Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Bonus Chapter 5


__ADS_3

Antoni dan Gielang


Sebuah notifikasi chat muncul dilayar handphone Giel saat dia sedang asik berselancar di media sosial nya. Giel tersenyum ketika mengetahui isi percakapan yang dikirimkan oleh orang itu. Tanpa ragu dia membalas chat tersebut dan bergegas mempersiapkan diri untuk menemuinya.


" Hai....maaf sudah membuatmu lama menunggu " ucap Giel kepada seorang pria yang tengah duduk dikursi sebuah coffee shop.


" Hai Giel...aku belum lama datang, duduklah..." pintanya


" Kamu mau pesan apa? Disini Cappucino nya enak loh..."


" Cappucino dan kukis coklat saja " jawabnya ramah


Antoni memanggil seorang pelayan dan memesankan menu yang diinginkan oleh teman wanitanya ini.


" Kamu tidak ada kuliah hari ini?"


" Tidak... kuliahku sudah selesai, kebetulan Minggu depan aku wisuda"


" Owh... selamat yah "


Seorang pelayan mengantarkan pesanannya.


" Apa rencanamu setelah selesai kuliah...?" tanya Antoni lagi


" Entahlah...aku belum memutuskan sesuatu untuk itu..." jawabnya santai


" Kalau menikah?" Antoni menatap dalam sepasang netra indah dihadapannya dan memberinya senyuman


" A..aku...." Giel salah tingkah karena mendapat kan sebuah tatapan yang membuat jantung nya seperti sedang berlomba didalam.


" Apa kamu bersedia menikah denganku?"


Pertanyaan ini membuat Giel terkejut, dia tidak percaya dengan ucapan pria yang baru dikenalnya ini.


" Apa ini tidak terlalu cepat Antoni? maksudku aku belum mengenalmu, kita bahkan baru bertemu selama satu bulan ini " Giel mencoba untuk mencerna semua nya.


" Kita bisa saling mengenal setelah menikah nanti " ujarnya


" Ta...tapi...." ujar Giel terbata


" Dengar Giel, bagiku sebuah hubungan pernikahan merupakan sesuatu yang sakral. Orang tua kami tidak mengajari kami untuk berpacaran karena itu dapat mengundang hal yang buruk terutama bagi sang wanita "


Giel takjub dengan semua ucapan pria yang ada dihadapannya ini, disaat semua pria yang mendekati nya selalu memintanya untuk berpacaran dengan mereka untuk menghindari komitmen, sementara pria yang dihadapannya ini sudah berani langsung melamarnya dan saat ini dia yakin Antoni bukanlah tipe pria yang selama ini banyak dia kenal.


Giel menarik nafasnya dan membuangnya pelan.


" Kamu harus menemui orangtua ku terlebih dahulu Toni, mereka bukan orang yang mudah untuk diyakinkan "


" Itu bukan masalah bagiku " ujar Antoni meyakinkan Giel.


Giel terdiam dan mengedarkan pandangannya.


" Kenapa?" tanya Antoni


" Aku yakin setiap gadis menginginkan sebuah lamaran yang romantis..." ujarnya pelan


Antoni berdiri lalu mendekati gadis itu dan berlutut dihadapan nya, dia lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah berbentuk hati dan membukanya.

__ADS_1


Aktivitas keduanya menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada disana, bahkan ada yang dengan asyik merekam mereka melalui kamera handphone nya.


" Sayang... maukah kamu menjadi ibu dari anak-anakku kelak..?"


Giel merasa sangat tersanjung, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia tidak percaya dengan apa yang ucapkan pria yang sedang berlutut dihadapan nya.


Giel menggerakkan salah satu tangannya kehadapan Antoni.


" Aku bersedia..."


Antoni menyematkan sebuah cincin berlian dijari manis wanitanya, lalu dia mencium keningnya dan memeluk nya.


.


.


.


Saat wisuda adalah saat yang dinantikan oleh Antoni, karena dia berniat untuk menemui secara langsung orang tua calon istrinya. Sebelum nya dia telah meminta ijin kepada Cakrawala untuk tidak pulang langsung ke tanah air.


Selesai acara wisuda mereka mengundang Antoni untuk mengikuti acara makan malam bersama.


" Apa kegiatan mu nak? " tanya sang ayah


Antoni paham betul maksud dari pertanyaan calon mertuanya ini.


" Saya adalah seorang perwira angkatan darat om " jawabnya tanpa keraguan


" Owh...sedang dalam urusan apa kamu disini kalo boleh om tau.."


" Saya ditugaskan langsung oleh negara om, untuk melakukan pencarian salah satu warga negara kita "


" Kebetulan sudah om "


" Di dinas mana kamu bilang tadi ?" tanyanya lagi


" Saya di dinas angkatan darat om, saya bertugas di Mako pusat Cijantung dan saya baru dilantik menjadi seorang letnan kolonel " jawabnya


Giel tersedak mendengar pengakuan pria yang belum lama melamarnya ini, dia baru tahu di dinas mana dan pangkat apa pangeran berkuda besi nya ini.


" Pelan-pelan sayang makannya..." ucap Antoni memberikan air minum dan tissue kepada Gielang


Kedua orang tua Giel melihat sebuah adegan manis didepannya, mereka tersenyum melihat perlakuan Antoni terhadap putrinya.


" Apa kalian sudah merencanakan tanggal pernikahan kalian ?" kini giliran sang calon ibu mertua yang bertanya


Giel makin terbatuk-batuk...


" Sekembalinya ke Indonesia saya harus mengurusi semua dokumen-dokumen untuk persiapan pernikahan yang harus saya serahkan ke kantor dulu tante, nanti tanggalnya akan ditentukan disana " jawab Antoni sambil terus mengelus punggung wanitanya.


Selesai acara makan malam orang tua Giel pamit untuk menuju ke hotel tempat mereka menginap selama di Amerika, sementara dua insan yang sedang kasmaran ini memutuskan untuk menikmati malam terakhir Antoni disana.


" Kamu kok gak kompromi dulu sih pas mami tanya tentang pernikahan??" ujar Giel merajuk


" Kompromi sama kamu lama sayang... mending langsung sama orang tua kamu, lebih ekspress..." jawab Antoni enteng


" Kok kamu gak ngasih tau kalo kamu itu....."

__ADS_1


Ucapan Giel terpotong karena Antoni mencium bibirnya yang sedari tadi maju ke depan


" Nanti setelah menikah kamu akan tahu semuanya sayang ... sekarang aku hanya ingin menikmati malam terakhir aku disini..." ujarnya.


Antoni menarik Giel masuk kedalam pelukannya, dia melihat wajah cantik wanitanya memberinya senyuman dan mengecup kembali bibirnya.


" Kamu bohong sama aku..." ucap Antoni


" Bohong gimana maksudnya?" Giel kaget dengan pernyataan prianya


" Kamu bilang orang tua kamu bukan orang yang mudah untuk diyakinkan, buktinya mereka langsung menerima lamaran ku..." ujarnya


" Ya iya lah...Letnan kolonel yang ngelamar " pipi Giel memerah seketika


" Besok aku kembali ke Indonesia, kamu jangan lama-lama disini oke sayang ..?"


" Kalo lama emangnya kenapa?"


" Takut terjadi keributan " ujar Antoni tergelak


.


.


.


" Gimana penerbangan mu Ton?" tanya Cakrawala


Antoni dijemput oleh Toni sopir pribadi Cakrawala, dia langsung membawanya menuju ke kediaman Bima Sakti setelah Antoni sampai di bandara internasional Soekarno-Hatta


" Baik om " jawab Antoni tersenyum


" Kayaknya lagi ada yang bahagia ini " sindirnya


" Selamat yah Ton... kamu memang hebat, saya gak salah udah kirim kamu kesana " imbuhnya


" Terimakasih om, ini semua berkat bimbingan dan bantuan om selama ini " ujarnya


" Maaf Antoni gak bisa bawa Merry kehadapan om " lanjut Antoni


" Gak apa-apa nak, om memang yang menganjurkan Norman untuk menjemput nya langsung ke Amerika "


" Ini semua hasil laporan nya Ton?" imbuhnya


" Iya om....Oia, ada salam dari kawan-kawan om " ujar Antoni


Cakrawala seketika tertawa, dia sudah tahu siapa yang menitipkan salam padanya. Siapa lagi kalau bukan teman seperjuangan nya si tua bangka James dan John


" Kamu sudah mengenal mereka sekarang..."


.


.


.


To be continued 😉

__ADS_1


Dukung author dengan like dan komen yah 😘


Terimakasih 😉😉


__ADS_2