Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Pasrah


__ADS_3

Enam bulan sudah Axel terbaring lemah dalam keadaan koma. Keluarga besar Bima Sakti tak hentinya berdoa dan berusaha untuk kesembuhan Axel, mereka telah melakukan berbagai macam cara agar Axel dapat terbangun dari tidur panjangnya.


Galaxy selalu berada disampingnya, dia selalu bercerita tentang aktivitas hariannya, juga aktivitas harian anak-anak mereka.


" Sayang kamu ingat ketika kita dipuncak waktu itu?...ketika kamu tertidur pulas karena kelelahan setelah melayani ku?"


" Aku mengambil gambar mu ketika kamu tertidur, kamu terlihat sangat cantik dengan wajah lelahmu sayang..."


Galaxy memegang erat tangan Axel dan menciumnya.


" Nanti kalo kamu udah bangun, kita pergi berlibur ya sayang..kita dan anak-anak kita "


Air mata Galaxy mulai membasahi pipinya


" Anak-anak udah pada gede sayang, Langit sangat menyayangi kedua adik perempuannya "


Galaxy mulai terisak


" Aku menamai anak-anak sesuai dengan permintaan mu sayang, Aurora dan Laluna "


Galaxy menangis mengingat ketiga anaknya tumbuh tanpa kasih sayang ibunya.


" Aurora mirip denganmu sayang, dia seorang pemberani sedangkan Laluna lebih mirip dengan ku, dia...dia lebih pendiam dan Langit...dia adalah anak yang mandiri sayang....dia sudah bisa berlarian sekarang "


Galaxy menangis sejadi-jadinya, hatinya sangat sedih melihat keadaan istri yang sangat ia cintai, dia sangat merindukan kehadiran Axel disisinya.


" Ade..bangun de...abang kangen de....abang gak bisa hidup tanpamu de...Abang gak sanggup membesarkan mereka sendirian de...abang butuh kamu sayang... anak-anak butuh kamu..."


Entah berapa lama Galaxy menangis disamping sang istri hingga tanpa dia sadari dia pun tertidur. Bunda yang melihat kejadian itu dibalik pintu kamar Galaxy menangis dipelukan sang suami.


Cakrawala membawa sang istri untuk menjauh dari tempat itu.


" Sabar bun...kita doakan anak-anak kita bisa melalui semua ujian yang diberikan kepada mereka.."


Cakrawala mencium kening istrinya.


" Tapi ini sudah lama yah...sudah enam bulan ade koma, apakah dia...."


Cakrawala mengeratkan pelukannya


" Jangan...jangan pernah sekalipun kita meragukan keajaiban Tuhan bun..."


.


.


.


Tangisan Aurora dan Laluna membangunkan Galaxy dari tidurnya, dia melirik jam dinding ternyata sudah pagi. Dia berdiri dan meregangkan otot-otot nya karena semalaman dia tidur dalam keadaan duduk menyandar di sofa.


" Sebentar sayang...papi bikinin susu dulu yah..." Galaxy menggendong Aurora dan Laluna lalu meletakkan nya disamping Axel.


" Pih...aku juga mau minum susu " Langit terbangun karena suara tangisan kedua adiknya dan menghampiri sang ayah.


Rutinitas pagi ketika kedua bayi kembarnya menangis, Galaxy akan menaruhnya didekat sang ibu. Dia percaya jika suatu hari Axel akan terbangun mendengar tangisan kedua bayinya.


Tak lama doa botol dan satu mug susu sudah siap diminum oleh ketiga anaknya.

__ADS_1


Setelah semuanya habis, Galaxy bersiap-siap untuk memandikan ketiga anaknya sebelum dia menitipkan nya pada sang bunda.


Sebenarnya bunda sudah sering menawarkan bantuan pada Galaxy untuk mengurusi anak-anaknya di pagi hari, tetapi selalu Galaxy tolak dengan halus menurut nya itu semua adalah salah satu tanggung jawab nya sebagai seorang ayah.


" Abang kiss dulu maminya yah...bilang Abang sayang mami " Galaxy mengajari Langit untuk melakukan hal tersebut setiap pagi.


Langit menuruti ajaran sang ayah, Galaxy mengangkat tubuh Langit dan mendekatkan wajah sang anak dengan wajah istrinya.


" Abang sayang mami..."


Lalu Galaxy menyerahkan ketiga anaknya kepada sang bunda yang sudah menunggu nya disana, setelah itu baru giliran Galaxy yang bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


" Bun, Abang titip anak-anak yah " ucap Galaxy mencium punggung tangan bundanya


" Iya sayang...kamu jangan khawatir, anak-anak aman sama bunda " bunda Siska mengelus pundak sang anak yang sudah berpakaian seragam lengkap.


.


.


.


" Pak ada yang ingin bertemu dengan bapak "


" Siapa Wi?"


" Pak Muchlis Adnan dari PT Adiswara "


" Suruh masuk Wi "


" Baik pak "


" Selamat siang pak Galaxy " sapa pria tersebut ramah lalu menjabat tangan Galaxy


" Selamat siang pak Muchlis...nona... silahkan duduk " jawab Galaxy santun


" Bagaimana pak Muchlis, ada yang bisa saya bantu ?" tanya Galaxy langsung ke pokok pembicaraan.


" Mengenai tawaran kerjasama tempo hari pak, yang sudah saya ajukan ke bapak melalui asisten bapak, apakah kita bisa menjalani kerjasama dalam bentuk lain pak?"


Galaxy sudah mulai mencurigai apa yang dia maksud dengan kerjasama dalam bentuk lain.


" Maksud bapak dengan kerjasama dalam bentuk lain?" Galaxy mencoba menguji


" Ya...mungkin kita bisa menjalani kerjasama setelah... katakanlah saya bisa memenuhi kebutuhan anda...anda masih sangat muda pak Galaxy " ujarnya menyombong


BRAK!


Galaxy menggebrak meja hingga mengejutkan dua tamu yang ada dihadapannya.


" Jaga mulut anda pak Muchlis, saya sudah berbaik hati untuk menolak penawaran anda tempo hari! "


" Dan perlu anda ketahui tidak semua hal bisa diselesaikan dengan uang atau dengan tubuh!"


" Sekarang silahkan anda keluar dari ruangan saya dan jangan sampai saya melihat anda dan wanita anda kembali "


Galaxy benar-benar geram dengan kelakuan para pengusaha nakal yang selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.

__ADS_1


Muchlis dan wanita disampingnya sangat terkejut dengan reaksi yang didapatkan nya dari seorang Galaxy, selama ini dia selalu sukses menjalankan kerjasama dalam bentuk lain bersama pihak yang lain apabila kerjasama umum yang dia ajukan tidak disetujui.


" Anda akan menyesali ini pak Galaxy " ancam Muchlis sebelum dia pergi dari hadapan Galaxy.


Galaxy mendudukkan dirinya di sofa, dia memijat keningnya.


" Andaikan Antoni ada disini.... hhufftt "


Galaxy meraih benda pipih disaku celananya, dan menghubungi kedua adik kembarnya.


" Kalian keruangan ku cepat " titahnya


Tak lama berselang


" Siap pak! Ijin untuk menghadap! ujar kedua nya sigap


" Istirahat ditempat !"


" Ada apa bang?" tanya Guruh


" Kalian lihat ini " Galaxy menyerahkan map berisi pengajuan kerjasama dengan PT Adhiswara perusahaan milik Muchlis Adnan.


Guruh dan Guntur mulai melihat satu demi satu lembaran kertas yang diberikan oleh Galaxy.


" Ini penyelundupan bang " ujar Guntur


" Abang udah menolak dari hari pertama dia bawa dokumen ini kesini, dan tadi dia datang lagi kesini untuk menawarkan kerjasama dalam bentuk lain "


" Woooo...punya nyali juga orang ini rupanya " Guntur mulai kesal


" Dan si kurang ajar ini berani mengancam ku!" Galaxy geram


" Kalian selidiki lebih dalam tentang orang ini, dapat bukti-bukti untuk memberatkan nya dan kita akan menghancurkan perusahaan nya !" lanjutnya


" Siap pak! Perintah dilaksanakan!


Mereka pun berlalu dari hadapan Galaxy untuk segera menjalankan strategi yang akan mereka gunakan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang diminta oleh sang kakak.


Galaxy lalu meraih kembali handphone yang tadi dia taruh dimeja.


" Hallo...Ton "


.


.


.


To be continued


Dukung author dengan like dan komen yah 😘


Oia kakak-kakak sudah bisa mampir di novel baruku yah



Langsung kunjungi aja biar ilang penasaran nya 😁😁😁😁

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏


__ADS_2