
Langit mengendarai motor nya dengan kecepatan sedang, dia ingin lebih lama menikmati perjalanan ini dengan Queen yang kini memeluk nya erat dari kursi penumpang. Sesekali Langit mengelus tangannya yang melingkar di pinggang nya, sesekali dia menarik kedua tangan Queen agar menutupi dada bidangnya.
Tak lama mereka pun sampai ditujuan dan disambut langsung oleh kedua sahabatnya.
" Langit mamen!!!! Lama gak ketemu, makin eksotis aja itu warna kulit " Keduanya tergelak
" Sialan lo! Gini-gini juga udah laku gua mah, nah lo berdua udah jamuran gini masih tetep aja jomblo" Langit meninju tangan salah satu pemuda yang wajah nya mirip itu.
" Loh...Kak Nakula, kak Sadewa...Kalian kenal sama Langit??" Queen terkejut karena sahabat sang pacar yang tak dirindukan itu ternyata dua orang pria yang pernah dikenalkan padanya oleh Aurora dan Laluna.
" Hei.... Kalian kenal dimana hah??" Langit melipat kedua tangannya di dada, dia seperti sedang dikerjai oleh kedua sahabat yang terkenal sangat jahil ini.
" Eh...he...he...Kita masuk dulu yok, ntar gue ceritain....Ya kan Queen??" Nakula mengedipkan sebelah matanya kepada Queen sambil mendorong Langit dari belakang tubuhnya.
" Sebaiknya kali ini jangan pernah punya niat buat jahilin gue!" Langit mendengus kesal
Mereka berempat sudah sampai dihalaman belakang rumah disebuah bangunan kecil tempat mereka biasa menghabiskan waktunya, mereka menyebut nya Gazeblock. Disana sudah tersedia makanan kecil dan minuman bersoda juga seperangkat alat gaple lengkap dengan bedak bayi dan lipstik.
" Pertama-tama kita main gaple dulu, mengenang masa lalu " Sadewa yang terkenal paling jahil diantara keduanya memperlihatkan deretan gigi ginsulnya, dia mulai mengocok kartu dan membagikan nya.
" Queen lo harus ikut juga yah " imbuhnya, dia mengedipkan mata kanannya kepada gadis itu.
" Oke.... Hentikan semua nya dan mulai bicara... SEKARANG!" Langit menatap kedua sahabatnya tajam, dia menuntut jawaban dari mereka dan kali ini Langit sudah tidak lagi bisa dibohongi kedua sahabat kembarnya.
Mereka mulai menceritakan tentang semua peristiwa yang terjadi selama dia ada diujung timur ibu Pertiwi, bagaimana mereka berjuang untuk mendapatkan perhatian dari adik kembarnya dan akhirnya saat ini mereka sudah resmi berpacaran.
" APA??!! Kalian berdua masih waras kan?? Masih ingin hidup kan??" Langit menarik kerah kemeja dua orang pria jangkung yang tengah duduk dihadapannya itu.
__ADS_1
" Abang Langit!! " Suara nyaring Queen menghentikan upaya Langit untuk mengancam kedua sahabatnya itu.
Wow...Ini toh kelemahan terbesar si harimau galak itu... Curahan hati Nakula dan Sadewa
Gak bapak gak anak sama saja!! Curahan hati othor.
Langit melihat Queen yang menatap tajam kearah nya.
" Abang ini kayak gak pernah pacaran aja!" Queen membuang mukanya, dia melipat kedua tangannya di dada nya.
" Tapi Queen, ini Aurora dan Laluna... adek-adek abang, dan kunyuk dua ini..."
" Jadi maksud abang kami ini perempuan lemah?? Memangnya abang tau sekeras apa usaha mereka untuk menaklukkan hati sahabatku itu??? "
" Maksud nya??" Langit belum memahami apa maksud dari perkataan kekasihnya itu
" Kalo usaha mereka aja sampai sekeras itu, itu artinya Aurora dan Laluna bukan cewek gampangan bang!"
" Kita janji bakal jaga kehormatan mereka Ngit, kita sayang banget sama mereka " Nakula berusaha untuk meyakinkan Langit tapi malah memperparah keadaan.
" Jadi maksud lo kedua adik gue...."
" Eeehhh.... Maksud si kunyuk ini adalah, gue sayang banget sama Laluna dan dia sama Aurora..Gitu Ngit " Nakula dan Sadewa menggaruk kepalanya yang tidak pernah gatal, karena mereka rajin creambath ke salon.
" Gue belum bisa kasih persetujuan buat kalian, tapi yang jelas kalo kalian sakitin adek-adek gue, gue gak akan ampuni kalian berdua!"
" Lah gimana urusannya nyakitin, adek lo lebih tangguh dari gue Ngit " Lagi-lagi Nakula asal nyebut, Sadewa terpaksa menjitak kepalanya.
__ADS_1
" Bukan gitu maksudnya nyuk...Hadeeehhhh "
" Lo percaya ma kita Ngit, gue terlalu mencintai Laluna, dan si kunyuk ini malah cinta mati sama Aurora...Dia ini disuruh terjun dari pesawat juga mau asal Aurora yang suruh " Dengan percaya diri nya Sadewa mengikrarkan diri, Queen tertawa terbahak-bahak.
Handphone milik Nakula bergetar, dia bergegas menerima panggilan video yang masuk. Tak lama handphone milik Sadewa pun bergetar dan dia bergegas menerima panggilan videonya.
" Hallo sayang ku, cintaku...Nih aku lagi sama abang Langit "
Langit hampir muntah melihat kelakuan dia sahabat yang tak dirindukan nya itu, mereka bertingkah dan berbicara seperti sedang berbicara dengan anak kecil! Sementara Queen kembali tertawa terbahak-bahak.
" Sayang...Masa cewek cantik ketawanya kayak gitu..." Langit dengan gaya sok cool nya mencoba untuk mengingat kan Queen untuk mengurangi volume suaranya.
Buahahahaha....!!! Giliran othor yang ketawa terbahak-bahak.
Setangguh-tangguhnya laki-laki akan luluh oleh kecantikan hati wanitanya, begitu pula wanita, setangguh-tangguhnya kaum hawa tetap membutuhkan perlindungan dari lelakinya.
Jangan dibalik lho yaaa
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak, maafkan othor baru bisa up lagi cerita ini.
__ADS_1
Untuk kisah perjalanan cinta Nakula dan Sadewa othor curah kan di novel yang berjudul SANG PENAKLUK ( huruf kapital semua ya ) tapi baru dua episode 😁😁😁😁.
Happy reading 🤗