Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Season 2 : Langit Biru Putra Galaxy Bima Sakti


__ADS_3

Namaku Langit usiaku 17 tahun, aku mempunyai adik kembar perempuan yang sangat aku sayangi bernama Aurora dan Laluna yang usianya terpaut 2 tahun lebih muda dariku. Saat ini aku duduk di bangku SMA Taruna Negara, ini adalah tahun terakhir aku bersekolah disana sebelum aku memasuki akademi militer pilihan ku.


Aku memang terlahir dari keluarga militer, kakekku Cakrawala Bima Sakti adalah seorang pensiunan Jenderal besar diangkat darat baret merah sementara ayahku sekarang ini sudah berpangkat Jenderal dan kedua pamanku sudah berpangkat Letnan kolonel. Tetapi meskipun kami adalah keluarga militer, tidak membuat orang tua kami mendidik kami semena-mena dengan menerapkan aturan keras.


Aku sangat menghormati keluarga ku terutama mami dan oma ku, mereka sangat menyayangi kami. Mereka lah yang mendidik kami untuk selalu menghargai dan menyayangi sesama darimanapun mereka berasal.


Hari ini aku terpaksa harus berkelahi dengan Bisma dan kawan-kawan nya, adik kembar ku serta Queen yang sudah aku anggap sebagai adik dibantu sama Andri sopir pribadi kami membantuku untuk melawan mereka. Bukan hal yang terlalu sulit bagi kami untuk membuat mereka lari kocar kacir, ini berkat kedua paman kembar kami yang dari dulu selalu melatih kami ilmu beladiri.


Sekarang kami dirumah Oma, niat kami adalah untuk meminta bantuan kepada kedua paman kembar kami, karena ketika kami berkelahi tadi baju seragam kami robek dan terdapat luka lebam di bibir kami. Tanpa kami sadari ternyata mami sudah ada disana, siap untuk memarahi kami habis-habisan.


Kami memang salah karena terpaksa meladeni Bisma untuk berkelahi, tetapi kami juga punya alasan kenapa kami berbuat seperti itu. Bisma sudah sangat keterlaluan dengan tingkahnya yang selalu saja mengusik kami.


Kami diam ketika mami memarahi kami.


" Kamu itu Abang mereka Langit, kenapa kasih mereka contoh yang gak baik seperti itu??!"


" Sudah sayang....pasti abang punya alasan kenapa dia memutuskan untuk meladeni mereka " papi berusaha meyakinkan mami yang masih kesal dengan ulah kami.


" Tapi pih, adik Langit itu perempuan semua, gimana coba kalo mereka itu jadi suka berantem gara-gara mencontoh abangnya..." ujar mami


" Inget...dulu yang sok jago nolongin bunda siapa coba?? kok ya abangnya sih yang disalahin?? "


Papi memang punya cara yang unik untuk merayu mami, meski papi ini seorang jenderal tapi sikap papi selalu manis kalau sedang berhadapan dengan mami.


" Iisshhh....papi nih " mami berlalu dari hadapan kami semua.


Sepeninggal nya mami..


" Gimana tadi berantemnya?? siapa yang mulai duluan?" tanya uncle Guntur


" Yang menang siapa??" lanjut papi


" Lawan kalian babak belur gak??" tanya uncle Guruh


Mereka bertiga memang kocak kalau lagi gak ada mami, Queen yang baru tahu ulah papi dan uncle G kuadrat hanya bisa nyengir.


" Kelakuan mereka sama aja sama papaku kalo lagi gak ada mama " ujar Queen padaku.


Aku teringat kata-kata papi tentang mami tadi, papi bilang mami pernah selamatkan Oma.


" Pi...emangnya dulu mami pernah selamatkan Oma? " tanyaku penasaran.


" Dan Opa....." tiba-tiba opa datang berjalan mendekati kami.

__ADS_1


Lalu Opa, papi dan uncle G kuadrat menceritakan peristiwa dulu ketika mami dan Tante Gielang mamanya Queen mencoba menolong mereka. Queen terkejut, karena ini pertama kali dia juga mengetahui cerita tentang sang mama.


" Whooaaaaa....mami kereeennn " ucap Aurora


" Mama kamu juga hebat Queen " ujar Laluna.


" Opa cuma wanti-wanti sama kalian, jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, itu gak baik. Kalian boleh bertindak tapi atas dasar keadilan..."


Nasehat opa sangat mengena di benak kami, mereka memang luar biasa dan kami semakin mengagumi dan menghormati mereka.


.


.


.


Keesokan harinya disekolah.


" Langit, lo dipanggil pak Samsul keruanganya!" teriak Alan salah satu teman kelas Langit


Pak Samsul adalah guru BK disekolah kami.


Ada apa yah pak Samsul panggil gue??? jangan-jangan...


" Langit, apa benar kamu dan adik-adik mu sudah mengeroyok Bisma?" tanya pak Samsul kepadaku, beliau terlihat sangat kecewa kepadaku.


" Tidak pak " jawabku


" Lalu bagaimana Bisma bisa sampai babak-belur seperti itu?" tanyanya lagi


" Kami hanya membela diri kami pak, tidak lebih " jawabku lagi


" Kamu itu jangan kurang ajar yah, anak saya sampe babak belur gini kamu masih gak mau ngaku " ayah Bisma terlihat kesal dengan jawaban ku


" Maaf pak, bu untuk masalah yang sebenarnya bisa ditanyakan langsung sama anak bapak dan ibu atau bapak dan ibu bisa bertanya langsung kepada pemilik kedai bakso Arjuna disana "


Bisma terlihat sangat terkejut dengan perkataan ku.


" Anak kurang ajar! panggil orangtua kalian kesini !" bentaknya


" Maaf saya datang terlambat " aku mendengar suara papi!


Wajah kedua orangtua Bisma mendadak menjadi pucat karena melihat kedatangan papi. Untuk urusan sekolah kedua orang tua ku memang tak pernah mewakilkan nya kepada siapapun.

__ADS_1


Ayah Bisma langsung mengambil sikap tegap dan memberikan hormat kepada papi, dan papi membalas nya dengan senyuman.


" Apa kalian sudah menceritakan hal yang sebenarnya kepada guru kalian?" tanya papi kepada kami.


" Sudah pih, kami sudah menceritakan hal yang sebenarnya kepada pak Samsul " jawab Aurora


Tak lama om Antoni pun datang ke ruangan dimana kami semua berada.


" Maaf saya datang terlambat " ujarnya


Kedatangan om Antoni menambah kadar pucat di wajah orangtua Bisma, lagi-lagi ayah Bisma mengambil sikap tegap dan memberikan hormat, kali ini kepada om Antoni papanya Queen.


" Saya serahkan semuanya kepada pihak sekolah mengenai masalah anak-anak kami pak " ujar papi kepada pak Samsul.


" Jika memang anak-anak kami telah berbuat salah dan melanggar aturan, pihak sekolah boleh menghukum anak-anak kami " lanjut papi.


Lalu pak Samsul menjelaskan bahwa baik yang memukul dan yang dipukul akan mendapatkan skorsing selama 4 hari dari pihak sekolah, hanya pihak yang memulai akan mendapatkan hukuman tambahan yaitu dia harus membersihkan toilet sekolah selama satu Minggu penuh setelah dia masuk sekolah kembali nanti.


Kami pun menyepakati aturan hukuman yang diberikan oleh pihak sekolah, hari itu kami terpaksa pulang lebih cepat.


" Gimana kalo kita pergi liburan???" ujar papi kepada kita semua, kami masih berada di lapangan parkir sekolah


" Ah lu Xy, kayak bisa aja ngasih alesan sama Axel ntar " jawab om Antoni


" Ahhh...itu tugas lu Ton " papi menaikan kedua sudut bibirnya


" Kok gue??? gue paling gak bisa ngadepin bini lo " ujarnya lagi


Kami berempat melihat tingkah laku absurb dari para perwira tinggi dihadapan kami yang dua-duanya masuk dalam perkumpulan suami-suami takut istri.


Bokap gue kok gini banget yah....


.


.


.To be continued 😉😉


Hai kakak-kakak, untuk season 2 aku putuskan untuk melanjutkan nya di novel ini aja yah 😁😁😁


Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian disini sebanyak mungkin 😘😘😘


Terimakasihh 🙏

__ADS_1


__ADS_2