
" Bagaimana keadaan istri dan anak-anak saya dok ?" Galaxy menuntut jawaban darinya.
" Bayi-bayinya terpaksa harus di inkubator dulu pak, karena mereka terlahir prematur tetapi dua-duanya sudah berhasil melewati masa kritis "
Dokter lalu menarik nafas panjang dan membuang pelan, kali ini dia benar-benar harus berhati-hati menyampaikan kabar terbaru mengenai kondisi terakhir sang istri.
" Lalu bagaimana dengan istri saya dok?!" Galaxy mulai tidak sabar
" Istri anda saat ini masih kritis pak, beliau masih dalam keadaan koma " ujarnya
" APA!!!" pekik Galaxy tak percaya dengan kata-kata dokter yang ada dihadapannya.
" Bagaimana mungkin dok! apa yang kalian telah lakukan kepada istri saya hah!! "
" Sabar pak...kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan istri bapak, untuk sekarang beliau sudah kami pindahkan ke ruangan ICU " dokter mencoba untuk menenangkan Galaxy yang sedang emosi saat ini.
" Abang yang tabah yah.... Abang harus kuat untuk Istrimu, untuk Langit juga untuk kedua bayi kembar mu bang " ayah mengelus pundak Galaxy mencoba menguatkan hatinya.
Galaxy memeluk sang ayah dan menangis sepuasnya, saat ini yang dia perlukan adalah meluapkan semua emosi nya. Disisi lain bunda yang tak kalah terpukul dengan kejadian ini mencoba untuk menerima semuanya demi cucu-cucunya. Begitu pula dengan adik kembarnya Guruh dan Guntur.
" Kita serahkan pada Tuhan nak, percayakan kepada para dokter yang berusaha semaksimal mungkin untuk membantu istrimu " lanjut Cakrawala sambil menepuk punggung Galaxy.
.
.
.
" Selamat pagi pak, apa bapak mau menengok bayi-bayinya ?" seorang suster menghampiri Galaxy yang sedang duduk disamping tempat tidur dimana Axel berbaring.
" Nanti saja sus..." jawab Galaxy tanpa melihat ke arah suster. Galaxy terus memandangi wajah Axel yang tetap cantik meski sedang tertidur.
Dia takut untuk meninggalkan Axel disana, dia takut Axel terbangun sementara dia tidak ada disana.
" Saya saja sus yang menengok bayi-bayinya " bunda tiba-tiba datang dari arah pintu masuk.
" Baik bu, mari ikut saya " ujar suster ramah. Bunda lalu berjalan mengikuti langkah suster tersebut.
Mereka terlebih dahulu mengenakan pakaian steril sebelum memasuki ruangan tempat bayi-bayi berada. Tak lama dua orang suster menghampiri bunda Siska dan menyerahkan salah satunya terlebih dahulu sementara yang satunya lagi masih ada dalam gendongan salah satu suster itu.
" Hallo sayang...ini oma ..." ucap bunda lirih, bunda tak bisa menahan air matanya lalu dia pun memeluk sang bayi.
Kedua suster yang berasa disana merasa terharu dengan peristiwa yang terjadi didepannya.
__ADS_1
Bunda duduk di sofa yang biasa dipakai para ibu untuk menyusui.
" Sini sus, biar saya gendong dua-duanya " pinta bunda.
" Apakah mereka udah dikasih susu sus?" bunda melihat wajah kedua cucu perempuannya mirip dengan kedua orangtuanya. Yang satu mirip dengan Axel, dan yang satunya lagi mirip dengan Galaxy ayahnya.
" Sudah bu, pagi ini dua-duanya sudah kami berikan susu formula " jawab salah satu suster yang ada disana.
" Dua-duanya anteng bu, jarang menangis kecuali jika lapar " ujar suster disamping nya.
" Cucu oma pinter-pinter yah " bunda mencium kening keduanya.
" Doakan mami kalian yah nak, biar mami bisa segera sembuh "
Waktunya bayi kembar Aurora dan Laluna untuk kembali masuk kedalam kamar rawat bayi, dengan berat hati bunda menyerahkan kedua cucu kembarnya kembali kepada para suster.
" Abang ..makan dulu yah nak...abang belum makan sejak kemarin " bunda mencoba untuk membujuk Galaxy
" Nanti aja bun, abang belum lapar " jawabnya
" Sayang kamu harus bangkit demi anak-anak, demi istrimu " bunda mencoba untuk menasihati anaknya ini
" Bunda yakin, ade sangat sedih jika abang terus seperti ini " imbuhnya
Galaxy hanya terdiam membisu mendengar semua perkataan sang bunda. Bunda benar anak-anak nya sangat membutuhkan kasih sayang nya dan bunda juga benar Axel pasti sedih jika dia sampai terpuruk. Dia harus kuat demi Axel dan demi anak-anak, dia janji akan terus menunggu Axel untuk terbangun dari tidurnya.
Galaxy memutuskan untuk membawa Axel pulang dan merawatnya dirumah, dia ingin Axel selalu berada dekat dengannya, dengan anak-anak juga dengan keluarga besarnya.
" Apa bisa seperti itu dok?" tanya Galaxy kepada dokter spesialis yang ada dihadapannya.
" Bisa saja pak, nanti tim medis kami akan mengontrol kondisi istri bapak secara berkala dan bapak bisa menyewa seorang suster untuk mengurus istri bapak dirumah nanti " jawabnya
" Baik dok, terimakasih " Galaxy menjabat tangan sang dokter.
Beberapa hari kemudian setelah tim medis benar-benar yakin bahwa proses pemindahan Axel ke kediaman Bima Sakti aman, mereka pun melakukan proses pemindahan tersebut.
Ambulance dan iringan pengawal patroli jalan raya membelah jalanan Jakarta yang lumayan sibuk siang itu, mereka dengan sigap membuka kan jalan agar mobil Ambulance yang ditumpangi oleh Axel dapat segera sampai ditujuan dengan aman.
Keluarga telah menyulap kamar yang dulu dihuni oleh Axel menjadi satu dengan kamar yang selama ini mereka tempati sehingga ruangan tersebut menjadi lebih luas lagi.
Galaxy menempatkan tempat tidur Axel disamping tempat tidur nya dan menempatkan tempat tidur Aurora dan Laluna tak jauh dari tempat tidur Axel.
Galaxy sengaja menempatkan dua anak kembar tersebut didalam kamarnya, agar setiap kali mereka menangis Axel pun akan mendengarkan suara tangisan bayi-bayinya. Dia berharap dengan itu Axel akan lebih cepat bangun.
__ADS_1
" Pih...mami bobo pih...?" Langit bertanya kepada Galaxy dengan logat bicara nya yang masih saja cadel.
" Iya sayang...mami masih bobo..." Galaxy mencium pipi tembem Langit, berat badannya kini semakin bertambah.
" Tapan mami banun pih ? " tanyanya lagi polos
" Nanti sayang...kalo Langit jadi anak Soleh, doain terus mami...mami pasti bangun "
Berat rasanya Galaxy menjawab pertanyaan-pertanyaan anak sulungnya ini, tetapi demi Axel sang istri yang sangat dia cintai, dia akan terus memberikan jawaban terbaik selama anaknya ini bertanya tentang maminya.
***********************
" Sayang...kenapa kamu menangis ?" suami Gielang melihat sang istri yang sedang tertunduk sambil mengusap air matanya dengan tissue
" Axel babe....hiks...Axel koma !" seketika dia berhambur kedalam pelukan sang suami
" Ya Tuhan! kapan itu terjadi ?!" ujarnya
" Seminggu yang lalu... ketika melahirkan.." Giel menangis kian menjadi
" Aku ingin pulang sayang ...aku ingin berada didekat sahabat ku " Giel meremas pundak sang suami
Sang suami hanya bisa terdiam mendengarkan permintaan sang istri, bagaimana pun Giel saat ini sedang hamil besar, dia tidak bisa mengambil resiko terlalu tinggi.
Meski hatinya sangat ingin menuruti kemauannya, tapi diapun masih harus bertanggung jawab atas tugas yang diembankan kepada nya.
.
.
.
To be continued
Dukung author dengan like dan komen yah 😘
Oia... menurut kakak-kakak cerita Giel mending aku tulis di novel ini apa di novel yang berbeda??
Seperti yang sudah saya sampaikan di episode sebelumnya, saja berniat untuk menulis kisah cinta Gielang di novel yang berbeda yang berjudul PANGERAN BERKUDA BESI.
Ditunggu jawabannya yah 😉😉
Terimakasih 🙏🙏
__ADS_1
Love you all banyak-banyak ❤️❤️❤️