
Sesuai dengan janji Galaxy untuk mengajak anak-anaknya untuk berlibur, mereka sekeluarga pun berlibur ke pulau dewata Bali. Sempat terjadi drama antara Galaxy dan Axel perihal skorsing Langit dan kedua adiknya, tetapi pada akhirnya Axel menyetujui ide Galaxy untuk membawa serta keluarga nya untuk pergi berlibur.
Hal yang sama terjadi kepada Antoni, dia harus bisa meyakinkan Giel sang istri agar dia mau menerima ajakannya untuk berlibur bersama dengan Galaxy dan keluarganya.
Sementara ditempat yang berbeda.
" Kamu sudah mempermalukan papa Bisma!" ujar Rudy, ayah dari Bisma.
" Tapi pah... Bisma benar-benar dikeroyok oleh mereka semuanya!" Bisma tetap mempertahankan kebohongannya.
" Apa kamu tahu siapa mereka Bisma?? sudah untung kamu cuma kena skorsing!" bentak nya
" Maksud papa ?"
" Ayah teman-temanmu itu dua-duanya atasan papa dan papa tahu betul reputasi keluarga mereka itu !" jawabnya kesal
Bisma tertunduk sedih, sesungguhnya dia hanya ingin sedikit perhatian dari kedua orangtuanya yang selama ini selalu disibukkan dengan berbagai acara hingga seringkali membuat dia dan adiknya merasa kesepian.
" Seharusnya kamu menjadikan si Langit itu sahabatmu, itu cukup bisa membantu papa untuk lebih mudah mendekati mereka !" imbuhnya
Bisma tak percaya dengan kata-kata yang diucapkan oleh papa nya itu, sebelumnya dia telah memaksa adik perempuan nya Regina untuk mendekati Langit agar dia mau menjadi pacarnya. Bisma hanya bisa terdiam, percuma dia berdebat dengan sang ayah yang selalu merasa dirinya paling benar dan ujung-ujungnya dia hanya akan menjadi pelampiasan dari amarah nya saja.
.
.
.
" Pih...hari ini kita ke Krisna yah buat belanja oleh-oleh ?" pinta Aurora
" Boleh sayang...ajak mami dan yang lainnya " pinta sang papi
Aurora dan saudara-saudaranya sangat senang selama liburan kali ini, selain dia dan saudara-saudaranya mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan cerita pengalaman dari papi dan mami serta om dan tantenya, mendapatkan nasihat-nasihat dari mereka, juga karena dia dan saudara-saudaranya juga bisa menghabiskan waktu yang sangat berkualitas bersama keluarganya.
Merekapun pergi bersama ke pusat oleh-oleh terbesar disana. Mereka membeli barang-barang untuk teman-temannya, untuk wali kelasnya dan tak lupa untuk Oma dan opa tercinta serta uncle G kuadrat dan keluarganya.
Uncle G kuadrat masing-masing sudah berkeluarga dan masing-masing sudah mempunyai anak laki-laki berusia remaja, mereka kini duduk di bangku SMP kelas 2.
Hari terakhir di pulau Dewata Bali ini mereka habiskan dengan acara jalan-jalan untuk beli oleh-oleh dan di tutup dengan makan malam bersama setelah itu mereka pulang ke Jakarta dengan menggunakan penerbangan pada malam hari.
********************************
Pagi - pagi disekolah
" Thanks yah Ra oleh-olehnya " ucap salah seorang teman Aurora
Pagi itu sesampainya dikelas baik Aurora dan Laluna juga Queen serta Langit membagikan oleh-oleh yang mereka bawa kepada teman-teman nya.
__ADS_1
Sementara dikelas Langit
" Ini buat lo " Langit memberikan sebuah bungkusan berisi kaos oblong Bali dan sedikit camilan kepada Bisma.
" Maksud lo apa ngasih gue ginian...??" tanya Bisma nyolot
" Lah ..gue gak ada maksud apa-apa, kan teman-teman yang laen juga dapet, nih...." Langit menaruh bungkusan tersebut dimeja Bisma.
Langit berlalu dari hadapan Bisma dan meneruskan kegiatannya bersama teman-teman yang lainnya.
" Pesenan gue mana??" tanya Bara salah satu sahabat Langit yang paling besar badannya.
" Nih....kagak lupa gue, cuma susah aja nyari ukuran kaos nya " Langit memberikan sebuah bungkusan yang agak besar kepada Bara.
" Langit mamen...Lo gak lupa kan sama jatah gue ??" ujar Arjuna sahabat Langit yang paling ganteng, saking ganteng nya dia jadi terlihat cantik.
" Lupa gue kalo sama jatah lo..." jawab Langit menggoda temannya.
" Jiaaaahhhh....Sakit hati dedek karena tersingkirkan oleh babang Langit " ujarnya mendramatisir
" Iihhhh...jijik gue...nih!" Langit melemparkan sebuah bungkusan untuk Arjuna
Bisma yang melihat pemandangan keakraban antara Langit dan sahabatnya, memutuskan untuk pergi dari ruangan kelas, dia bahkan membiarkan bungkusan oleh-oleh yang diberikan oleh Langit di mejanya tanpa disentuh.
" Napa tu bocah?? " tanya Arjuna kesal karena Bisma menyenggol bahu Langit ketika berpapasan dengannya.
" Udah biarin...Gak usah diurusin " pinta Langit.
Langit mengangkat kedua bahunya, dia bahkan sudah melupakan masalah yang terjadi waktu itu.
" Adek nya masih suka ngejar-ngejar lo ?" tanya Arjuna lagi
" Masih...pusing gue sama dia, ada aja tingkah nya, merinding gue jadinya "jawab Langit mengingat tingkah Regina yang selalu sok manja dihadapannya.
" Ya iya lah...mending si Queen kemana-kemana, udah cantik, baek, pinter plus keren..." Bara membayangkan Queen dipikirannya
PLAK...!
Sebuah geplakan mendarat di kening Bara.
" Awas lo! mesum lagi jangan-jangan.." ujar Langit.
" Sakit pea! " Bara mengelus keningnya
Arjuna menertawakan kedua sahabat nya
" Rasain lo..Lagian calon bini orang dibayangin " Arjuna tergelak
__ADS_1
" Bang Langit .. oleh-oleh buat aku mana..?" pinta Regina
Regina sebenarnya satu angkatan dengan Queen dan kedua adik kembar Langit hanya mereka berbeda kelas, tetapi dia sering kali masuk ke kelas Langit yang jelas-jelas beda angkatan tanpa permisi.
" Mampus lo, nongol dia..." ujar Arjuna
" Maaf Regina, oleh-oleh nya udah abis " jawab Langit
Terlihat ada perubahan di wajah Regina.
" Bang Langit jahat...!" Regina bergegas meninggalkan Langit dan kedua sahabatnya sambil menangis.
" Lah...bocah ..." ucap Langit.
Istirahat jam makan siang di kantin, Langit terbiasa duduk satu meja dengan kedua sahabat nya Bara dan Arjuna serta kedua adik kembarnya Aurora dan Laluna juga Queen untuk menikmati jajanan kantin sekolah.
" Lo jadi masuk Akmil ? " tanya Arjuna kepada Langit disela-sela aktivitas makan siangnya.
" Jadi dongs..." jawab Langit sambil mengunyah sosis bakar kesukaannya.
" Abis tu lo mau masuk apa? AD, AL apa AU ?" tanyanya lagi
" Angkat darat kayaknya..." Langit menuangkan saos cabe keatas piring kertasnya
" Baret merah lagi?" kali ini Bara yang bertanya
" Belum tau, bisa juga iya " jawabnya lagi.
" Kalian gimana para cewek?" Bara bertanya kepada ketiga gadis yang sedang asik menikmati semangkuk bakso yang ada dihadapan mereka masing-masing.
" Belum tau juga sih, baru kebayang aja asik juga kalo jadi pilot " jawab Queen
Langit yang mendengar jawaban Queen tiba-tiba tersedak makanannya, Queen memberikan botol air mineral miliknya kepada Langit.
" Ya elah bang Langit nih ..." ujar Laluna
Aktivitas mereka tak lepas dari tatapan iri dua pasang mata dari meja yang berbeda. Rasa kesal dan marah masih ada pada kedua adik dan kakak yang tak pernah akur ini.
Andai aku jadi Queen ...Ahh kenapa juga harus jadi dia buat dapetin Langit, aku pasti bisa dapetin cinta Langit...pasti!
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak tolong tinggalkan jejak kalian disini yah 😘
Kamsiahamida 🤗🤗