Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Meraih Mimpi


__ADS_3

Masa SMA adalah masa-masa yang paling indah, itu yang kita rasakan. Masa dimana kita mulai mengenal diri sendiri, mulai mempunyai mimpi dan belajar bagaimana mewujudkan nya dan dengan berbagai intrik masa remaja tentunya.


Itu pula yang dirasakan oleh tiga orang gadis yang sekarang ini telah menerima kelulusannya sebagai siswa terbaik di sekolah, Queen, Aurora dan Laluna. Tiga tahun mereka lalui dengan banyak hal mulai dari cinta monyet, main geng-geng ngan, banyak kekonyolan disana sini dan pada akhirnya mereka pun harus mulai menjalankan proses untuk mewujudkan cita-cita mereka demi masa depan yang telah mereka mimpikan.


Queen meneruskan pendidikannya ke jenjang kuliah di salah satu universitas ternama di ibukota, tetapi tak menghilangkan keinginan nya untuk menjadi seorang penerbang jadi dia juga mengambil sekolah penerbangan. Dia mempunyai adik laki-laki yang akan meneruskan sang ayah di dunia kemiliteran, itu tak diragukan lagi karena dia sangat mengidolakan Antoni bahkan anak itu benar-benar mengambil jalur pendidikan yang sama persis dengan jalur pendidikan yang ditempuh oleh sang ayah.


Sementara Aurora dan Laluna, mereka menempuh jenjang pendidikan yang sama dengan sang kakak dan tentunya sama dengan keluarga besarnya di kemiliteran. Hal ini sempat membuat Axel mengkhawatirkan masa depan rumah tangga anak-anak gadisnya, bagaimana nanti dengan suami-suami nya? Pertanyaan ini mudah saja dijawab oleh keduanya


" Yang mirip sama papi dan kak Langit juga opa dan uncle G kuadrat "


Bingung kan tuh gimana Axel jadinya?


Axel bukan tak pernah membujuk mereka, dia bahkan pernah meminta Queen untuk mengajak kedua anak gadisnya untuk ikut serta mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti test masuk ke universitas yang sama dengannya. Tetapi mereka berdua malah meminta dukungan dari sang papi yang tentu saja mendukung mereka secara penuh untuk memilih apa yang mereka pilih dengan catatan mereka harus bertanggung jawab atas pilihannya.


" Mami sayang...Nanti mereka lah yang akan menjalani hidup mereka masing-masing, bukan kita sayang... Biarkan mereka mewujudkan cita-citanya, agar kelak mereka bangga dengan dirinya sendiri dan pasti kelak kita pun akan merasakan hal yang sama..."


Papi Galaxy memang kalau lagi mengeluarkan wejangan-wejangan tak akan pernah bisa dibantah oleh Axel betapa pun si papi cinta mati sama si mami yang menurutnya imut selamanya.


Sampai pada akhirnya Axel melepaskan kepergian mereka untuk menempuh jalur pendidikan di akademi militer.


Tahun demi tahun berlalu dan bulan silih berganti, dulu mereka adalah anak-anak remaja yang tumbuh dengan kasih sayang dan dukungan penuh dari keluarga besarnya dan sekarang mereka telah tumbuh dewasa dengan segudang prestasi yang patut dibanggakan.


Langit telah lebih dulu menyelesaikan jenjang pendidikan nya di akademi, dia dengan mudah diterima di dinas angkatan darat di level perwira menengah dengan segudang prestasi yang telah diraih nya. Dia lebih dulu menempuh pendidikan untuk bergabung dengan satuan baret merah seperti yang sang ayah jalani selama beberapa waktu, dan disini dia sekarang disebuah kota kecil menyelesaikan pendidikan dasarnya.


" Langit...Boleh aku bicara sebentar ?" Seorang gadis cantik mendekati Langit, Wina namanya

__ADS_1


" Ada apa Win? Sebentar lagi masuk kelas" Langit hanya melihat gadis itu sekilas


" Papa sama mama ngundang kamu makan siang hari Minggu besok " Wina tertunduk malu


" Maaf Win gak bisa, hari Minggu besok keluarga ku akan datang kemari " Seperti biasa Langit selalu menolaknya.


" Maaf Win aku masuk kelas dulu " Langit buru-buru meninggalkan gadis itu sebelum orang lain berprasangka yang buruk terhadap nya.


Salah satu yang Langit sukai disini adalah udaranya yang sejuk apalagi jika mereka sedang berada diatas gunung untuk berlatih taktik berperang, meski sampai berhari-hari berada didalam gelapnya hutan tapi Langit selalu menyukai kesegaran udaranya apalagi wangi pinus, dia pasti akan merindukan tempat ini jika dia kembali ke ibukota.


Pasti penasaran kan siapa Wina? Dia adalah anak seorang pengusaha kapur dikota itu, bagi para orangtua disana menikah kan anaknya dengan anggota baret merah merupakan sebuah kebanggaan hingga menjadi sebuah keharusan. Kalau di dunia selebriti itu semacam pansos gitu lah.


Wina sering mencuri-curi perhatian Langit dengan mendatangi nya ketika Langit sedang beristirahat atau ketika dia sedang ada kepentingan, memfoto kopi misalnya di kios yang ada di areal gedung pusdik seperti tadi.


Hari Minggu ini Queen datang bersama mami Axel dan papi Galaxy untuk mengunjungi Langit di pusdiklat Batujajar Bandung. Seperti biasa mami Axel akan membawa makanan kesukaan anak sulungnya puding kopi buatan mami dan brownies buatan Oma tercinta. Tapi kali ini ada yang berbeda karena Queen juga membuatkan sesuatu untuk langit.


" Gimana kabarmu nak?? " Galaxy memeluknya dan menepuk bahu sang anak. Langit tersenyum melihat siapa yang datang bersama mereka, dia mendekati nya dan memeluk nya serta mengangkat tubuh nya dan memutar nya.


" Bang Langit...Nanti aku pusing bang " Meski begitu Queen menyukai nya.


" Abis abang kangen banget sama my Queen" Langit menurunkan tubuh Queen. Galaxy memeluk Axel dari samping melihat kebucinan sang anak yang mirip dengan siapa yah??


Mereka makan siang bersama ditempat yang telah disediakan disana, sebenarnya bisa saja Galaxy meminta ijin untuk membawa anaknya jalan-jalan tapi ditolak oleh Langit sendiri, katanya dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarga disini, lebih tepatnya melepaskan rindunya kepada sang pujaan hati Queen.


Jarang-jarang kan mereka bisa ketemu? Belum tentu Queen bisa ikut ke Bandung tiap minggunya karena kesibukan Queen juga dikampus dan disekolah penerbangan.

__ADS_1


" Queen udah bisa nerbangin pesawat?" Langit menatap wajah Queen sepuasnya. Dia memakan makaroni skotel buatan Queen yang rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi karena memakai cinta jadi dilidah langit terasa sangat nikmat. Apalagi memakannya dihadapan gadis yang dicintainya.


" Udah dong, tapi masih pesawat boongan " keduanya tergelak, Langit mengacak rambutnya Queen.


" Memangnya nanti bakal nerbangin apa coba selain nerbangin hati abang..." Queen tersipu malu.


" Uhuk....uhuk..." Galaxy tersedak, Axel sibuk menepuk punggung suaminya.


Fix anak gue ngebucinin anak si Antoni gila itu!


Sayang waktu berkunjung sudah selesai, padahal Langit masih merindukan papi dan maminya apalagi Queen, mereka terpaksa harus berpisah sore itu. Langit bahagia bisa bertemu langsung dengan Queen setelah sekian lama dia disana, dia berharap Queen akan sering mengunjungi nya.


" Heh papa gila! Anak gue kok jadi anak bego yah kalo lagi deket-deket sama anak lo??" Satu ketika di kantor pusat.


" Mirip siapa coba?? Dimana-mana yang namanya buah gak bakalan jatoh jauh dari pohonnya, dasar papi sinting !" Antoni menggaris keningnya.


Anggota susis mah bebas kalau lagi reunian, segala pangkat ilang asal jangan ketahuan orang.


.


.


.


To be continued 😉.

__ADS_1


Hai kakak-kakak maafkan daku baru bisa up hari ini. Ringan-ringan dulu yah cerita nya sambil othor ngulik masalah apa nih yang bakalan muncul lagi...


Happy Reading 🤗


__ADS_2