Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Bulan ini usia kandungan Axel memasuki bulan ke sembilan. Setiap pagi Axel berjalan mengelilingi kolam renang dihalaman belakang rumah karena dokter menyarankan dia untuk lebih banyak bergerak agar proses persalinan nya nanti lancar.


Beruntung Galaxy suaminya sudah tidak ngidam yang aneh-aneh lagi, hanya sesekali saja dia meminta istrinya untuk membuatkan makanan favorit barunya, pisang nugget dengan taburan coklat lumer dan keju.


Hasil USG ketika usia kandungan Axel tujuh bulan menyatakan bahwa Axel mengandung bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat badan yang tiga setengah kilo. Dokter sudah menyarankan Axel untuk melahirkan dengan cara sesar, tapi itu ditolaknya karena Axel tetap ingin melahirkan dengan cara normal.


Diruang keluarga terdengar suara ayah dan bunda sedang berbincang seru.


" Gimana kalo dikasih nama Bintang yah ?" ujar bunda memberikan saran


" Kayak anak perempuan bun kalo dikasih nama Bintang " ujar ayah menimpali.


Lalu bunda menyarankan nama lainnya kepada sang suami


" Kalo Langit Biru bagaimana yah? bagus gak?"


" Bagus bun, nanti tinggal dilengkapi aja " jawab ayah mengiyakan saran yang diberikan oleh sang istri.


" Langit Biru Putra Galaxy Bima Sakti " ujar Galaxy yang datang tiba-tiba ketengah mereka sambil memapah sang istri.


" Bagus banget itu bang...." seru bundanya


" Gimana sayang...bagus gak nama calon bayi kita ?" tanya Galaxy pada Axel


" Bagus banget..aku suka " jawab Axel


" Siapa dulu dong omanya....bunda gitu loh " sahut bunda


" Permisi nyonya...tuan...ada tamu didepan " ucap Maya menundukan badannya. Kedatangan Maya membubarkan pembicaraan diantara mereka.


" Siapa May...?" tanya Cakrawala


" Pak Norman tuan..." jawab Maya


" Lho...itu adikmu bun, bunda minta Norman kesini?" tanya Cakrawala


" Engga yah...bentar bunda ke depan dulu " ujar bunda penasaran dengan maksud kedatangan Norman ke kediaman nya.


.


.


.


" Kak Siska..." sapa Norman begitu melihat sang kakak menghampiri nya.


" Norman...jam berapa dari Singapura? kok gak ngasih tau kk ?" tanya Siska menelisik


" Iya kak... maaf aku kesini gak ngasih tau kakak dulu.." ucap Norman gelisah

__ADS_1


" Ada apa man?" tanya Siska langsung, seraya mempersilahkan Norman untuk duduk.


" Kamu kayak yang gelisah gitu ?" imbuhnya


" Eh ...iya kak, maaf... maksud kedatangan saya kesini untuk menemui kakak yaitu untuk memohon bantuan kakak karena Merry hilang kak..." ujarnya tertunduk mengepalkan tangannya.


" Hilang....?? kok bisa ??" Siska benar-benar dibuat bingung oleh adiknya ini.


" I...iya ka... terakhir semenjak kejadian waktu kakak di Singapura dia meminta ijin untuk pergi ke Amerika kak untuk melanjutkan studi nya, awalnya kami masih berhubungan lewat telpon, tapi akhir- akhir ini aku susah menghubungi nya kak " ujarnya Norman mencoba memberi tahu Siska tentang situasi yang sebenarnya.


Mendengar suara sang istri yang meninggi, Cakrawala menghampiri mereka disusul oleh Galaxy dan Axel.


" Siapa yang hilang Norman? " tanya Cakrawala mendudukkan dirinya disamping sang istri.


" Kak Cakra... Galaxy...." sapa Norman dan dia menganggukkan kepalanya kepada wanita disampingnya yang disambut dengan senyuman.


" Ini yah...si Merry hilang..." ujar bunda memangkas semua informasi yang diberikan oleh sang adik.


" Kamu gak sedang mencoba menjodohkan dia dengan seseorang kan man?" tebak Cakrawala.


" Ti...tidak kak, semenjak kejadian itu kami sudah tidak lagi berusaha menjodohkan dia dengan siapapun " jawabnya terbata


" Lokasi terakhir Merry om tau?" tanya Galaxy, Axel yang duduk disampingnya mencoba untuk bersikap normal. Axel masih trauma jika mengingat kejadian waktu itu.


" Terakhir Merry tinggal bersama dengan adik istri om di Ohio Xy, setelah itu om tidak tahu lagi, mereka yang pertama kali memberi tahu om kalo Merry tidak ada disana " ucapnya lirih, khawatir dengan keadaan anak sulungnya.


" Saya akan coba hubungi salah satu rekan saya di Amerika man, kita mintai bantuan beliau untuk mencari keberadaan Merry " Cakrawala memberikan bantuannya.


" Kenapa sayang...?" ujar Galaxy dan bunda bersamaan


" Perut ade mules bun..." jawab Axel lirih.


" Ade pipis kayaknya bun " imbuhnya.


" Abang....ade...." ucapan bunda terpotong karena Galaxy sudah terlebih dulu mengangkat sang istri menuju mobil untuk dibawa ke rumah sakit.


" Bun...coba itu perlengkapan bayi nya dibawa, abang lupa kayaknya " pinta sang ayah dengan tenang karena sudah pernah merasakan situasi seperti ini. Dulu dia juga lupa membawa perlengkapan bayi saking paniknya ketika Siska mau melahirkan Galaxy.


" Man...kamu sementara ini tinggal dulu disini, kami ke rumah sakit dulu " ujar Cakrawala berlalu dari hadapan adik iparnya menyusul sang anak yang sudah terlebih dulu pergi.


.


.


.


Galaxy bergegas menuju rumah sakit setelah dia mendudukkan Axel dikursi samping kemudi, lalu dia menghubungi dokter yang selama ini menangani kehamilan Axel dengan satu tangannya sementara tangan lainnya memegang kemudi.


" Tahan yah sayang....bentar lagi sampe " ujarnya mencoba menenangkan Axel yang terus merintih kesakitan.

__ADS_1


Setelah sampai di rumah sakit, Axel segera dipindahkan menuju ruangan bersalin didampingi oleh Galaxy.


Tak lama seorang suster memeriksa bukaan lahir dengan memasukkan jari tengahnya kedalam mulut rahim Axel yang membuat Axel menjerit kesakitan dan sukses membuat Galaxy membentak sang suster.


" Suster! apa yang anda lakukan hah??!" pekik Galaxy.


Suster yang paham dengan kepanikan Galaxy menjawabnya dengan tenang.


" Saya memeriksa bukaan lahir nya pak, itu prosedur yang kami lakukan untuk mengetahui bayinya sudah mau keluar apa masih lama "


" Terus ??!" tanyanya masih dengan nada tinggi


" Sebentar lagi pak, saya panggilkan dokternya dulu.." jawab sang suster berlalu dari hadapan Galaxy yang masih tegang.


" Aaahhhhh!!!! sakit abaaaang....!!!! pekik Axel mencengkeram lengan Galaxy hingga menyisakan jejak kuku-kuku Axel disana.


" Atur nafas sayang....atur nafas..." pinta Galaxy menirukan orang yang sedang menarik dan membuang nafasnya seperti yang pernah diajarkan kepada mereka ketika mengikuti kelas yoga ibu hamil, yang ketika itu Galaxy sempat menjadi pusat perhatian ibu-ibu peserta Yoga.


" Aaaahhhhhh ...!!!!" teriakan kali ini rambut galaxy yang menjadi korban, dia menyesal tidak sempat menggunting rambutnya.


" Aduh....sakit sayang... pelan-pelan "


Pemandangan indah ini menjadi tontonan para suster yang ada disana, kapan lagi kan menonton aksi seorang tentara yang tersiksa oleh istrinya ketika istrinya sedang melahirkan.


" Oke bu.... sekarang dorong yang kuat yah, jangan diangkat pinggulnya...tarik nafas dulu ayo....dede nya udah mau keluar nih " pinta sang dokter


Axel mengejan sekuat tenaga mengikuti arahan dari sang Dokter.


" Mmmmmppphhhhh....aaaahhhh...!!!" pekik Axel


" Ayo sayang....kamu bisa...!" Galaxy terus menyemangati Axel.


" Oaaaaa......oaaaaaa....oaaaa...."


" Alhamdulillah..." ucap Galaxy bersyukur karena anaknya telah lahir dengan sehat.


" Terimakasih sayang..." ucap Galaxy sambil memeluk dan menciumi sang istri.


Dokter meletakkan sang bayi di dada Axel, agar ade bayi belajar untuk menyusu dari awal.


" Milik papi tuh de..." Galaxy bergunam


.


.


.


To be continued

__ADS_1


Dukung author dengan like dan komen yah 😘


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2