
" Berdiri!" Meski mereka memang salah tapi Queen tak suka dengan cara Fikri meminta maaf padanya.
" Gue tau Queen, gue liat siapa yang dateng semalam..." Fikri menatap Queen sekilas dan kembali menundukkan wajahnya.
" Maksud lo??!"
Fikri lalu menceritakan kejadian malam tadi. Dia merasa bersalah karena telah menuruti perintah Akbar hingga dia memutuskan untuk bolos bekerja dan kembali ke kampus, dia takut sesuatu yang buruk terjadi kepada Queen. Tetapi pada saat dia kembali, dia melihat Queen sedang berkelahi dengan seseorang disana. Dia tidak berani mendekat karena dia terkejut dengan kedatangan seorang pria menggunakan seragam baret merah yang memanggilnya dengan sebutan sayang.
" Jangan pernah memberitahukan kepada siapapun tentang dia, kalian mengerti?!" Queen masih marah dan memutuskan untuk pergi dari ruangan itu.
Sementara ditempat lain Akbar terlihat sedang berjalan mondar-mandir, sesekali dia mengacak rambutnya sendiri. Dia masih kesal dengan sikap Queen yang masih saja sulit untuk didekati, dia merasa sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan perhatian nya.
Mesti pake cara apalagi sih buat deketin dia??
" Aaahhh...Brengsek!!" Akbar berteriak kesal.
" Siapa yang brengsek bar?" Donny teman seangkatannya yang terkenal karena kenakalannya mendekati Akbar.
Akbar menceritakan kekesalannya terhadap Queen, gadis incarannya. Betapa sulit nya gadis itu untuk didekati oleh nya, Donny tertawa mendengarkan cerita yang disampaikan oleh temannya itu.
" Lo salah yang salah bar, macan betina gak bakalan bisa lo taklukkan dengan cara itu " Donny tergelak mengingat kekonyolan yang dilakukan oleh Akbar.
" Terus gimana dong?? Lo punya ide?"
Donny memberitahu Akbar rencana untuk membuat Queen menyerah dan akhirnya mau menerima cinta temannya ini.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, orang yang sedang mereka bahas ternyata berjalan melewati nya. Akbar dan Donny melihat Queen berjalan melewati ruangan dimana mereka berada saat ini, Akbar memulai aksinya lebih awal.
Queen menerima pesan singkat dari Langit yang mengatakan dia sudah berada ditempat parkirkan kampus saat ini, dia memutuskan untuk mengajak Queen untuk pergi menemui sahabatnya karena saat Queen menghubungi nya dia sudah malas untuk mengikuti kuliah hari ini. Tadi Queen sempat menceritakan bagaimana Akbar dan kedua temannya Sarah dan Fikri.
__ADS_1
" Ya udah kalo gak mau kuliah hari ini, bang Langit jemput yah? Temenin bang Langit buat nemuin Sabahat lama abang, sahabat yang tak dirindukan " Langit tergelak.
Saat ini Queen menuju ke tempat dimana Langit sedang menunggu nya.
" Queen! Gue mau ngomong sama Lo!" Akbar mencoba mengejar Queen dan berhasil menghadangnya di lorong yang jarang dilalui oleh mahasiswa yang lain. Queen terpaksa melewati lorong itu untuk sampai di parkiran lebih cepat.
" Mau apa lagi sih?! Gue sibuk kak..." Queen mencoba untuk menghindar. Tetapi Donny datang untuk bergabung dengan Akbar mencoba menghadang Queen.
Fikri tak sengaja melihat kejadian itu dari ujung lorong dekat dengan areal parkiran kampus, dia mencoba untuk mencari pertolongan. Fikri khawatir terjadi hal-hal yang buruk kepada temannya. Saat dia akan mendatangi kantor petugas keamanan, dia melihat pria yang semalam mendatangi Queen sedang berdiri disamping motor besarnya. Fikri bergegas menghampiri nya dan menceritakan apa yang dia lihat.
" Panggil security!" Langit menyuruh Fikri dan berlari mencari keberadaan Queen.
" Jangan sok jual mahal lah Queen...Gue tau lo tangguh buat nutupin kelemahan Lo kan??" Donny menyeringai, dia mencoba untuk menyentuh pipi Queen tapi berhasil ditepisnya.
" Hentikan! " Queen berteriak, dia kesal dengan ulah dua orang kakak tingkat yang sudah gila itu. Akbar dan Donny makin tertantang karena teriakan Queen, mereka makin penasaran sejauh mana ketangguhan gadis yang ada dihadapannya ini.
Akbar mendorong tubuh Queen hingga membentur dinding, Queen menendang ulu hatinya dengan lututnya dan menghajar pipinya. Akbar tersungkur.
" Kamu gak apa-apa sayang?" Langit menarik Queen kedalam pelukannya, setangguh apapun gadisnya ini dia tetaplah seorang gadis yang kadang menjadi rapuh dan butuh perlindungan. Apalagi dua orang pria tadi berusaha melecehkan nya.
Tangisan Queen pecah seketika dalam pelukan kekasihnya, Langit mencium puncak kepala Queen dan mengeratkan pelukannya.
Para petugas keamanan meringkus mereka dan membawanya ke ruang kemahasiswaan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh pihak kampus. Kejadian ini menjadi berita terhangat dikampus, mereka tidak menyangka bahwa sang ketua BEM nekat berbuat demikian. Memalukan menurut mereka.
Langit dan Queen serta Fikri diminta untuk ke ruang kemahasiswaan dan menjadi saksi atas percobaan pelecehan dan pembullyan yang dilakukan oleh kedua kakak tingkat nya itu.
Para petugas keamanan yang masih berada diruang kemahasiswaan memberikan hormat ketika Langit memasuki ruangan itu menyisakan tanda tanya dari para dosen dan staf yang ada didalamnya. Saat ini dia tengah berada diruangan rektor.
" Saya mewakili seluruh staf dan jajaran kampus ini memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang menimpa adinda Queen hari ini, kami yang keliru pak, kami yang teledor "
__ADS_1
Coba kenapa sang rektor tiba-tiba ingin bertemu langsung dengan Langit???
Yess .. jawabannya karena ketika Langit mengisi buku tamu dan memandangi kertas laporan, sang rektor yang tadinya hanya akan menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib melalui stafnya terkejut dan mengeluarkan keringat dingin seketika setelah dia membaca nama panjang dari Langit. Langit Biru Putra Galaxy Bima Sakti.
Sakti pan namanya?? Author juga pasti bakal terkencing-kencing kalau jadi pak rektor. Tiba-tiba papi Galaxy atau Opa Cakrawala dateng kesana gimana coba?? Repot kan urusannya??
" Kami sudah memaafkan mereka pak, tapi proses hukum harus tetap berjalan demi nama baik kampus ini dan saya harap kejadian ini hanya sekali ini saja pak " Langit tersenyum, pak Rektor tak hentinya menundukkan badannya.
Langit pamit dari ruangan itu membawa Queen serta, tak lupa dia berterima kasih kepada Fikri sebelum mereka pergi untuk menemui sahabat Langit yang tak dirindukan nya.
" Kamu udah tenang kan sayang?" Langit memastikan keadaan Queen sebelum mereka menaiki motor besar milik nya, dia memakai kan helm kepada wanitanya dan mengencangkan tali pengaman nya.
Queen memeluk Langit dengan erat, dia sangat bersyukur atas kehadiran Langit disisinya dan selalu menguatkan dirinya ketika dia sedang dalam keadaan lemah.
" Love you my king " Queen mendongakkan wajahnya.
" Love you too my Queen " Langit mengecup hidung mancung milik wanitanya.
Fikri dan Sarah melihat adegan itu dari lantai dua kampusnya, mereka bertekad untuk mendapatkan maaf dari Queen dengan segala cara.
" Beruntung banget yah Queen..." Sarah menyenderkan kepalanya di bahu Fikri.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah setia membaca novel pertama ku ini, mohon maaf jika masih banyak kesalahan dalam pengetikan atau kekeliruan dalam PUEBInya.
Happy Reading 🤗🤗