Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Menguak Masa Lalu Axel 2


__ADS_3

Flashback on


" Nadine...aku mohon dengarkan aku dulu...!" ujar pria yang selalu saja mengganggunya.


" Hentikan kak! aku tidak akan mungkin membuat adikku terluka, Cinthya sangat mencintaimu kak..." ujarnya


" Jadi....kamu mencintai ku?" ujarnya mengambil kesimpulan dari kata-kata Nadine.


" Tidak kak.... maafkan aku...aku tak pernah mencintai kamu, aku hanya menganggap mu sebagai calon adik ipar ku !" ujar Nadine yang mulai kesal dengan pria yang ada didepannya ini.


" Demi Tuhan...kak! jangan ganggu aku!" sambung Nadine meradang


" Apa karena pria sok kaya itu?" tanyanya menyelidiki


" Hei...jaga ucapanmu Perdo! kami saling mencintai bahkan jauh dari sebelum kau hadir di kehidupan Cinthya !" ujarnya murka


" Sekarang pergilah dari hadapanku!" Nadine mengusir Perdo dari hadapannya.


Pria yang selalu saja mencoba untuk mendekati Nadine padahal dia sudah bertunangan dengan adiknya Cinthya.


" Kau tak akan pernah bahagia dengan pria brengsek itu Nadine! ingat itu!" Perdo mengancam Nadine dan berlalu darinya.


Karena tingkah Perdo yang semakin menjadi, Nadine meminta Prasetyo tunangan nya untuk mempercepat rencana pernikahan nya enam bulan lebih awal.


Setelah menikah, Prasetyo membawa Nadine untuk tinggal bersamanya di Jakarta meninggalkan Cinthya dengan orangtuanya yang tinggal di Bekasi.


Prasetyo Adhiputra berprofesi sebagai Insinyur dan bekerja sebagai staf ahli yang sangat dipercaya karena keahlian dan kejujuran nya di perusahaan konstruksi milik keluarga Bima Sakti.


Enam bulan setelah pernikahan Nadine, Perdo melangsungkan pernikahannya dengan Cinthya.


Setahun setelah pernikahan sang adik, Nadine menerima kabar bahwa orang tuanya meninggal akibat serangan jantung dan meninggalkan harta warisan yang cukup banyak untuk dia dan adiknya Cinthya.


Ayah Nadine adalah seorang tuan tanah di Bekasi.


Flashback off


" Ayah masih ingat sama almarhum Insinyur Prasetyo?" tanya Galaxy diruang kerja Cakrawala.


" Orang kepercayaan ayah dulu yang meninggal akibat tabrakan..." imbuh Galaxy mencoba untuk membuat sang ayah mengingat.


" Ooo....iya ayah ingat, staf ahli kepercayaan ayah beliau itu, orangnya baik dan jujur...kenapa nak?" tanya Cakrawala penasaran kenapa anaknya Galaxy mencoba nya untuk mengingat kembali almarhum orang kepercayaannya itu.


Galaxy menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya lewat mulut


" Beliau papa nya Axel yah..." ujar Galaxy

__ADS_1


" O ya..?? darimana kamu tau?" tanyanya lagi


Lalu Galaxy pun menceritakan apa yang dia lakukan bersama dengan adik kembarnya, semua kecurigaan dan kejanggalan nya lalu dia menyerahkan semua bukti yang telah mereka dapatkan kepada Cakrawala termasuk video hasil pengintaian Guntur.


" Abang curiga dengan kematian kakek dan nenek nya ade juga kematian tante Cinthya ada hubungannya dengan suaminya Perdo yah " ucap Galaxy meyakinkan sang ayah.


BRAK....!


Axel memasuki ruangan kerja Cakrawala dengan nafasnya yang menderu dan dengan air mata yang mengalir di kedua pipinya.


" A...apa se...mua yang abang bilang itu benar??!" tanyanya terbata


Galaxy meraih tubuh Axel dan memeluk nya erat.


" Maafkan abang sayang....Abang terpaksa menyelidiki nya tanpa sepengetahuan ade " ucap Galaxy menenangkan Axel.


Lalu mereka pun melanjutkan pembicaraan mereka yang tertunda dengan kehadiran Axel disana.


Dari hasil bukti yang terkumpul dapat diketahui bahwa Perdo terlilit hutang yang jumlahnya sangat besar akibat dari hobby nya berjudi dan main wanita dan dia menikahi Cinthya hanya karena uang.


Kematian orangtua Axel meninggalkan harta warisan yang cukup besar yang dititipkan kepada Cintya setelah mereka meninggal dan hanya bisa diambil oleh Axel disaat usianya sudah menginjak 17 tahun. Itu empat tahun yang lalu!


Tetapi mereka tidak bisa sembarang mengambil nya di bank, karena butuh seseorang pengacara dan tanda tangan Axel untuk dapat melakukan pencairannya.


Parahnya lagi semua harta yang diwariskan kepada Cintya sudah habis tergadai termasuk rumah yang ditinggali oleh Perdo dan anak-anaknya saat ini.


.


.


.


" Pah...Minggu depan kan kita bisa ambil uangnya?" Tania kembali merengek


" Kamu itu bukannya cari laki-laki kaya buat jadi suami kayak anak sialan itu...bisanya cuma minta...minta!!!" bentak Perdo kepada Tania yang tiap hari terus saja minta uang padanya.


" Ini udah molor seminggu loh pah...kapan sih bisa kesana?" Nancy menimpali.


" Nanti...papa belum ketemu pengacara yang mau dibayar murah " jawabnya kesal


" Kenapa papa gak bilang dari tadi sih kalo butuh pengacara???" ujar Nancy


" Pacar baruku seorang pengacara pah, kami baru jadian semalam " imbuhnya


" Dia anak orang kaya ?" tanyanya menyelidik

__ADS_1


" Iya lah pah... mobilnya aja mobil mewah pah " jawabnya menyombongkan diri.


" Akhirnya ada juga anak papa yang punya calon suami orang kaya..." ucapnya bangga


" Suruh dia kesini! papa mau bicara sama dia " titahnya


Malam hari dikediaman Perdo, orang yang mengaku pacar Nancy datang atas undangan sang calon mertua dan mereka sedang terlibat dalam sebuah pembicaraan yang serius.


" Jadi begitu nak... harta almarhum kakak ipar papa yang diwariskan kepada istri papa belum bisa diambil di bank karena terkendala dengan dokumen-dokumen yang belum papa punya" ujarnya meyakinkan sang calon menantu


" Mama nya anak-anak meninggal secara tiba-tiba di rumah sakit dan beliau tidak meninggalkan apapun untuk papa agar bisa memprosesnya " imbuhnya.


" Begitu yah pah...nanti aku coba untuk bantu papa sebisa mungkin, kalo pun aku gak bisa nanti aku minta bantuan ayah aku pah " ujarnya.


" Terimakasih atas bantuannya nak, papa senang punya calon mantu yang baik seperti kamu..." ucap Perdo santun


Sang calon menantu pun berpamitan untuk pulang dan berjanji akan memberi tahu kepastian bantuannya besok melalui sambungan telepon.


Perdo sangat gembira karena sebentar lagi harta kekayaan milik Nadine akan jatuh ke tangannya, dia sudah membayangkan akan melunasi semua hutang-hutangnya dan akan mengambil semua sertifikat tanah dan rumah yang telah dia gadai lalu akan menjualnya dan dia akan segera pergi dari kota itu.


Keesokan harinya informasi yang dinantikan nya pun dia dapatkan.


" Hallo nak...gimana ?" ujar Perdo mengawali percakapannya.


" Ooo... begitu yah...jadi Senin depan baru bisa diproses semuanya?" Perdo memastikan


" Baik...baik ...nanti kami akan kesana " ujarnya


" Ooo... dijemput? baik nak...kami tunggu kedatangannya " Perdo menutup sambungan telepon dari calon menantu kesayangan nya.


Perdo lalu memanggil kedua anaknya dan memberi tahukan kepada mereka kabar gembira ini. Tentu saja kedua anak nya menyambut kabar gembira ini dengan suka cita.


Tania dan Nancy bahkan sudah merencanakan untuk pergi berlibur ke Bali selama seminggu penuh agar bisa mendapatkan pria bule kaya disana dan berencana untuk memperlihatkan nya kepada Axel saudara sepupu yang mereka benci selama ini.


Perdo menyuruh mereka untuk bersiap-siap karena akan dijemput oleh calon menantu nya yang pengacara itu pada hari Senin pagi.


.


.


.


To be continued


Dukung author dengan like dan komen yah 😘😘😘

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_2