
" Pak pengiriman barang kita di wilayah tengah dan timur terkendala oleh dokumen-dokumen penting, mereka meminta surat ijin usaha untuk pabrik kayu disana!"
Kali ini Sergio melaporkan nya secara langsung kepada bosnya Muchlis.
" Yang benar saja Sergio! masa kamu tidak becus membereskan masalah sekecil itu hah?! untuk apa saya membayar mu dengan gaji yang jumlahnya fantastis Sergio!!"
Sergio hanya bisa diam, badannya yang tinggi besar ini tidak ada apa-apa nya Dimata Muchlis.
" Lakukan saja tugasmu seperti biasa Sergio! dan kali ini perintah kan anak buah mu agar tidak sungkan, mengerti!!"
" Baik pak !"
Sergio pamit dari hadapan bosnya ini.
" Kalian dengar! bantai habis siapapun yang menghalangi kita! Mengerti?!!" titah Sergio kepada orang-orang kepercayaan nya untuk disampaikan kepada anak buah mereka.
Flashback on
" Hallo Xy, semua laporan sudah gue kirim via email, lo sebaiknya cek email lo sekarang juga!"
" Tua bangka ini memiliki banyak sekali perusahaan ilegal dan fiktif!"
" Oke Ton gue juga lagi buka email dari lo, gue kirim Guruh dan Guntur buat bantuin lo disana, sementara gue disini bareng tim gue "
Sambungan telepon seluler dari Antoni terputus. Galaxy lalu menghubungi kedua adik kembarnya, tak lama merekapun sudah berada diruang kerja Galaxy.
" Kalian serah terima kan tugas kalian yang aku minta tempo hari kepada rekan kalian Andrew dan Brian, dan kalian segera merapat ke lokasi Antoni dan bantu dia disana. "
" Siap pak! Laksanakan! "
Sesampainya di markas komando wilayah barat
" Lapor pak! Ijin menghadap! "
" Ijin diberikan !"
" Jam berapa kalian dari Jakarta ?" tanya Antoni kepada dua prajurit berseragam lengkap dihadapannya.
" Jam 12 siang kak "
Guntur dan Guruh dipersilahkan untuk menduduki sofa yang ada diruangan kerja oleh Antoni.
" Apa abang kalian sudah memberi tahu apa tugas kalian?"
" Sudah kak " Guruh dan Guntur menjawab bersamaan
" Baiklah itu artinya kalian sudah tau apa yang harus kalian lakukan "
" Kalian beristirahat dulu sejenak, jam 17.00 kita akan mulai bergerak " lanjut Antoni.
.
.
.
Guruh dan Guntur telah menempati posisi nya masing-masing.
" Target bergerak ke arah timur pak, saya ulangi kearah timur " ujar Guruh berbisik melalui alat komunikasi yang terpasang ditelinga nya.
" Target berjumlah 30 orang, 20 orang diantaranya bersenjata lengkap " kali ini terdengar suara Guntur
" Mereka sedang memuat barang kedalam truk pak " Guruh menimpali
__ADS_1
" Oke... Target mulai bergerak " Guntur memberikan aba-aba.
Antoni dibantu oleh pasukan dari kepolisian wilayah tengah sudah bersiap untuk menghadang mereka dititik yang telah ditentukan.
Tanpa perlawanan yang berarti, mereka bisa dengan mudah menghadang truk-truk besar yang sedang berusaha untuk menyelundupkan barang-barang terlarang melalui pelabuhan ke berbagai wilayah di Indonesia.
Flashback off
Muchlis menggebrak meja kerjanya dengan kedua tangannya ketika dia melihat tayangan televisi yang menayangkan berita peristiwa penangkapan barang selundupan berupa senjata api milik nya.
" Kurang ajar!!!"
" Ini tidak bisa dibiarkan!!"
" Sergio!! bunuh semua aparat nakal yang telah kita suap!" titahnya dengan penuh penekanan
" Maaf pak, semua aparat di wilayah barat, tengah dan timur telah diciduk oleh pihak kepolisian, kami hanya berhasil membunuh beberapa orangnya saja "
" Apa kamu bilang Sergio!!!"
" Bagaimana mungkin mereka lebih cepat dari kita Sergio??!!!"
" Apakah ada pengkhianat diantara kita hah??!"
" Tidak pak, saya sudah memastikan hal itu "
" Jadi, perusahaan mana saja yang masih berjalan hingga saat ini Sergio??!"
" Tinggal beberapa dikota Bandung dan di Jakarta ini pak "
" Anji*ng!!! "
" Maaf pak...apa bapak sudah memikirkan apa perkataan saya tempo hari pak?"
" Tentang... Galaxy "
" Ahh ..bocah tengik itu bahkan belum sempat aku urus! tidak mungkin dia mempunyai keberanian sebesar itu, dia tidak punya pengalaman yang banyak Sergio!"
" Tapi pak...apa bapak tahu siapa keluarga tuan Galaxy?"
" Untuk apa aku harus tau hah?!"
" Sepenting apakah keluarga nya?!! Apa lebih penting dari Muchlis Adnan??!"
" Nama lengkapnya Galaxy Bima Sakti pak, dia adalah anak dari Jenderal besar Cakrawala Bima Sakti "
Deg...
Perkataan Segio seperti sebuah tongkat baseball yang menghantam wajahnya, wajahnya memerah seketika.
Cakrawala Bima Sakti adalah orang yang hampir tidak bisa tersentuh oleh musuh-musuh nya, dia tidak menyangka jika anaknya adalah Galaxy Bima Sakti, orang yang telah dia ancam terakhir kali dia menemuinya.
" Mengapa hal ini bisa terlewat begitu saja Sergio??!!!" nafasnya mulai terasa berat
" Saya sudah mencoba memperingatkan bapak sejak awal, tetapi bapak bahkan tidak mau mendengarkan kata-kata saya, saya sarankan kita sebaiknya pergi dari negara ini untuk sementara waktu pak, secepatnya!"
" Siapkan semua akomodasi Sergio, kita akan pergi ke Swiss secepatnya !"
" Baik pak !"
Muchlis dan Segio terbang ke Swiss dengan armada penerbangan komersial pada malam hari untuk mengelabui pihak berwajib. Mereka bahkan telah mengganti identitas pribadi nya dengan identitas palsu.
Setibanya di Swiss, mereka langsung menuju sebuah Villa terpencil yang akan menjadi tempat persembunyian yang telah disewanya sebelum berangkat dari Indonesia.
__ADS_1
" Sementara kita aman disini pak "
" Terimakasih Sergio, kamu adalah pengawal pribadi yang sangat bisa aku andalkan"
Hari demi hari mereka lalui disana, mereka tengah berbaur dengan masyarakat sekitar agar tidak ada yang curiga dengan identitas mereka.
" Sergio, bagaimana perkembangan bisnis kita di Bandung dan Jakarta?" tanya Muchlis disela-sela sarapan paginya disebuah cafe kecil dipinggir jalan bersama Sergio
" Usaha kita di dua kota itu aman pak, semua ijin usaha nya legal "
Mereka terlihat seperti dua orang sahabat karib yang tengah berbincang sambil menikmati secangkir kopi dan roti hangat.
" Bagus...bagus...untuk sementara kita aman kan Sergio?"
Muchlis menatap Sergio, memastikan perkataan Sergio sebelumnya.
" Ekhem...boleh saya bergabung disini? " ujar seorang pria paruh baya dengan ramah
Muchlis menjatuhkan garpu yang dia gunakan untuk memasukan potongan roti kedalam mulut nya, dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat dihadapannya yang tak lain adalah Cakrawala Bima Sakti sang mantan Jenderal yang sangat disegani baik oleh kawan maupun lawan.
" Hallo Muchlis...dan kamu pasti Sergio " sapa nya ramah dengan senyuman khasnya
" Ahhh...tidak usah terkejut seperti itu Muchlis, dimana keberanian mu itu.."
" Saya harap saya tidak menggangu aktifitas kalian pagi ini " ujarnya lagi dengan senyuman yang tetap terukir diwajahnya.
Seorang pelayan memberikan segelas coklat panas dan roti hangat kepada Cakrawala.
" Thank you miss " ucapnya dengan santun
Cakrawala mulai menikmati sajian sarapan paginya dengan dua orang yang masih sangat terkejut didepan.
" Ba... bagaimana kamu tau kami ada disini??" tanya Muchlis terbata
" Bukan hal yang sulit bagiku untuk menemukan seseorang yang telah berani mengancam anakku " Cakrawala menjawabnya dengan santai
" Nikmat sekali bukan coklat panas ini?? apalagi di cuaca sedingin ini "
Sergio berusaha untuk bangkit dari duduknya
" Aku tak akan melakukan itu jika aku adalah kamu, lihat lah dada mu itu Sergio "
Sergio melihat titik merah di dadanya, dia pun kembali duduk
" Dan itu berlaku untuk anda juga Tuan Muchlis Adnan " Cakrawala tetap asik menikmati coklat panasnya.
Muchlis tidak menemukan titik merah di dadanya, tetapi Sergio melihat titik merah di dahi bosnya itu.
" Aku akan memberikan dua pilihan untuk kalian berdua, menyerahkan diri atau hidup kalian berakhir ditempat ini tanpa satu orangpun tahu siapa kalian. Mereka hanya akan menemukan mayat kalian yaaa...mungkin lima tahun ke depan saat es di gunung Alpen sana mencair " ujarnya.
Perkataan yang diucapkan nya sangat ringan dibibir Cakrawala, tetapi terdengar sangat menakutkan ditelinga Muchlis dan Sergio. Mereka masih terdiam ditempat duduk nya masing-masing tanpa bisa menjawab sepatah katapun.
Kali ini mereka kalah telak.
.
.
.
To be continued 😉
Dukung author dengan like dan komen yah 😘
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏🙏