
Dua bulan sejak kepulangan Antoni akhirnya mereka menyelenggarakan pesta pernikahan nya. Seperti hal nya Galaxy dan Axel, merekapun menyelenggarakan pernikahan maraton yang dihadiri oleh keluarga besar dan rekan serta sahabat mereka berdua.
Tak lama setelah mereka menikah, Antoni dipindah tugaskan ke pulau bagian barat Ibu Pertiwi dan melahirkan anak pertama mereka Queenera Jasmine Syahmini.
Sekarang usia Queen sudah menginjak remaja, Antoni dan Gielang sudah kembali ke Jakarta semenjak Queen berusia 3 tahun. Queen tumbuh menjadi pribadi yang lembut, santun dan pintar.
Usia Queen hampir sama dengan si kembar Aurora dan Laluna yang dan hanya terpaut tiga tahun dari Langit, mereka semua bahkan bersekolah ditempat yang sama.
Siang itu mereka berempat sedang asik bermain basket di lapangan olahraga sekolah saat segerombolan anak-anak ekskul taekwondo menghampiri mereka.
" Mentang-mentang orang kaya bisa pake lapangan olahraga buat dirinya sendiri seenaknya " ujar Bisma ketua ekskul taekwondo disekolah itu
Langit, dan ketika adiknya menghentikan aktivitas nya seketika.
" Sorry ma, maksud lo apa yah ?" Langit menghampiri Bisma
" Kita disini udah ijin duluan tadi ke guru piket, kalo lo mau pake juga silahkan gak perlu bilang gitu lah...gak lucu tau " lanjut Langit.
Langit lalu mengajak ketiga saudara nya untuk keluar dari lapangan itu. Tetapi saat ketiganya sedang mengikuti Langit tiba-tiba langkah kaki Queen dicekal oleh salah satu anggota taekwondo hingga dia terjatuh.
" Heii...!!! " Aurora yang melihat kejadian itu mendorong anak gadis yang mencekal kaki Queen hingga jatuh tadi.
" Lo kalo berani jangan pake seragam taekwondo lo brengs*k!!! malu-maluin aja !" umpat Aurora kesal
Langit yang melihat adegan tersebut membalikkan badannya dan menghampiri Queen yang masih duduk memegangi tangannya yang terluka karena tergesek lantai lapangan saat sedang menahan tubuhnya yang terjatuh.
" Ra...udah jangan dilayani..." pinta Laluna mencoba menarik tubuh saudara kembarnya.
" Heh...Bisma lo sebagai ketua kok gak nge didik disiplin anak buah Lo sih?!" ujar Laluna kesal
" Udah...udah...kita pulang aja Na...ayo Ra..." ajak Langit mencoba agar suasana tidak semakin memanas.
Dia tahu kedua adik kembarnya ini sangat tidak menyukai aksi perundungan dimana pun, toh itu yang diajarkan oleh orang tua dan keluarga besarnya. Mereka selalu wanti-wanti untuk tidak bertindak semena-mena terhadap siapapun dan selalu menghormati siapapun.
" Lo semua liat kan si Langit yang selalu bersembunyi dibalik adik-adiknya yang perempuan itu??" sindir Bisma
" Cukup Bisma! jangan mengadu domba mereka, Lo kalo berani lawan gue langsung bisa kan?? ato lo emang takut dan beraninya cuma berkoar hah??" ucap Langit yang mulai tersulut emosi.
Deg...!
Sebuah ucapan telak telah dilontarkan oleh langit kepada Bisma dan membuat dia tidak bisa berkata-kata.
Langit mengajak ketiga adiknya untuk keluar dari lapangan dan bersiap-siap untuk pulang saja.
__ADS_1
" Bang...kita mampir makan bakso dulu yah ntar, Luna laper nih " pinta Laluna sesaat setelah sopir melajukan mobilnya untuk membawa mereka pulang.
" Oke...Pak nanti kita mampir di kios bakso Arjuna yah " pinta Langit kepada sopir pribadinya.
" Queen tangan kamu gak apa-apa kan?" tanya Langit kepada Queen yang duduk dikursi belakang nya.
" Gak apa-apa kok bang, cuma lecet dikit aja " Jawabnya santai.
" Bang...kenapa sih gak hajar aja tuh si Bisma, kesel akutu sama dia, sok jago banget baru jadi ketua gitu juga " umpat Aurora
" Udah ahhh...jangan diladenin, kan uncle G kuadrat sering bilang, tong kosong nyaring bunyinya " ujar Langit mencoba untuk menasehati adik-adiknya.
Orang yang sedikit ilmunya seringkali bicara lebih banyak untuk menutupi kekurangan-kekurangan nya.
Itu yang Queen suka dari Langit, dia adalah sosok seorang kakak yang bijak yang dikagumi oleh adik-adiknya termasuk dirinya. Langit sebenarnya bisa dengan mudah mengalahkan tiga orang Bisma sekaligus, tetapi dia tidak pernah menunjukkan itu dihadapan siapapun.
Sesampainya di kios bakso langganan, mereka langsung memesan semangkuk bakso komplit untuk mereka masing-masing. Andri sopir pribadi mereka pun tak melewatkan kesempatan saat Langit memaksa dia untuk ikut serta memakan bakso disana.
Ketika sedang asiknya mereka menikmati jajanan bakso favoritnya, mereka diganggu oleh kedatangan Bisma yang tetap saja mencoba untuk berbuat ulah.
Awalnya Langit tak menghiraukan perkataan Bisma yang selalu saja mencoba untuk mengusiknya, tetapi ketika dia sudah sangat keterlaluan dengan mengatakan hal-hal buruk tentang keluarganya dengan sangat terpaksa Langit pun memberi nya pelajaran.
" Hentikan Bisma! tingkah lo udah kayak anak kecil !" bentak Langit
Bisma sangat salah perhitungan kali ini, dia menganggap ketiga adiknya lemah dan tidak bisa apa-apa karena mereka hanya seorang anak gadis.
Merekapun terlibat dalam sebuah perkelahian, Langit dibantu dengan Andri sang sopir dan ketiga adiknya bisa mengalahkan Bisma yang ditemani oleh gerombolan genk nya dengan mudah.
" Ini belom kelar Langit! Tunggu aja!" ancam Bisma
" Ye ..ye...ye... moga-moga lo masih punya muka Bisma! " ujar Aurora
" Kalian gak apa-apa?" tanya Andri khawatir
" Gak apa-apa pak Andri, tenang aja.." jawab Langit.
" Pak Andri tolong tanyakan jumlah kerugian tukang bakso nya yah pak, ini uangnya nanti tolong berikan kepada mereka, kalo masih kurang nanti bilang " pinta Langit kepada sopir pribadinya seraya memberikan sejumlah uang kepadanya.
Langit mengajak ketiga adiknya untuk menunggu pak Andri didalam mobil.
" Bang...nanti mau bilang apa sama papi dan mami? baju kita pada robek gini " tanya Laluna
" Iya bang...terus ntar kita bilang apa sama tante Giel dan Om Antoni ?" lanjut Aurora
__ADS_1
Langit berfikir...
" Sepertinya kita harus minta bantuan sama uncle G kuadrat " ucap Langit yang langsung mendapatkan persetujuan dari ketiganya.
Selesai urusan kios bakso, Langit meminta kepada pak Andri untuk mengantarkan mereka ke rumah paman kembar mereka di kediaman Opa dan Oma nya.
" Ya ampuuunn....ini bocah-bocah ampe babak belur gini???!" ucap Guntur
" Kalian abis ngapain hah?!!" lanjut Guruh
" Sssttttt....!!! jangan keras-keras uncle, nanti oma denger.." ujar Langit pelan
Kedatangan mereka memang tidak diketahui oleh opa dan omanya.
Lalu Langit dan ketiga adiknya menceritakan hal yang sebenarnya terjadi.
" Terus kalian mau uncle bantuin gimana??" tanya Guruh
Baru saja Langit akan berbicara lagi pada kedua pamannya, tiba-tiba terdengar suara Axel.
" Jadi kalian tidak langsung pulang kerumah gara-gara ini??!!" bentak Axel kepada semua orang yang ada disana.
" E...hhhhh....mami " cicit Aurora
Galaxy yang ada dibelakang istrinya memberikan dua jempol besarnya kepada anak-anaknya menyatakan dukungannya karena telah berhasil mengalahkan lawan dengan telak.
" Papi...!!! " Axel yang menyadari kelakuan suaminya langsung membentaknya
" Bapak sama anak sama aja! kalian lagi sama juga !"
Fix! semuanya kena omelan mami Axel dan sebentar lagi omanya akan bergabung membuat keadaan semakin mengerikan.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak semua tolong tinggalkan jejak kalian dengan mencolek tombol like, vote dan komen apalagi gift 😘😘😘 agar dakuh semakin bersemangat untuk mencurahkan isi hati, pikiran dan perhatian ku untuk selalu update novel-novel ku
Terimakasih 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1