Nah lo tau...Jadi untuk yang satu itu gue harap lo bisa lupain perasaan lo sama Queen " Langit kembali menepuk bahu temannya ini


" Jadi kita udah gak bisa saingan nih ceritanya, kalo sama salah satu adek lo gimana?? " Bisma menggerakkan kedua alisnya


" Sialan lo !" keduanya tertawa terbahak-bahak


Antoni melihat adegan keduanya dari jauh, dia tersenyum dan berlalu dari tempat itu diikuti oleh langkah Toni disampingnya.


" Rahasiakan ini Ton "


" Baik tuan "


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak...am back!! 😁😁😁😁

__ADS_1


Terimakasih banyak atas dukungan kalian semua 🤗🤗😘😘


__ADS_2