Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Percikan Api


__ADS_3

" Hallo sayang...Gimana kuliahnya?" Langit menghubungi Queen via sambungan video. Saat ini di Merauke jam 9 malam sedangkan di ibukota jam 7 malam.


" Lagi banyak tugas bang, abis tuh dosennya killer lagi, dikasih nilai kecil padahal aku udah kerjain bagus banget " Queen memajukan bibirnya. Hari ini sangat melelahkan bagi nya selain banyak tugas, teman-teman barunya gak asik.


Langit tersenyum, dia pun sebenarnya hari ini mendapat tugas yang cukup melelahkan, tetapi dengan melihat dan mendengar suara Queen rasa lelahnya hilang seketika.


" Gak ada Aurora sama Laluna gak seru ahh..." Queen merebahkan tubuhnya, dia tetap memegang handphone nya.


" Ketentuan aja sama mreka sayang, pasti mreka juga kangen ... Abang juga kangen sama kamu, memangnya kamu gak kangen sama abang??" Langit menggoda nya seperti biasa, dia suka melihat wajah Queen yang berubah menjadi merah merona.


" Enggak..." Queen menjulurkan lidahnya lalu memainkan wajahnya membalas godaan Langit.


" Aishhh....Kalo kayak gitu abang bisa-bisa nekat pulang ini " Langit tertawa


Terdengar suara wanita memanggil Langit dengan logat timur yang kental.


" Siapa itu bang?" Queen penasaran


" Ooh...itu Natalia, dia anaknya ibu catering tadi aku minta dibikinin mie rebus pake telor " Langit melihat perubahan raut wajah gadisnya.


" Ooh..." Jawab Queen singkat


" Kok oohh nya kayak gitu sih sayang?? Kenapa coba hayoo "


" Iihhh...Gak apa-apa ahh...gitu deh " Cemberut


" Iya...Iya bang Langit salah udah minta dibikinin mie rebus sama Natalia " Langit tersenyum, dia mencoba membujuk Queen yang tiba-tiba merajuk.


" Nah ..nah...Kok nangis ??" Langit melihat air mata jatuh di pipi kekasih nya.


" Hiks...Queen kangen bang Langit...Hiks " Dia mengusap air mata dengan punggung tangannya.


" Iya sayang...Abang juga kangen, kangen banget malah...Sabar yah sayang, nanti juga bang Langit pulang " Sejujurnya Langit ingin sekali langsung memeluk Queen saat ini, tetapi jarak antara mereka sekarang sangatlah jauh.


Langit mencoba mengalihkan perhatian Queen dengan menceritakan kegiatan dia hari ini, keseruan-keseruan bersama kawan-kawan nya juga pengalaman dia bertemu dengan orang-orang suku asli Papua. Sesekali Queen tertawa terbahak-bahak mendengarnya, dia juga banyak bertanya mengenai banyak hal tentang kondisi disana.


Malam itu mereka merasa puas melepas rindunya masing-masing, Langit menutup sambungan video nya memberikan kesempatan kepada Queen dan dirinya untuk beristirahat.

__ADS_1


Queen terbangun dari tidurnya, dia melihat jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Mimpinya dirasa begitu buruk, dimimpikannya Langit pesawat yang membawa langit ke perbatasan hilang dari radar dan keberadaan Langit tidak diketahui.


Queen mencoba untuk tenang, tetapi pikiran nya melayang entah kemana. Dia takut peristiwa buruk menimpa kekasih nya. Queen ingin sekali menghubungi Langit dan mendengarkan langsung suaranya, tetapi dia urungkan karena disana pasti Langit sedang bersiap-siap untuk apel pagi.


Akhirnya dia memutuskan untuk menelpon dua orang sahabat nya.


" Queen...Lo gila yah, ini jam berapaaa?? Terdengar suara bantal milik Aurora, tetapi secepat kilat Aurora bangun dari tidurnya ketika dia mendengar isak tangis Queen diseberang sana dan membangunkan Laluna.


" Loh...Kok lo nangis sih?? Kenapa coba??" Aurora mengalihkan panggilan telpon ke panggilan video.


" Huaaaaaaa...." Tangis Queen pecah seketika ketika dia melihat dua orang sahabatnya melalui layar handphone nya.


" Lah...Lah..Malah tambah kenceng itu nangis, lo kenapa???" Laluna penasaran apa yang membuat sahabatnya ini menangis di pagi-pagi buta.


" Gue....hiks...Gue mimpi buruk Ra, bang Langit ilang...huaaaaa..." Tangisan Queen semakin menjadi.


" Lo mau ketemuan ntar? Kita kuliah cuma sampe jam 12 siang " Laluna mencoba memberikan jalan keluar. Queen mengangguk dia belum bisa menjawab pertanyaan sahabat nya ini


" Lo udah coba hubungi bang Langit?" Aurora pemasaran


" Belom... hiks gue gak berani Ra, gue takut " Queen masih terisak.


" Thanks ya ra...na...Sampe ketemu ntar siang " Queen menutup panggilan video nya, ada sedikit kelegaan setelah berbicara dengan kedua sahabat nya itu.


Queen tak lagi bisa memejamkan matanya, hatinya masih tidak bisa tenang, mimpi itu terasa sangat nyata baginya. Bagaimana jika sesuatu terjadi kepada Langit, apa yang bisa dia lakukan?


Tak terasa pagi menyapa, seharusnya Langit akan menghubungi nya sebelum jam 7 pagi. Queen sudah bersiap-siap untuk menerima panggilan telepon darinya, dia sudah berencana akan menceritakan mimpinya. Tetapi hingga jam 7.30 pagi Langit tak juga menghubungi nyam


" Kamu gak makan sayang? Kok belum disentuh makanannya?" Mama Giel melihat anak gadis nya tengah termenung sejak dia duduk dikursi makan.


" Mau papa anter ke kampus Queen?" Antoni memasukan suapan terakhir sarapannya.


" Queen masuk jam 9 pah, nanti aja berangkat nya, masih pagi..." Queen memaksakan senyuman nya, dia pamit menuju kamarnya.


" Huh... Jangan-jangan bang Langit lagi sama si Natalia itu jadi lupa sama aku, cih..." Queen kesal karena Langit sudah melanggar janjinya. Dia berjanji gak akan mengangkat atau menghubungi Langit sebelum Langit minta maaf padanya.


Dilihatnya benda pipih itu masih tergeletak begitu saja diatas meja, harapan itu masih ada. Andai saja Langit menghubunginya saat ini, tapi pikiran itu ditepisnya. Hingga Queen berangkat ke kampus Langit tidak juga menghubungi nya.

__ADS_1


Siang hari dua sahabatnya menemui Queen ditempat yang sudah mereka sepakati.


" Udah lama cyinnn???" Aurora dan Laluna berhambur memeluk sahabat yang sudah beberapa lama ini tidak mereka temui.


" Kangeeeennnn...." Queen mengeratkan pelukannya. Mereka menempati tempat duduk yang biasa mereka tempati jika mereka sedang berkumpul bersama disana.


" Bang Langit uda hubungi lo belum? Tadi subuh dia cuma bales chat gue doang, dia bilang dia baik-baik aja cuma lagi ada tugas dadakan " Laluna menyeruput es kopi pesanannya.


" Belom..." Queen menjawab singkat.


" Duh ..Duh...Lo yang sabar ya, ntar pasti dia hubungi lo kalo urusannya udah kelar " Aurora mencoba menenangkan sahabat baiknya yang sedang cemberut.


" Udah ah gak usah dibahas!"


" Deuuhh....Yang lagi bete, kangen banget lo ye...?" Aurora menyenggol lengan Laluna, Laluna lalu menutup bibirnya dengan potongan pisang bakar coklat keju pesanannya.


Duh ni bibir rem nya blong kali yak....


" Gimana kuliah lo? Gue denger cecowok disana ajib abis!" Aurora mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Queen dengan semangat menceritakan kehidupan kampus nya, menurut Queen teman-teman nya belum ada yang asik buat diajakin jalan jadi sementara ini dia masih belum bisa hang out bareng.


" Hi Queen ..Lo lagi disini?" Akbar teman kuliah Queen menyapa nya.


" Hi ..." Queen menjawab seperlunya


" Boleh gue gabung?" Akbar tersenyum


" Gak boleh!!!" Aurora dan Laluna menjawab bersamaan, Queen terperanjat kaget


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak, maafkan nulis nya rada-rada telat, tapi othor janji akan terus up disini selama sampe besok malam.

__ADS_1


Happy Reading 🤗😘


__ADS_2