
" Sayang... Janji yah kamu akan menjaga dirimu, menjaga hatimu untuk aku?" Langit melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping milik Queen.
" Kamu juga janji yah, jaga hatimu, jaga dirimu disana untuk aku " Queen berusaha untuk menahan air matanya agar tidak menetes.
" Aku akan selalu memegang teguh janjiku Queenera Jasmine Syahmini..." Langit mengecup kening kekasihnya. Langit mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah berbentuk hati dari dalam saku baju lorengnya, dia membukanya untuk Queen.
" Sebelum aku pergi, aku ingin mengikat mu agar seluruh dunia tahu kau adalah milik Langit Biru Putra Galaxy Bima Sakti " Langit mengambil sebuah cincin bertahtakan berlian yang tersemat didalamnya dan menyematkannya kembali ke jari manis Queen.
Mata Queen berbinar melihat jari manisnya yang kini telah dihiasi cincin berlian pemberian kekasih hatinya Langit.
" I love you my Queen " Langit mencium jari manis Queen
" I love you more my King " Queen membenamkan wajahnya di dada bidang milik Langit, rasanya dia enggan untuk melepaskan kepergian Langit kali ini. Pasalnya prianya itu ditugaskan di benua lain di Asia, pasti akan sedikit sulit bagi mereka untuk tetap bisa berkomunikasi dengan baik.
Jika dulu di timur ibu Pertiwi perbedaan waktu terpaut hanya dua jam saja sudah membuat mereka sedikit kerepotan, apalagi di belahan benua lain yang jelas-jelas perbedaan waktu nya sangat mencolok. Jika disana Langit baru akan terbangun, disini Queen baru akan memejamkan matanya.
" Ingat sayang...Jaga pikiran mu itu, banyak-banyak ngobrol sama mama papa dan mami papi yah juga sama uncle G kuadrat kalo kamu lagi pusing mikirin aku " Langit tergelak, dia masih mengingat kejadian ketika pertama kali dia meninggalkan Queen untuk bertugas di bagian timur ibu Pertiwi. Pikiran Queen sampai kemana-mana saking khawatir nya gadis itu kepada kekasih nya.
" Iya...Iya... Aku janji " Wajah Queen merona, dia masih merasa malu jika ingat kejadian waktu itu.
" Janji gak boleh nakal disana...Dijaga matanya jangan suka jelalatan liat cewek-cewek terus itu si John juga dibawah dijaga biar gak bangun sembarangan " Celotehan Queen sontak mengundang tawa Langit. Darimana dia tahu masalah si John yang suka bangun sembarangan???
" Engga lah sayang...Dia cuma bangun kalo pagi-pagi aja...Say hai gitu sama abang nya yang ganteng " Langit tergelak, Queen mencubit pinggang nya.
" Sakit sayang ..." Langit mengecup hidung mancung gadisnya, dia semakin gemas melihat kecantikan wajahnya.
__ADS_1
" Abisnya jorok gitu ngomong nya..." Queen memajukan bibirnya beberapa senti.
" Comot juga tuh bibir...Hayooo minta dicium yah " Langit memainkan alis matanya
" Bang Langit iihhhh....Malu tau!" Queen menunduk, dia malu karena disana banyak orang yang juga mengantarkan para prajurit untuk pergi bertugas.
" Abisnya bikin gemesss " Langit mengecup bibir nya sekilas, menambah rona merah diwajah gadisnya.
" Kamu adalah wanita tangguh Queen, abang percaya sama kamu. Kita bisa melalui semua ini sayang...Lihat mami dan papi juga mama dan papa, jika mereka bisa maka kita pun pasti bisa " Langit menarik tubuh Queen kedalam pelukannya untuk terakhir kalinya karena panggilan untuk semua prajurit sudah mulai terdengar.
Queen terhenyak ketika Langit tiba-tiba mencium bibir nya lama dan dia pun membalasnya.
" Love you my Queen "
" Love you my king"
" Papa...Apa dulu mama juga kayak Queen? Nangis pas papa tinggal pergi bertugas?" Queen menghapus air matanya dengan tissue yang diberikan oleh papanya.
" Iya sayang...Tapi mama kamu memang wanita yang tangguh, dia bahkan papa tinggal setelah kami menikah nak " Antoni menghela nafasnya
" Kebayang kan pengantin baru udah jauh-jauhan gitu..." Antoni tergelak, dia sudah tidak canggung lagi membicarakan hal-hal dewasa kepada anak gadisnya yang kini sudah beranjak dewasa.
" Miris banget yah papa..." Sekarang giliran Queen yang tertawa. Dia tidak bisa membayangkan jika dirinya berada di posisi mamanya saat itu. Mana tahaaannn pikirnya.
" Huss...Kamu itu, nah mulai sekarang kamu harus lebih fokus pada masa depan kamu..."
__ADS_1
" Mumpung Langit lagi disana, kamu disini punya kesempatan banyak untuk membangun karir mu sebelum nanti kalian menikah "
" Iya pah...Queen pengen lanjut S2 sama nambah jam terbang Queen di penerbangan "
" Nah itu bagus, kalian harus saling mendukung satu sama lain agar hubungan kalian menjadi kuat nantinya "
" Kamu juga harus mendukung karir suamimu, papi nya saja Jenderal, masa anaknya cuma jadi mayor?? Kan gak bagus yah..."
Queen lebih paham lagi sekarang. Cinta bukan hanya kata-kata yang diucapkan berupa janji sehidup semati tapi cinta harus dibuktikan dengan tindakan dan diwujudkan dalam sebuah tali pernikahan di masa depan. Dan itu bukan hanya tanggung jawab Langit sebagai seorang laki-laki, itu juga merupakan bagian dari tanggung jawab nya sebagai seorang calon istri perwira nantinya.
Demi Langit.... Demi masa depan kita...Demi kehormatan diri kita...Sampai bertemu lagi sayang ..Aku akan membuat mu bangga...
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak mohon maaf jika lama baru up lagi cerita ini 🙏🙏🙏
Semoga cerita terakhir kali ini bisa mengobati rasa rindu kakak-kakak semua terhadap Queen dan Langit...
Happy reading 🤗
__ADS_1
Dan terimakasih atas support nya 🤗🤗🤗