
" Astaghfirullah.!" pekik pak Andri sementara terdengar teriakan dari kursi penumpang.
" Kalian baik-baik saja?" tanya pak Andri setelah dia berhasil menghentikan mobilnya.
" Kami baik-baik saja pak " jawab Aurora sambil mengusap pelipis nya yang terbentur kursi didepannya, begitu pula dengan teman-teman yang lainnya.
BRAK....BRAK...BRAK...!!! PRANG!!!
Mereka melihat aksi segerombolan orang yang berjumlah lebih dari sepuluh orang begitu beringas mencoba menghancurkan mobil yang mereka tumpangi dengan menggunakan benda-benda tajam dan tumpul dari dalam mobil. Para gadis didalam tak hentinya berteriak ketakutan.
" Jangan ada yang keluar !" titah pak Andri
" Lindungi tubuh kalian!" titahnya lagi
Beruntung mobil yang mereka tumpangi sudah dibuat anti peluru oleh sang tuan besar, kekhawatiran yang besar atas keselamatan anak-anak nya membuahkan hasil yang baik saat ini. Terbukti betapapun banyaknya pukulan-pukulan yang dihantamkan oleh mereka, tidak ada satupun kaca mobil yang berhasil mereka pecahkan.
Langit mencari-cari keberadaan orang yang dia curigai mendalangi aksi pengrusakan mobilnya yang membuat adik-adik serta sahabat nya menjadi sangat ketakutan.
" Keluar lo semua! Jangan jadi pengecut !" pekik salah seorang diantara mereka.
"Anj*ng si Bisma!" teriak Bara
" Jangan diladeni! ingat kalian sebentar lagi akan masuk akademi militer, jangan sampai tubuh kalian ada yang terluka apalagi cacat!" titah pak Andri
" Ayah kalian sudah membuat mobil ini anti peluru, jadi biarkan saja mereka... sementara kalian aman!" lanjutnya
Langit menatap tajam temannya dari dalam mobil, pak Andri benar dia tidak boleh gegabah kali ini. Sedikit saja kecerobohan yang dia buat akan berakibat buruk pada masa depan dia dan sahabat serta adik-adiknya.
" Tapi pak...mereka gak akan pergi sebelum kita keluar dari sini " ujar Arjuna
" Jangan hubungi papi pak, nanti urusannya bisa lebih besar " pinta Langit ketika pak Andri meraih handphone nya
Sementara diluar mereka tetap memukuli mobil dan Bisma terus berteriak untuk memaksa Langit dan teman-temannya keluar dari mobil.
Langit mengambil benda pipih dari saku jaketnya, dia menghubungi Bisma dari sana.
" Ngapain Lo telpon gue! cepet keluar!!" teriak Bisma
" Dengerin gue dulu Bisma...gue minta maaf kalo selama tiga tahun ini gue dan adik-adik gue juga sahabat gue pernah sakitin lo atau nyinggung perasaan lo yang bikin lo kayak gini " Langit mencoba untuk meredam emosi lawan bicaranya.
" Dasar pengecut!! bisa lo cuma ngomong gak jelas!" pekiknya
Langit menutup sambungan telponnya.
__ADS_1
" Lo ngapain sih bang pake minta maaf sama mahluk gak jelas gitu?!" ujar Queen kesal
" Yang penting kita udah minta maaf duluan kan??"
" Maksud lo?" tanya Bara penasaran.
" Tunggu aja bentar lagi..." titah Langit
Tiba-tiba aksi Bisma dan kawan-kawannya berhenti, mereka terlihat sibuk berkelahi dengan orang-orang yang tiba-tiba menghadang mereka, kawan-kawan Bisma lari tunggang-langgang mendapatkan serangan yang kuat dan tiba-tiba itu. Langit dan kawan-kawan nya memutuskan untuk keluar dari dalam mobil dan menghampiri Bisma yang sedang disekap oleh salah seorang pria paruh baya yang masih bertubuh atletis.
" Terimakasih pak Toni, tolong rahasiakan ini dari siapapun " pinta Langit kepada sopir pribadi sang kakek yang disambut oleh anggukan kepalanya.
" Maafkan kami Bisma, kami terpaksa melakukan ini " Langit berjongkok untuk berhadapan langsung dengan temannya ini.
" Apapun salah kami terhadap mu, sekali lagi....Maafkan kami dan aku harap ini terakhir kali kamu berbuat seperti ini...dan aku sangat berharap kita bisa bertemu lagi nanti saat seragam yang kita pakai sudah berganti " Langit menyodorkan tangannya kepada Bisma dan dia memeluk nya .
" Tolong antarkan dia kerumahnya pak " pinta Langit pada pak Andri, sementara Langit dan teman-temannya menaiki mobil yang dikendarai oleh Toni.
.
.
.
" I...itu pak...tadi..." jawab Bisma terbata
" Tadi nak Bisma ikut merayakan ulang tahun tuan Langit tuan, maaf saya telat mengantarnya pulang..." ujar pak Andri sopan
" Terimakasih pak Andri, maaf sudah merepotkan " ucapnya
" Sama-sama tuan, saya pamit " pak Andri berlalu dari hadapan keduanya.
Bisma bergegas menuju kamarnya, dia merebahkan tubuhnya diatas kasur dan memejamkan matanya. Dia mencerna semua perkataan Langit, dia mengingat-ingat apa kesalahan Langit hingga dia dua kali meminta maaf padanya tadi.
Bisma memang tidak pernah bisa mengingat apa kesalahan temannya itu, justru selama ini dialah yang sering kali mengusiknya. Bisma menyadari bahwa selama ini dia sangat iri kepada sahabatnya itu, dan aksi Langit malam ini justru membuat nya semakin iri dan malu.
Keesokan harinya
" Kamu sudah papa daftarkan ke akademi militer Bisma " ujar Rudy disaat bersantap sarapan pagi bersama keluarga nya
Bisma terdiam, dia meletakkan kembali sendok dan garpu nya, selera makannya tiba-tiba hilang begitu saja. Dia kesal dengan sang papa yang terus saja memaksakan kehendaknya tanpa memperdulikan apa keinginan anak-anaknya.
Bisma sebenarnya ingin meneruskan pendidikannya ke akademi kepolisian, dia bercita-cita untuk bergabung dengan Brimob di kepolisian.
__ADS_1
" Pah...Bisma ingin masuk Akpol, bukan Akmil!" Bisma mencoba meyakinkan papanya
" Keluarga kita tidak ada yang bergabung dengan kepolisian, keluarga kita militer semuanya dengar itu Bisma!" ujar sang papa dengan penuh penekanan.
" Tapi pah...." Bisma bersikukuh
" Sudah...mulai besok kamu mulai menjalankan test masuknya " Rudy meninggalkan meja makan.
Bisma tidak menghabiskan makanannya, dia memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Percuma rasanya dia meyakinkan sang papa untuk mendukung nya untuk dapat masuk ke akademi kepolisian, dan rasanya tidak ada gunanya juga meminta dukungan kepada sang mama, karena ujung-ujungnya mereka tetap akan memaksanya untuk masuk ke akademi militer.
Sementara dikediaman Bimasakti
Disana sudah berkumpul keluarga besarnya, mereka sedang bersantap sarapan bersama. Oma membuat perayaan kecil untuk kelulusan cucunya sekaligus ulang tahun nya.
" Kamu jadi masuk Akmil nak ?"tanya sang Opa
" Jadi Opa, besok udah mulai proses test masuknya " jawab Langit
" Opa sama Oma doakan yang terbaik buat kamu dan semua cucu-cucu opa, semoga test masuknya berjalan lancar " ujarnya
" Terimakasih Opa..." Langit memeluk Opanya
" Nanti jadi sniper aja kayak om gagah " ujar Guruh
" Jangan...nanti kaku, mending kayak om ganteng...Jadi James Bond " sahut Guntur
" Jangan dengerin paman-paman kalian, bisa-bisa otak kamu teracuni " ujar tante Vika istri dari om Guruh yang disusul oleh gelak tawa semua orang yang ada disana.
" Langit memang pengen masuk baret merah nanti, tapi belum tau nanti mau gabung sama satuan apa " ujar Langit
"Nikmati aja dulu prosesnya nak...papi akan selalu mendukung kamu..." Galaxy memeluk anak sulungnya.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak tolong tinggalkan jejak kalian disini yah 😘
Arigato 🤗🤗🤗
__ADS_1