
Setiap tahun ajaran baru kampus mereka mengadakan acara mokaku untuk menyambut kedatangan mahasiswa baru, tahun ini Queen sebagai kakak tingkat diberikan tugas untuk memperkenalkan kegiatan-kegiatan UKM kampus agar mahasiswa baru dapat menyalurkan hobi dan bakatnya disana.
" Queen kak Akbar minta lo buat keruangan BEM " Fikri menghampiri Queen yang sedang memantau kegiatan mahasiswa baru dilapangkan indoor kampusnya, hari ini adalah hari terakhir masa ospek.
" Oke... Thanks yak Fik " Queen bergegas menuju ruangan BEM yang lokasinya berdekatan dengan tempat dia berada sekarang.
Queen mengetuk pintu dan memasuki ruangan tersebut, disana sudah ada Sarah dan Dina serta Mahdar yang menemani Akbar
" Kak Akbar manggil saya ?" Queen menganggukan kepalanya kepada teman-teman nya yang ada disana.
" Iya Queen...Duduk " Akbar mempersilahkan Queen duduk dikursi disamping Sarah didekat Akbar.
" Nanti malam lo yang dampingi anak baru buat malam terakhir ospek yah Queen ?" Akbar menatap Queen dengan tatapan penuh arti.
" Maaf kak gue gak bisa, nanti malam ada acara keluarga " Queen terpaksa harus menolak nya karena nanti malam dia dan keluarganya akan mengadakan acara makan malam bersama, dan Queen belum pernah melewatkan nya.
" Sarah gak bisa Queen, dia sudah ijin duluan, Fikri juga gak bisa, kita kurang orang Queen " Queen terdiam, dia benar-benar tidak mau melewatkan acara makan malam bersama keluarganya
" Cuma sampe jam 7 kok Queen acaranya, abis tuh mereka dikirim ke pusdiklat buat penataran " Akbar tetap membujuk Queen agar mau menemani nya mendampingi mahasiswa baru nanti malam.
" Please Queen, gue harus nganter nyokap gue. Fikri dia kerja part time, cuma lo satu-satunya yang bisa gantiin " Sarah memohon, dia meraih tangan Queen dan memegang nya erat.
" Cuma sampe jam 7 malam kan yah, gue gak bisa kalo lebih lama dari itu " Dengan sangat terpaksa Queen menerima tugas terakhir nya.
Keluar dari dalam ruangan Queen menghubungi mamanya untuk mengabarkan keterlambatan nya dan nanti malam dia akan langsung menuju ke lokasi tempat diselenggarakannya acara tersebut. Setelah itu dia menghubungi dua kembar sahabat setianya untuk mencurahkan kekesalannya hari ini.
__ADS_1
" Ude tenang aja, lo ntar langsung aja kesana kan gampang " Aurora mencoba menenangkan sahabat nya
" Tapi gue kan gak bawa baju ganti Ra, masa gue pake baju beginian, mana bau keringat lagi " Queen mendengus kesal, Aurora dan Laluna mentertawakan nya.
" Lo mah mau diapain juga tetep cantik kok Queen, pede aja lagi...Kasi touch up dikit uda kelar itu " Laluna tergelak.
" Aahh...Uda ah malah tambah pusing gue " Queen menutup sambungan telponnya. Ternyata dengan menghubungi mereka kekesalannya malah bertambah bukannya berkurang dengan godaannya.
Matahari sudah tak lagi menampakkan dirinya, siang sudah berganti menjadi malam. Acara puncak ospek pun sudah di depan mata, anak mahasiswa baru diminta untuk berkumpul bersama di lapangan yang berada diluar area gedung gymnasium. Mereka diminta untuk membuat formasi lingkaran. Queen bertugas untuk membacakan hasil kinerja mereka selama seminggu disana, tak lupa dia juga mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dan menyambut kedatangan mereka di kampus tersebut.
Sebelumnya kata-kata sambutan disampaikan oleh Akbar sebagai ketua BEM, dia juga memberikan informasi untuk pemilihan ketua BEM berikut nya beserta jajarannya. Acara khidmat tersebut diakhiri dengan doa lalu setelah itu mereka bersiap-siap untuk menaiki kendaraan yang akan membawa mereka ke pusdiklat untuk acara Penataran selama 3 hari berturut-turut disana.
Queen melihat jam menunjukkan pukul 6.30 malam, dia masih punya waktu 30 menit untuk bisa sampai disana lebih awal agar dia bisa sedikit memperbaiki riasannya. Queen bergegas mengambil tasnya yang dia tinggal di ruang BEM, sesampainya dia disana ruangan tersebut sudah dalam keadaan kosong tetapi lampu masih menyala. Queen masuk dan mengambil tas ransel beserta tas Laptop miliknya, tetapi ketika dia akan meninggalkan ruangan lampu ruangan tersebut tiba-tiba padam.
Queen terkejut, dia berusaha untuk tetap tenang dan mengatur nafasnya. Dia berjalan perlahan menuju ke arah pintu keluar, tetapi ketika Queen mencoba menarik pegangan pintu, pintu tersebut sudah dalam keadaan terkunci.
GUBRAK!
Buku-buku yang ada diatas rak tiba-tiba jatuh dan membuat Queen terperanjat, dia mengusap dadanya sambil terus berusaha untuk mengatur nafasnya. Queen ingat di salah satu wadah yang terdapat di rak buku tersebut masih ada kunci cadangan, diapun perlahan berjalan menuju rak tersebut. Tangannya mencoba meraba benda-benda yang dilalui nya saat dia berjalan agar kakinya tidak tersangkut kaki meja atau kursi.
Queen memekik ketika sepasang tangan mendorong nya hingga jatuh, kepalanya membentur sudut meja dan tangannya terpelintir ketika dia mencoba untuk menahan tubuhnya agar tidak membentur apapun yang ada disana.
" Siapa disana??!!" Ayo jawab! Jangan jadi pengecut Lo!!" Queen memegang pelipisnya yang mulai terasa perih.
Handphone Queen bergetar, dia pikir mama Giel menghubungi nya untuk menanyakan keberadaan nya. Queen menggeser layar handphone dengan jempol nya tanpa melihat siapa yang menghubunginya terlebih dahulu karena dia masih tetap harus waspada terhadap orang yang mendorong nya tadi, tetapi ketika dia hendak menjawab sebuah tendangan menghantam benda tersebut hingga dia terlempar entah kemana.
__ADS_1
" Hei...Gak lucu tau!! Ayo tunjukkan siapa diri Lo! Jangan jadi pengecut t*i Lo!!" Queen semakin kesal, seumur hidupnya dia tidak pernah mentolerir yang namanya pembulian. Masih ingat kan kejadian waktu dia masih SMA??
Queen memutuskan untuk mendobrak pintu ruangan itu, dia tak akan tahu siapa yang melakukan hal ini kepada nya jika dia masih bertahan didalam ruangan yang gelap itu. Queen menendang pintu itu hingga pintu tersebut terbuka, kebetulan Queen mengetahui jika pintu tersebut memang sudah lama rusak. Urusan ganti pintu gimana nanti aja pikir nya.
BRUK!!
Sesosok manusia mendorong Queen hingga tubuhnya membentur dinding, dia menggunakan jaket Hoodie dan memakai masker sehingga Queen sulit melihat wajahnya apalagi dalam keadaan remang. Tangan orang itu mencoba untuk mencekik Queen, tetapi tak lama pria itu tersungkur karena Queen berhasil menendang ulu hatinya.
Secepat kilat Queen menarik penutup kepala pria itu dan mendorong tubuhnya ke dinding dari arah belakangnya hingga dia tak bisa melawan karena Queen sudah mengunci lehernya dengan menarik penutup kepala yang dia kenakan.
Queen mendengar derap langkah kaki yang berlari ke arahnya.
" Queen!! Sayang?? Apa yang terjadi?? " Pria bertubuh tinggi dan berseragam lengkap berlari menghampiri nya.
Sial....Siapa dia?? Kenapa dia memanggil nya sayang??? Jangan-jangan...
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah menjadi pembaca setia novel ini ya 🤗🤗🤗
__ADS_1
Happy Reading 😘