Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Kebahagiaan Galaxy


__ADS_3

Hari demi hari Axel menjalankan berbagai jenis terapi, dari mulai terapi gerak, terapi bicara hingga sekarang Axel sedang menjalankan terapi jalan. Perkembangan kesehatan Axel meningkat secara signifikan dengan dukungan dari keluarga yang sangat menyayanginya.


" Mami udah makan sayang ?" tanya Galaxy sepulangnya dari kantor


" Udah pih " jawab Axel masih agak cadel


Galaxy mencium kening istrinya


" Ya udah, papi mau mandi dulu yah "


Axel masih harus dibantu dengan kursi roda untuk beraktivitas, kakinya belum terlalu kuat untuk berjalan.


Selesai mandi


" Papi udah makan?"


" Udah sayang, tadi ada yang ulang tahun di kantor, jadi kita makan-makan bareng disana "


" Pih...mami mau ...berenang besok "


" Memangnya mami udah kuat buat berenang?"


" Bang Guntur... sama bang Guruh... yang akan bantu mami besok " ujarnya


" Hhhmmm...mereka itu emang yah, dulu mami lepas oksigen juga atas bantuan mereka mih, jangan-jangan papi harus cemburu sama mereka " Galaxy berkelakar, dia sangat ingin melihat senyuman terukir kembali dibibir Axel.


" Iihh...papi..." Axel tersenyum


Galaxy memeluk Axel dengan erat


" Mami gak boleh bikin papi sport jantung lagi yah sayang...aku mencintaimu Axel "


" Aku mencintaimu Galaxy "


Galaxy melepaskan pelukannya dan menatap wajah Axel yang cantik lalu dia mengecup bibir Axel.


" Pih....mih....!" Langit berlari memanggil keduanya


" Pelan-pelan abang...." pinta Galaxy


" Ada apa abang ?" tanya Axel


" Aku mau tidur sama papi sama mami " pinta nya


Galaxy menghampiri Langit dan menggendongnya lalu dia menaikan tubuh kecilnya diantara mereka berdua.


Tak lama terdengar tangisan dua adik kembarnya Langit.


" Kayaknya mereka berdua juga pengen tidur sama kita mih " ujar Galaxy


Dia menghampiri keduanya dan mengambilnya satu per satu untuk dipindahkan ke tempat tidur mereka untuk tidur bersama malam ini.


Tak lama istri dan ketiga anaknya terlelap menuju alam mimpinya masing-masing. Galaxy yang melihat semua orang yang disayanginya berada disana merasa sangat bahagia.


Terimakasih Tuhan...


.


.


.

__ADS_1


Hari Sabtu seperti biasa Galaxy akan libur dari dinasnya, pagi ini dia berjanji untuk menemani istrinya untuk berlatih renang bersama kedua adik kembarnya Guruh dan Guntur.


Bunda melihat aktivitas anak-anak nya dari balik kaca ruang bermain dimana cucu-cucunya berada saat ini ditemani Maya dan Sari.


Dengan telaten ketiga nya melatih Axel untuk melakukan gerakan-gerakan dasar dalam berenang, tujuannya adalah untuk menguatkan otot-otot tubuh Axel agar dapat berfungsi normal kembali.


Axel dengan bersemangat mengikuti semua arahan dari suami dan kedua saudaranya, dia sangat ingin menggendong anak-anak nya terutama Aurora dan Laluna. Dia belum pernah sama sekali menggendong mereka hingga saat ini.


" Oke... latihan nya udah cukup, besok bisa diulang lagi yah de " ujar Guntur


Galaxy mengangkat tubuh Axel keluar dari kolam dan mendudukkan nya dikursi santai agar dia bisa mengeringkan tubuh nya.


" Kalo kayak gini kamu bisa cepet-cepet jalan lagi sayang " ujar Galaxy disela-sela kesibukan dia mengeringkan rambut Axel.


" Kan kamu janji mau ajak aku berlibur sama anak-anak " ucap Axel


" Lho...darimana kamu tau itu?


" Ade denger kok setiap kali abang cerita "


" Oia????" Galaxy cukup terkejut dengan perkataan sang istri.


Axel tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Wah...kamu curang " Galaxy mencubit hidung Axel


Kedua adik kembarnya yang melihat adegan sang kakak yang lagi dimabuk cinta untuk kesekian kalinya dengan istrinya itu, hanya bisa tersenyum. Mereka bahagia melihat kakak dan adiknya kembali utuh.


*********************************


" Pak....kurir kita ditangkap pihak berwajib!" Sergio memberikan informasi melalui sambungan telepon seluler


" Kurir yang mana Segio! kalau bicara itu yang lengkap!"


" Kurir di wilayah barat pak, pengiriman paket dari sana terhenti! barang disita oleh pihak berwajib !"


" Kenapa bisa begitu Sergio??! bukankah kita sudah membayar mahal aparat nakal itu??!"


" Maaf pak, semua aparat yang biasa bekerja sama dengan kita sudah dimutasikan!"


" Apa kamu bilang!!!!"


" Segera hubungi rekan-rekan mu di wilayah yang lain Sergio! saya tidak mau ada kejadian seperti ini lagi! mengerti!!"


" Baik pak!"


Sambungan telepon seluler dihentikan.


" Brengs*k!!! siapa yang sudah berani-beraninya berbuat ini!!"


Muchlis mengeratkan rahangnya, dia membuang nafas kasar ke udara. Lalu dia meraih benda pipih diatas meja kerjanya, dia memutuskan untuk menghubungi salah seorang aparat yang telah dia suap dengan jumlah uang yang fantastis.


" Nomor telpon yang anda hubungi salah "


" Anji*ng!!! dimana orang itu! berani-beraninya dia menipuku!"


Lalu dia menghubungi Sergio, pengawal sekaligus algojonya. Dia memerintahkan untuk membunuh seluruh anggota keluarga aparat nakal yang telah menipunya.


Muchlis menyalahkan layar televisi, dia mencari channel berita yang menayangkan peristiwa hari ini.


" Penangkapan anggota komplotan pengedar narkotika telah berhasil dilakukan dengan barang bukti satu kontainer narkotika dengan berbagai jenis narkoba didalamnya...."

__ADS_1


Lalu Muchlis melihat barang bukti yang sudah diperlihatkan disana, dia pun terkejut dengan Komisaris besar yang memberikan keterangan mengenai proses penangkapan tersebut.


" Orang baru???!"


" Hah...orang baru ini mau bermain-main dengan Muchlis Adnan, lihat saja nanti!"


Dering telepon seluler Muchlis membuyarkan lamunannya.


" Pak...saya tidak menemukan anggota keluarga Brotoseno! rumahnya telah disita negara, mereka sudah tidak ada disana pak !"


" Cari sampai ketemu Sergio! saya tidak mau ada alasan apapun!"


" Baik pak!"


Sambungan telepon seluler dihentikan.


Flashback on


" Hallo Ton...."


" Hallo Axy! apa kabarmu?? bagaimana kondisi istri mu?!"


" Kami baik-baik saja, kami jangan khawatir..."


" Ton, gue udah kirim file ke email lo, lo lihat dan lo selidiki tentang orang itu, namanya Muchlis Adnan dan Ton..."


" Iya Xy...?"


" Basmi semua komplotannya, ada keterlibatan aparat nakal disana "


" Siap Xy! gue lakukan secepatnya !"


" Satu hal lagi Ton...Be very careful, orang ini terkenal sangat licik "


" Oke Xy...akan gue ingat itu !"


Antoni mulai melakukan aksi penyelidikan nya, dibantu oleh tim kepercayaan nya dan berkoordinasi dengan rekan-rekannya diaparat kepolisian setempat.


Gaung bersambut, ternyata pihak kepolisian setempat telah lama mencurigai salah seorang rekan mereka, Brotoseno seorang komisaris besar kepolisian wilayah barat.


Tidak membutuhkan waktu lama bagi Antoni untuk menculik Brotoseno dan mengorek keterangan sebanyak-banyaknya dari orang itu, Antoni dengan kelihaiannya bernegosiasi berhasil memaksa Brotoseno untuk menyerahkan diri, dengan syarat mereka harus menyembunyikan seluruh anggota keluarga nya agar tidak menjadi sasaran Sergio algojo Muchlis.


Brotoseno dipecat secara tidak terhormat dan digantikan oleh rekan Antoni untuk menjabat sebagai komisaris besar kepolisian wilayah barat, yang tak lain adalah teman kuliah Antoni dan Galaxy yang bernama Edward Panggabean.


Setelah bukti dirasa cukup, Antoni dibantu oleh tim aparat kepolisian menangkap komplotan pengedar narkoba saat mereka akan menyelundupkan satu kontainer berbagai jenis narkotika yang diselipkan diantara tumpukan baju-baju bekas dari pulau Batam.


Flashback off


Akan aku temui orang baru ini, kita lihat saja betapa kuatnya pengaruh seorang Muchlis Adnan...


.


.


.


To be continued 😉


Dukung author dengan like dan komen yah 😘


Terimakasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2