
" Pih... Langit mau tiup lilin pih " pinta Langit di gendongan sang ayah
Hari ini Langit genap berusia 3 tahun
" Iya sayang, nanti malam kita tiup lilin yah " Galaxy menurunkan Langit.
" Sekarang papi pergi kerja dulu, abang tunggu papi pulang yah " Galaxy mencium kening anaknya.
" Iya pih..."
" Sekarang abang sama Oma dulu yah, jagain adek-adek nya "
" Iya papi "
" Bun...titip anak-anak yah, abang berangkat dulu " Galaxy mencium punggung tangan bundanya.
" Ayok sayang...kita main sama dede " bunda mengajak Langit menuju ruang bermain.
Disana sudah ada Sari dan Maya yang menemani Aurora dan Laluna bermain.
Hari ini Langit terlihat sedikit berbeda, dia lebih pendiam dari biasanya. Sebelumnya momen bermain dengan sang adik kembar adalah momen yang paling disukai oleh Langit.
Dia selalu melerai jiga adik-adiknya berebut mainan, dia akan memeluk adiknya jika Aurora atau Laluna menangis. Hari ini dia hanya memerhatikan kedua adiknya bermain dari sofa yang berada di sudut ruangan itu.
" Abang kenapa? kok gak main sama adek-adek sayang?"
Bunda menghampiri Langit dan merendahkan tubuhnya dihadapan Langit.
Langit hanya menggelengkan kepalanya
" Abang mau eskrim ?"
Langit masih menggelengkan kepalanya
" Coba bilang sama oma, nanti oma beliin.."
Langit tertunduk
" Langit mau mami oma..."
Bunda Siska membawa Langit kedalam pelukannya.
" Nanti malam, kita akan ajak mami buat tiup lilin...gimana?"
Langit mengangguk, seketika raut wajahnya berubah.
" Cucu oma kok pinter banget sih...."
Bunda menyentuh hidung Langit dengan jari telunjuknya.
" Sekarang main dulu sama adik-adik kamu yah sayang "
Langit langsung berhambur menghampiri kedua adiknya.
Malam hari nya mereka berkumpul dikamar Galaxy. Ayah, bunda, Guruh dan Guntur juga Langit dan kedua adik kembarnya Aurora dan Laluna. Mereka memanjatkan doa untuk kesehatan Langit yang kini genap berusia tiga tahun .
Sesuai janji Galaxy kepada Langit, maka malam ini dia akan meniup lilin di dekat maminya.
" Sebelum abang tiup lilin nya, abang berdoa dulu yah " pinta Galaxy
Langit terdiam, dia seperti sedang berpikir di hadapan lilin yang terletak diatas kue tart yang dihiasi oleh banyak lempengan-lempengan coklat disekelilingnya.
Tak lama dia meniup lilin tersebut hingga apinya padam.
Lalu dia menatap sang mami yang masih terlelap dalam tidur panjangnya, dia mendekati nya dan menciumnya.
__ADS_1
" Mami...abang kangen mami "
Semua orang yang ada disana berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis dihadapan Langit.
" Abang mau buka kado dari om ganteng gak??" ujar Guruh mengalihkan suasana.
" Iya om " Langit menghampiri tumpukan kado yang sudah tersusun rapi diatas meja.
" Sekarang cucu Oma bobo yah, udah malam " pinta oma setelah Langit berhasil membuat semua tumpukan kadonya. Mereka pun pamit keluar dari kamar itu
" Ayok sayang kita bobo " ajak Galaxy
Dia mengangkat tubuh kecil Langit lalu menempatkan nya diatas tempat tidur.
" Papi..."
" Iya sayang...?"
" Kapan mami bangun pih ?"
" Nanti sayang, sekarang mami belum bisa bangun "
" Tapi abang mau mami pih " Langit mulai menangis
Galaxy memeluk Langit, diapun punya keinginan yang sama dengan anaknya ini. Galaxy berusaha untuk tidak menangis dihadapan Langit.
" Abang mau mami pih..." tangisan mulai terdengar lebih kencang
Galaxy menggendong anaknya dan membawanya ke dekat Axel.
" Lihat sayang...anakmu merindukan mu..."
Langit melepaskan diri dari gendongan sang ayah, dia ingin berada didekat sang mami yang sangat dirindukan nya.
" Mami ....bangun mi....huaaaaaaa !"
Galaxy tak lagi bisa menahan tangisnya, dia menahan tubuh Langit agar tidak terjatuh dari atas tempat tidur dimana Axel terbaring.
Galaxy sangat berharap tangisan Langit bisa membangunkannya.
Keajaiban pun terjadi, tiba-tiba tangan kanan Axel yang dipegang oleh Langit bergerak. Galaxy tak mempercayai apa yang dia lihat saat ini.
Tak lama terdengar ******* nafas Axel.
" Sayang ...kamu bangun sayang...."
Galaxy menurunkan Langit yang masih terus menangis dari atas tempat tidur, dia memeriksa kembali keadaan istrinya.
" Mmmhhhh..." Axel bergumam
Bunda yang mendengar tangisan cucunya bergegas menghampiri sumber suara. Dia membuka pintu kamar dan terkejut dengan pemandangan yang ada dihadapannya.
" Abang...kenapa Langit dibiarkan menangis?" bunda meraih sang cucu kedalam gendongannya.
" Bun....Ade bangun!"
" A....apa?! " pekik bunda
" Ade bangun Bun ...Ade bangun ...!"
Cakrawala memasuki ruangan
" Apa kamu bilang?" ujarnya
" Ade bangun yah!" Air mata membasahi pipi Galaxy
__ADS_1
" Panggilkan dokter kemari sekarang juga!"
Tak membutuhkan waktu yang lama bagi dokter untuk sampai dikediaman Bima Sakti, Cakrawala meminta kepada Toni untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar mereka bisa dengan segera tiba dan memeriksa anak menantunya Axel.
" Bagaimana kondisi istri saya dok?"
" Saat ini istri bapak masih lemah dan karena tubuhnya sudah lama tidak bergerak maka diperlukan berbagai jenis terapi agar dia benar-benar pulih "
" Bisakah terapinya dijalankan dirumah saja dok?" Cakrawala bertanya
" Bisa pak, nanti terapis dan dokter-dokter yang diperlukan untuk memantau ibu Axel bisa dipanggil kerumah "
" Baik dok, terimakasih "
Dokter meninggalkan ruangan ditemani oleh Maya.
Galaxy menghampiri Axel yang baru terbangun dari tidur panjangnya. Sorot matanya masih sayu, tubuhnya masih sangat lemah, daya respon nya masih rendah.
" Terimakasih sayang.... terimakasih sudah kembali kepada kami..."
Galaxy memeluk dan mencium kening sang istri, tak lama dia pun tertidur disamping nya.
Sementara dilantai bawah
" Bunda sangat bahagia yah, ade udah bangun dari tidur panjangnya "
" Iya sayang...ayah juga "
" Semoga ini awal yang baik bagi kebahagiaan anak-anak kita yah..."
" Amin bun...kita doakan yang terbaik untuk anak cucu kita nanti "
******************************
" Kita harus membuat citra Galaxy hancur dimata semua orang!"
Lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah dengan pakaian jas mahalnya sedang berada di ruangan kerjanya bersama dengan seorang pria bertubuh tinggi besar berpakaian serba hitam.
" Apakah anda sudah tahu dengan siapa sebenarnya kita berhadapan pak Muchlis?" ujarnya
" Aku tidak perduli dengan siapa kita akan berhadapan! Tak ada yang tak bisa diselesaikan oleh Muchlis Adnan!" lelaki itu menyombongkan dirinya.
" Kalau perlu panggil semua musuh-musuhnya untuk bergabung agar kekuatan kita bertambah!"
" Baik pak, saya akan lakukan secepatnya!"
" Ingat! lakukan dengan cerdik!"
Pria bertubuh tinggi besar yang diketahui bernama Sergio tersebut berlalu dari hadapannya.
Muchlis berjumawa, dia sangat yakin dengan pengaruh yang dia punya selama ini, dan dia pun sangat yakin jika rencananya untuk menghancurkan Galaxy akan berhasil.
Perusahaan dia banyak tersebar di hampir seluruh negara, uang dia pun sangat banyak bahkan saking banyaknya dia bisa membayar dengan mahal orang-orang berkuasa agar mau melancarkan bisnisnya.
" Kamu tunggu saja pembalasan ku Galaxy! akan ku buat kau menyesal karena telah berani menghinaku!"
Muchlis mengeratkan rahangnya, dia mengepalkan kedua tangannya.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Dukung author dengan like dan komen yah 😘
Terimakasih 🙏🙏🙏