Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Modus 2


__ADS_3

Flashback on


Langit sengaja memberi tahu Queen jika kepulangannya ke ibu kota mengalami kendala dan baru akan pulang sekitar tiga hari ke depan, tetapi dia meminta keluarga om Antoni untuk mengadakan acara makan malam bersama seperti yang biasa mereka lakukan pada Sabtu malam.


Pesawat yang dinaiki nya sebenarnya sudah tiba pada pukul 3 sore hari, tetapi karena masih ada berkas-berkas yang harus dia selesaikan maka dia terpaksa harus bergabung dengan mereka pada jam makan malam dimulai. Kali ini Langit berbahagia atas keterlambatan nya karena justru akan menambah efek kejutan yang akan dia berikan untuk sang pujaan hati.


Jam 7 malam Langit sampai di restoran, disana sudah ada papi, mami serta kedua adik kembarnya dan om Antoni serta keluarga nya yang menyambut kedatangannya. Tetapi dia tidak menemukan keberadaan gadis yang sangat dirindukannya.


" Queen dimana om?" Langit menyalami dan memeluk mereka semua.


" Kok Queen duluan sih yang ditanyain...Maminya engga " Axel menggoda anak sulungnya. Langit memeluk sang mama yang juga sangat dia rindukan.


" Abang telpon Queen dulu ya mih.." Langit menekan tombol handphone nya dan mencoba untuk menghubungi Queen, entah kenapa hatinya merasa tidak enak saat itu.


Panggilan telepon Langit langsung diterima olehnya, tetapi dia mendengar Queen sedang berteriak diseberang sana. Langit menutup sambungan telponnya dan meminta ijin untuk menjemput Queen, dia sengaja tidak memberi tahukan apa yang dia dengar saat menelepon Queen agar anggota keluarga nya tidak khawatir.


Flashback off


" Lepasin dia sayang, nanti dia kehabisan nafas " Queen yang masih emosional melepaskan pria itu dan mendorong nya kasar, petugas keamanan kampus yang berlari dibelakang Langit menahannya.


Langit membuka masker yang menutupi wajah pria itu, pria yang telah berani mencoba untuk menyakiti kekasihnya.


" Kak Mahdar?!!" Queen tidak percaya seorang Mahdar yang terkenal kalem tega berbuat itu kepada nya.


" Kamu mengenal pria ini sayang?" Langit meminta petugas keamanan kampus untuk melepaskan genggaman tangannya yang mengunci tangan Mahdar dibelakang tubuhnya.


" Dia kakak tingkat aku bang, tapi kenapa?" Queen mencoba untuk mencari tahu.


" Sebaiknya kamu mengaku dan jujur dengan perkataan mu, kalo kamu masih ingin berkuliah disini " Langit tersenyum kecut kepada Mahdar, sebenarnya dia ingin menghajarnya habis-habisan tapi itu tidak etis menurut nya karena dia tidak sebanding dengannya.


Awalnya Mahdar ragu untuk mengakui siapa yang telah menyuruhnya, tetapi karena ancaman pria berseragam tentara yang tak melepaskan pandangan tajamnya akhirnya dia mengaku.


" Dimana dia sekarang?!" Queen geram, dia masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.

__ADS_1


" Di...Dia sedang menunggu kita di ruangan kosong disamping tempat penyimpanan alat olahraga Queen... Maafkan aku " Mahdar tertunduk, dia menyesal karena telah menuruti kemauan sahabat nya, lagipula bukan ini yang dia rencanakan dari awal. Dia pikir Queen akan ketakutan dan jatuh pingsan tetapi ternyata Queen malah menghajar nya.


" Pak lepaskan dia dan jangan memberi tahukan hal ini kepada siapapun dan kamu juga, tutup mulut mu rapat-rapat atau aku akan menghajar mu lagi...!" Queen menatap nya tajam, Langit tersenyum melihat harimau betina nya telah mengeluarkan taringnya.


" Kamu pulang saja, biarkan Akbar menunggu disana dan tolong awasi orang itu yah pak" para petugas keamanan itu mengangguk, mereka seperti mengerti apa yang coba Queen sampaikan dan kembali ke pos nya masing-masing.


" Bang Langit lagi ngapain disini??!" Queen melipat kedua tangannya, dia memberikan tatapan penuh arti kepada pria yang katanya akan pulang dalam tiga hari ke depan.


" Kejutan sayang...!" Langit menarik kedua sudut bibirnya dan memberikan senyuman terindah kepada harimau betinanya serta membentangkan kedua tangannya.


Queen mendecih kesal dan membuang pandangannya dari Langit.


" Jangan marah dong sayang... Tadinya abang mau kasih kejutan, eeehhh...Malah terkejut pas telpon kamu tadi " Langit menggaruk keningnya, dia mencoba membujuk Queen.


" Gak lucu abang..." Langit bingung harus dengan cara apa dia membujuk kekasihnya, dia pun tidak mau membuat keluarga nya lebih lama menunggu kedatangannya. Bisa-bisa mereka curiga. Langit mengangkat tubuh Queen di bahunya dan membawanya pergi dari sana, dia tidak perduli dengan Queen yang meronta meminta untuk diturunkan.


" Bang Langiit...!! Lepas gak??!! Lepasin aku!!! " Queen menggerakkan kakinya dan memukuli langit.


" Maaf sayang, tapi mereka masih menunggu kita disana " Langit bergegas membawa Queen kedalam mobil dan mendudukkan nya di kabin depan.


Mampus gue...


.


.


.


Keesokan harinya dikampus.


" Mahdar...Dar! Lo semalem kemana?? Gue tungguin juga! Gak asih lo..!" Akbar berlari menghampiri Mahdar, tapi pria itu malah ngacir begitu tahu Akbar memanggil namanya.


" Yee...Tuh anak malah lari..." Akbar menghentikan langkahnya, dilihat nya Queen memasuki pintu masuk gedung. Dia menghampiri nya seolah-olah tidak pernah terjadi apapun.

__ADS_1


" Pagi Queen " Akbar menyapanya manis tetapi tak dihiraukan oleh Queen. Queen berusaha mengontrol emosi nya semenjak dia melihat Akbar menghampiri nya.


Akbar merasa dirinya tidak dihargai oleh gadis incarannya, dia adalah ketua BEM dikampus ini dan semua orang harus menghormati nya. Akbar mencoba untuk menarik tangan Queen tetapi gadis itu menepisnya.


" Lo punya masalah dengan kesopanan Queen?? Gue berusaha bersikap sopan sama Lo!" Akbar membentaknya berharap mendapatkan perhatian semua orang yang ada disana.


" Maksud Lo apa kak?!" Queen mulai tersulut emosi nya, dia menatap tajam netra pria yang sekarang ini dibencinya.


" Eh gue tuh kakak tingkat lo Queen, setidaknya lo ngehormatin gue karena itu!" Akbar menunjuk wajah Queen yang tingginya hampir sama dengannya. Queen mengepalkan kedua tangannya, dia hampir saja melayangkan pukulan kepada laki-laki kurang ajar ini.


Andai Queen tidak pernah mendapatkan nasihat dari papanya tentang siapa yang memukul duluan dan bagaimana cara membalas pukulan, pasti dia sudah menghabisi Akbar dari tadi. Queen membuang nafasnya kasar dan memutuskan untuk pergi dari hadapan laki-laki yang telah merusak moodnya untuk mengikuti kuliah pagi ini.


Queen memasuki ruangan kelasnya dan menghampiri Sarah serta Fikri yang sedang asik berbincang, mereka berdua terkejut dengan kehadiran Queen disana.


" Apa maksud kalian sebenarnya kemarin?? Kalian sengaja ngumpanin gue hah?! Jawab!!" Queen mengebrak meja membuat keduanya terperanjat.


" So...Sorry Queen, kak Akbar ngancem gue soalnya.." Sarah tertunduk, dia merasa bersalah karena telah menuruti kemauan gila kakak tingkat nya itu.


" Kalian tuh ngebiarin orang Laen ngatur hidup kalian??? diancam??? cuma diancam aja kalian udah takut??? Tapi ngejebak gue gak takut sama akibatnya! Gitu?? Hebat yah kalian! " Queen menatap keduanya, rasanya dia ingin menendang keduanya keluar dari kampus.


" Terus kalo ternyata gue diperkosa tadi malam gimana hah??! Mikir kesana gak sih?! Kalian memang teman yang hebat!!" Queen bertepuk tangan dan meninggalkan mereka berdua.


" Queen...! Maafin kita Queen..." Fikri mengejar Queen dan memohon sambil berlutut, untung disana hanya ada mereka bertiga.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy Reading 🤗


__ADS_2