
" Nis... Tolong panggil Letkol. Rudyanto keruangan saya " Satu lagi urusan yang harus Antoni bereskan. Antoni kini sudah kembali ke kantornya di Mako pusat.
Hah... Merepotkan saja!
" Siang pak! Ijin melaporkan, Letkol. Rudyanto sudah ada didepan " Anisa yang asisten melaporkan kedatangan Rudy ayah dari Bisma.
Flashback on
Rudy masih dalam keadaan kesal, perasaannya bercampur antara takut, marah dan kecewa. Dia diliputi perasaan takut akan akibat yang akan timbul karena ulah anak-anaknya. Dia bahkan sudah memikirkan hal terburuk yang akan terjadi, reputasi nya terancam hancur karena pemecatan secara tidak hormat jika hal ini tidak bisa dia selesaikan secepatnya.
Ya itulah Rudy dan segala pemikiran nya tentang dirinya dan reputasi nya yang pentingnya melebihi keluarga nya, dia bahkan tidak menyadari kalau perilaku nya ini telah menghancurkan masa depan anak-anak nya.
" Ijin menyampaikan pesan pak !" Anisa telah berada dihadapannya kali ini. Kedatangan nya yang tiba-tiba memperburuk pikiran yang muncul di otak Rudy
" Silahkan !" Rudy menyembunyikan ketakutan nya dibalik ketegasannya.
" Bapak diminta untuk menghadap Mayjen. Antoni sekarang, beliau sudah menunggu diruangannya. "
Flashback off
Antoni mempersilahkan Rudy untuk duduk di sofa ruangan kerja Antoni setelah dia memberikan hormat kepadanya.
" Santai saja pak Rudy, kita akan berbicara santai hari ini " Entah kenapa kata santai yang dilontarkan oleh mulut orang yang ada dihadapannya ini justru membuat Rudy takut.
Dia sangat mengenal siapa Antoni, orang yang dipercaya langsung oleh sang mantan Jenderal besar dan anaknya untuk membereskan hampir semua urusan yang menyangkut masalah negara maupun pribadinya.
" Silahkan diminum pak " Anisa meletakkan dua cangkir kopi dihadapan mereka masing-masing.
" Terimakasih pak Antoni " Rudy berusaha untuk menyembunyikan ketegangannya.
" Bagaimana kondisi anak gadis bapak sekarang ?" Antoni meletakkan kakinya diatas kaki yang satunya
" Baik pak, terimakasih atas perhatiannya "
" Saya tidak sengaja berkunjung ke akademi militer kemarin..." Antoni menyesap kopi panasnya
Deg!
__ADS_1
Ah sial! mau apa dia kesana??!
" Dan saya tidak sengaja bertemu dengan anak bapak " Antoni melanjutkan kata-katanya dengan santai, dia bisa melihat perubahan pada wajah rekan kerjanya ini.
" Sepertinya Bisma anak bapak lebih berminat untuk bergabung dengan satuan Brimob " Antoni tersenyum tetapi sorot matanya tidak bisa membohongi.
Kurang ajar anak itu! Lihat saja nanti !
" Terimakasih atas perhatian pak Antoni terhadap anak-anak kami pak, ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya.. " Rudy menganggukkan tubuhnya.
" Sama-sama pak Rudy, saya bahkan sudah membantu kepindahan anak bapak ke Akpol untuk memudahkan proses nya, Minggu depan dia sudah mulai akan meneruskan pendidikannya disana " Kali ini perkataan yang diucapkan Antoni sudah memulai penuh dengan penekanan.
Pernyataan Antoni ini terdengar seperti sebuah perintah yang tidak bisa dilanggar yang mengandung ancaman ditelinga Rudy, dia tidak bisa mengucapkan kata-kata lainnya selain berterimakasih atas bantuannya yang sebenarnya sangat berat untuk dia terima.
" Saya harap pak Rudy bisa selalu mendukung cita-cita kedua anak bapak dan saya doakan hubungan keluarga anda selalu harmonis seperti yang diceritakan anak bapak Bisma "
Duarrrr!!!! Kata-kata Antoni yang terakhir ini bagaikan kilatan petir yang menyambar jantungnya, dia bahkan bisa merasakan denyutan jantung nya yang tiba-tiba membuatnya merasa sesak.
.
.
.
Beruntung Antoni tidak menyangkut pautkan urusan ini dengan kedinasannya, hingga posisinya masih terselamatkan disana. Tak salah memang Cakrawala dan Galaxy Bima Sakti yang telah memilih nya sebagai orang kepercayaannya.
Ingatannya kembali ke masa lalu, masa dimana dia masih kecil dan merasakan kehangatan kasih sayang penuh dari ibunya. Sesekali dia mendengus kesal ketika ingatan nya kembali ke masa SMA dimana dia mendapatkan tekanan dari sang ayah untuk menuruti perintah nya agar memasuki dunia kemiliteran yang tidak dia minati.
Rudy mulai menyadari kesalahannya selama ini dalam memperlakukan istri dan anak-anaknya, tanpa dia sadari dia sudah seperti sang ayah yang memperlakukan dia dan ibunya dengan kasar selama hidupnya.
Ayah apakah kebencian ku terhadap mu yang telah membuat ku seperti ini..?
Rudy beranjak dari tempat tidur nya, dia melihat sang istri yang tengah asik di alam mimpinya, Rudy memutuskan untuk menghampiri kamar Regina.
Ditatapnya wajah anak gadis nya yang tengah tertidur lelap dihadapannya, anak gadis yang selama ini kurang mendapat kan kasih sayang dan perhatian nya. Anak gadis yang kehilangan sosok cinta pertama dari dirinya, yang malah dia bentak ketika dia merajuk, yang dia teriaki ketika dia membuat masalah dan hampir tak pernah mendapatkan pelukannya.
Maafkan papa sayang.... Maafkan papa yang memperlakukan mu dengan buruk selama ini...
__ADS_1
Rudy membelai rambut sang anak dan mencium keningnya lalu dengan hati-hati dia berlalu dari hadapannya.
" Papa belum tidur ?" Bisma masih mempersiapkan barang-barang untuk dia bawa ke kota Bandung Minggu depan. Atas bantuan papa Queen akhirnya dia bisa meneruskan cita-cita nya untuk bergabung di kepolisian.
" Bisma...Boleh papa bicara sebentar denganmu?" Rudy menepuk sofa disampingnya. Bisma menghampiri nya.
" Papa minta maaf atas semua kesalahan papa selama ini terhadap kalian " Rudy memeluk Bisma.
Baru pertama kali ini dari semenjak Bisma beranjak remaja sang papa kembali memeluk nya, kehangatan yang telah lama dia rindukan bisa kembali dia rasakan.
" Maafkan Bisma pah...Bisma yang salah, Bisma yang nakal " Bisma menangis dalam pelukan sang papa yang sangat dia rindukan.
Sementara itu ditempat yang berbeda
" Awas yah kalian berantem lagi! Kalian ini perempuan ingat itu!" Meski sudah malam Axel masih menasehati kedua anak kembarnya yang tak hentinya membuat dia khawatir.
" Iya kanjeng mami..." Laluna keceplosan
" Apa kamu bilang?!" Axel yang tadi nya akan meninggalkan kamar mereka mengurungkan niatnya
Papi...Please datang papi... Please papi selamatkan kami papi....
" Udah dong sayang...Mereka kan masih anak-anak sayang..." Galaxy tiba-tiba datang dan meraih pundak sang istri yang semakin imut kalau dia sedang ngambek. Tangan yang satunya memberi kode kepada kedua anak kembarnya, dia pun membawa sang istri ke kamarnya.
Bokap gue the best lah pokoknya...loph yu full papi !!
Memberikan empat jempol kepada papinya, sementara sang abang yang melihat adegan seru dari pintu kamarnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Bokap gue kok konyol banget yah kalo udah urusan mami sama anak-anak kembar nya???
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘