Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Bonus Chapter 3


__ADS_3

Pencarian Merry


" Aku tidak tahu...!! Aku mohon jangan paksa aku...!"


" Aku tak memaksamu Chris, jangan cengeng seperti itu... bukankah kamu senang melakukan hal ini dengan wanita-wanita mu?"


" Aku mohon jangan lakukan itu padaku!"


" Atau apa Chris? "


Chris menangis memohon ampun kepada Antoni yang sekarang ini sedang ada dihadapannya. Antoni bahkan tidak harus susah-susah membuat wajahnya babak belur, dia hanya menaruh sebuah pistol dan belati diatas meja dihadapan Crish dan sebuah video mesum antara dia dan para pria!


Ternyata Crish punya rahasia besar yang selama ini dia simpan rapat-rapat, sikap kurang ajarnya terhadap wanita ternyata hanya kedok untuk menutupi identitasnya sebagai seorang sugar boy.


" Jadi...apakah kamu akan mengatakan yang sejujurnya kepadaku sekarang Chris?" Antoni mulai jengah dengan sikap cengeng pria yang ada dihadapannya.


" Oke...oke...tapi aku mohon jangan sebarkan video-video itu...!"


" Aku bukan orang yang tidak bisa memegang janjinya Crish, aku bukan pengencut seperti mu!"


" Kamu tak tahu dengan siapa kamu berurusan Toni, mereka bukan orang sembarangan, mereka itu tergabung dalam sebuah sindikat..!"


" Kalau bicara yang jelas Crish, aku tak suka mendengar cerita yang bertele-tele, kesabaran ku bisa habis..."


" Oke...oke ... sorry...pria ini bernama Juan Alexandro, dia punya tato ular dengan salib dilehernya, aku mengenalkan Merry padanya, karena dia bilang dia sedang mencari seorang pria kaya raya "


" Dimana aku bisa menemukan si Juan ini Chris?"


" Kau harus menjadi orang kaya untuk bertemu dengan orang ini Toni..."


" Aku pikir pasti kamu pernah dibawa oleh salah satu sugar daddy mu sampai kamu bisa mengenal seseorang seperti dia..." ujar Antoni menghina secara halus.


" Kapan kalian akan mengadakan pesta lagi?" lanjut Antoni


Lalu Crish memberitahukan lokasi tempat mereka akan menggelar sebuah pesta yang akan dihadiri oleh orang-orang kaya disana.


Antoni menyerahkan Crish kepada pihak berwajib dengan syarat jaminan keselamatan untuk dia dan keluarganya karena telah membocorkan rahasia ini kepada pihak kepolisian.


" Huufttt ...aku tidak begitu suka berada didekat kaum borjuis seperti mereka itu... "


Antoni melemparkan tubuhnya keatas tempat tidur, dia lalu meraih benda pipih disaku celananya dan menghubungi Cakrawala untuk menceritakan tentang penemuan terbaru nya.


" Baik om, saya akan menemui beliau sekarang..." Antoni mengakhiri percakapannya.

__ADS_1


Antoni memutuskan untuk membersihkan dirinya dulu dan berganti pakaian sebelum menemui orang yang dimaksud oleh Cakrawala setelah dia menghubungi John terlebih dahulu untuk memberi tahu jika dia kemungkinan tidak akan pulang dulu ke kediamannya untuk beberapa hari ke depan.


Sesampainya di alamat yang diberikan oleh Cakrawala.


Ini beneran rumahnya??? gila...gede banget...


Pintu gerbang besi yang menjulang tinggi itu tiba-tiba terbuka sesaat setelah mobil Antoni mendekat, lalu diapun memasuki halaman besar yang ada dihadapannya.


" Selamat malam tuan, tuan besar sedang menunggu anda didalam, mari ikut saya..."


Seorang pelayan menyambut kedatangan Antoni seketika setelah dia membukakan pintu mobilnya, Antoni pun mengikutinya.


" Hallo....kamu pasti Antoni! Cakrawala telah bercerita banyak tentang kamu...saya Jameson, kamu boleh panggil saya James " sambut pria itu sambil menjabatkan tangannya dan memeluk Antoni lalu mempersilahkan nya untuk duduk.


Jendral tua itu gila juga teman-temannya...


" Kau tak datang bersama John si tua Bangka itu??" ujarnya tergelak


" John sedang tidak bisa ikut saat ini..." jawab Antoni


" Ahh dia itu memang seorang family man sejati, sama seperti si tua bangka Cakrawala sang jendral gila dimasanya!" James kembali tertawa


" Dia masih sama seperti dulu...hanya lebih jinak.." ujar Antoni berkelakar


James mulai menceritakan tentang rencananya.


.


.


.


" Selamat malam tuan, boleh saya melihat undangan digital nya?"


Seorang pria bertubuh tinggi besar mengenakan setelan jas hitam dengan merk ternama yang didampingi oleh seorang wanita cantik berambut panjang dengan balutan dress bodycon berwarna merah memperlihatkan undangan digital yang diminta dengan memperlihatkan layar handphone nya.


" Tuan Antoni dan Nona Angela, silahkan masuk "


Saat ini mereka tengah berada disebuah pesta yang sangat meriah diatas sebuah kapal pesiar, Antoni mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari orang yang bernama Juan Alexandro seorang pria yang mempunyai sebuah tato ular bersalib dengan membaurkan diri ditengah khalayak pesta.


"Arah jam 12 mu Toni " sebuah suara terdengar melalui alat pendengaran yang terpasang di telinga sebelah kiri Antoni.


Tanpa melihat arah yang dimaksud, Antoni dan Angela berjalan mendekati orang yang berada disana. Lalu Angela berpura-pura menabrak tubuh orang itu dan menumpahkan minuman yang ada di gelas yang dia pegang.

__ADS_1


" Owh...maaf tuan...saya tidak sengaja " ujar Angela menggoda


" Tidak apa-apa nona cantik " ujarnya ramah.


Pria itu pamit menuju toilet untuk membersihkan dirinya. Saat sedang mulai membersihkan kemejanya dari tumpahan minuman tadi, tiba-tiba seseorang dari belakangnya menancapkan sebuah jarum suntik di lehernya. Tak lama diapun tak sadarkan diri.


Antoni mengambil handphone dan sebuah benda kecil yang ada di saku jasnya dan menukarnya dengan benda yang sama persis dengan kedua benda yang dia ambil dari saku jasnya. Dia pun menempatkan Juan di atas toilet duduk dengan posisi seperti seseorang yang sedang buang air besar.


Antoni keluar dari kamar mandi dan mulai berbaur kembali dengan khalayak pesta untuk menyelinap keluar bersama dengan Angela.


.


.


.


" Tak salah si tua bangka itu menyuruh mu untuk melakukan tugas ini, ternyata kamu memang hebat Antoni " ujar James disela-sela aktivitas Antoni melepaskan rambut palsunya dan benda-benda yang menempel diwajahnya.


" Hei... bagaimana denganku?!" John meneriaki James


" Ahh...kita bertiga sama-sama gilanya John " jawab James tergelak.


Lalu James menyematkan sebuah alat kecil yang Antoni ambil tadi ke colokan disamping laptop khususnya, tak lama sebuah enkripsi berjalan dan kode untuk membuka sebuah file pun terbuka.


" Yup... seperti dugaan ku, human trafficking! dan gudang itu tempat dimana dia menyimpan para wanita sebelum dia menjual mereka keberbagai negara " ujar James


" Aku akan memberitahu Cakrawala terlebih dahulu " ucap Antoni sementara James menghubungi rekan-rekannya di FBI.


Sementara di tempat pesta, seseorang telah tersadar dari pingsannya dalam keadaan sangat murka, dia berteriak memanggil para pengawal nya untuk mencari tahu siapa yang telah berani berbuat seperti itu pada seorang Juan Alexandro.


" Tuan orang ini yang telah mencelakai anda " ujar salah seorang pengawal Juan memperlihatkan rekaman CCTV kehadapannya.


" Cari orang ini sampai ketemu!! dan bawa dia kehadapan ku!" titahnya.


.


.


.


To be continued 😉


Dukung author dengan like dan komen yah 😘

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2