
Pencarian Merry
Setelah mengumpulkan semua bukti-bukti yang dirasa perlu oleh Antoni, dia memutuskan untuk bergabung bersama pemilik rumah dan John diruang tamu.
" Apa kamu menemukan sesuatu dikamar Merry ?" tanya Pat
" Iya Pat... mengenai itu, maaf jika aku akan menanyai mu dan istri mu tentang beberapa hal..." pinta Antoni
" Its oke Toni, Merry adalah keponakan saya dan jujur kami sungguh khawatir dengan keadaan nya saat ini, kami bahkan sudah melaporkannya kepada pihak berwajib tetapi hingga saat ini mereka belum menemukan keberadaan nya " ujar Susan
" Apa kalian mengetahui sesuatu tentang wanita ini?"
Antoni memperlihatkan foto seorang wanita melalui layar handphone milik Merry.
" Pat... bukannya ini gadis yang sering datang kemari untuk menemui Merry ?" tanya Susan pada suaminya
" Iya aku ingat gadis ini, dia adalah teman kuliah Merry, Lucy. Kalau tidak salah dia tinggal di asrama mahasiswi disana " jawab Pat
" Dan apa kalian pernah mendengar mereka membicarakan seseorang yang bernama Chris?"
" Kami tidak tahu nak, Merry memang agak tertutup untuk urusan pria kepada kami..." ujar Pat
" Sepertinya kita harus ke Ohio state university untuk mencari tahu hal yang sebenarnya kepada gadis ini " John memberikan pendapatnya.
" Baik Pat, Susan...saya sangat berterima kasih atas kerjasama kalian, mari kita sama-sama berdoa agar kita segera mendapatkan Merry ke tengah-tengah kita kembali " John menambah
Mereka pun pamit dari kediaman Pat setelah Antoni dan John terlebih dahulu menghabiskan hantaran yang disajikan oleh Susan untuk mereka santap, pie apel dan teh chamomile hangat.
" Kita akan langsung kesana Toni, agar kita bisa kembali sebelum makan malam tiba " pinta John kepada Antoni seketika setelah mereka menaiki kabin mobil.
Antoni menyanggupi permintaan John, toh dia juga ingin agar kasus ini segera terungkap dan kembali ke tanah air untuk segera bertemu dengan keponakan kembar barunya.
Setibanya di Ohio state university...
Mereka menemui pihak kampus untuk meminta ijin agar mereka dapat melakukan investasi dikampus ini, terutama menemui seorang gadis bernama Lucy.
" Sebentar saya panggilkan seorang mahasiswi dari negara anda, agar dia bisa mengantarkan anda berdua ke asrama mahasiswi untuk menemui Lucy disana " ujar salah seorang pengurus kemahasiswaan disana.
Tak lama berselang, seorang gadis menghampiri mereka. Sepasang netra tak melepaskan pandangannya dari gadis itu, netra milik Antoni.
" Tuan-tuan, perkenalkan ini adalah Gielang salah satu mahasiswi disini yang juga tinggal di asrama mahasiswi. Dia akan membantu kalian berdua untuk menemui Lucy "
" Hallo..." sapa gadis itu menyalami keduanya
" Saya John, dan ini Antoni dia dari negara yang sama denganmu nona "
__ADS_1
Gielang lalu mengantarkan mereka ke asrama mahasiswi yang letaknya berada di gedung yang berbeda, sepanjang perjalanan Antoni tak melepaskan pandangannya dari gadis berkulit putih dan berambut panjang ini.
Sesampainya mereka didepan pintu kamar Lucy, Gielang mengetuk pintunya tiga kali sambil memanggil nama Lucy. Tak lama seseorang membuka pintu kamar dari dalam.
" Hi Luc...maaf mengganggu mu. Kedua pria ini ingin bertemu dengan mu " ujarnya
" Jika kalian ingin menanyakan sesuatu tentang Merry, sebaiknya kalian tanyakan langsung kepada para polisi yang sudah beberapa kali menanyaiku atau kepada pengacara ku " ujarnya sengit
" Maaf nona, kami hanya ingin bertanya sedikit tentang ini.." Antoni memperlihatkan sebuah percakapan antara dia dan Merry melalui layar handphone.
Lucy pun dengan terpaksa mempersilahkan mereka untuk masuk.
" Kamu ikut dengan kami nak " pinta John pada Giel
Giel yang sedikit terkejut dengan permintaan John akhirnya mengikuti mereka memasuki kamar Lucy.
" Jadi...apa kamu bisa menceritakan tentang percakapan mu dengan Merry?" pinta Antoni.
Lalu Lucy menceritakan semuanya dengan detail kenapa dia bisa sampai bertengkar dengan Merry.
" Aku sudah memperingatkan nya untuk menjauhi Chris bukan karena aku cemburu padanya tapi karena dia itu bajingan!" ujar Lucy kesal
" Tunggu...yang kamu maksud itu Chris anak hukum?" tiba-tiba Giel bertanya pada Lucy
" Iya...kau tahu kan siapa dia??" jawabnya
" Apa kamu tahu dia ada dimana sekarang ?" tanya John kepada Lucy
" Aku tidak tahu, tapi aku tahu tempat nongkrong mereka setiap malam " jawab Lucy
" Dan dimanakah itu nona?" giliran Antoni yang bertanya
" Paradise night club...itu di.."
" Aku tahu lokasinya " potong John
" John... biarkan aku pergi kesana sendiri malam ini " ujar Antoni.
" Tapi Toni...disana bisa berbahaya..."
" Aku hanya akan mengamati saja John, jangan khawatir " ucap Antoni mencoba meyakinkan John
Setelah selesai dengan Lucy, mereka pun pamit untuk mencarikan Antoni sebuah penginapan untuk malam ini, dan dengan berat hati John meninggalkan Antoni sendirian disana, sementara dia harus kembali ke kediamannya sore itu.
Disanalah Antoni sekarang, disebuah penginapan kecil di pinggir kota. Sengaja Antoni memilih penginapan ini agar tidak terlihat mencolok.
__ADS_1
Antoni mengeluarkan semua benda milik Merry yang dia temukan di asrama, dia menggabungkan nya dengan semua benda yang dia temukan sebelumnya di kamar Merry dirumah saudaranya serta benda-benda yang diberikan John sehari setelah kedatangannya.
" Apakah dia telah menjadi korban human trafficking?" Antoni bergumam
Ingin rasanya dia segera mengunjungi club malam itu untuk mencari keberadaan Chris disana.
Tiba-tiba handphone nya berdering, dia tersenyum melihat nama dilayar handphone nya.
" Hallo...." Antoni memulai untuk menyapa si penelepon.
" Ha...hallo kak... Sepertinya aku melihat Crish di gymnasium... sebaiknya kamu kesini sekarang " pintanya
" Oke...aku kesana sekarang " ujarnya menutup panggilan telpon nya.
Untung aku minta nomor telpon gadis itu tadi....
Antoni bergegas menuju ke Ohio state university tempat yang sebelumnya dia kunjungi bersama dengan John tadi siang dengan mobil sewaannya.
" Kak.... disini!" Gielang melambaikan tangannya
Antoni sengaja berganti penampilan saat memutuskan untuk kembali ke tempat ini, dia menyempatkan diri untuk mampir di supermarket untuk membeli celana jeans, t-shirt putih lengan panjang dan topi baseball dalam perjalanannya tadi.
Antoni tersenyum dan menghampiri gadis itu, dan sepertinya dia sudah mulai menyukai sang gadis.
" Apa dia masih disana?"
" Masih kak....ayo ikut aku, aku menyuruh temanku untuk mengajaknya berbincang agar dia tidak pergi dari sana "
Pintar juga gadis ini...
" Crish...ada yang ingin berbicara dengan mu " ucap Giel sesaat setelah mereka mendekatinya.
Crish terkejut, dia hendak beranjak dari duduknya tetapi Antoni sudah mengunci pundaknya hingga dia merintih kesakitan. Giel yang melihat adegan tersebut hanya bisa memandang Antoni takjub.
" Apa kamu akan bicara disini, dihadapan teman-teman mu dan mempermalukan dirimu sendiri atau kamu akan berbicara empat mata denganku dan mungkin aku akan sedikit berbaik hati padamu " ancam Antoni halus.
.
.
.
To be continued 😉
Dukung author dengan like dan komen yah 😘
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏