
Dokter sudah berusaha untuk menolong Cinthya dengan sangat maksimal, apalagi Axel meminta kepada mereka untuk memberikan fasilitas pelayanan kelas satu untuk tantenya selama dalam satu bulan lebih masa perawatan, tetapi takdir berkata lain. Cinthya meninggal diusianya yang ke empat puluh tujuh tahun.
Kabar duka ini sangat memukul Axel, orang yang selama ini telah menggantikan sang mama yang begitu dia sayangi telah pergi meninggalkan nya.
Axel berangkat ke rumah duka dikediaman Cinthya dengan membawa si kecil Langit ditemani oleh Galaxy dan ayah bunda serta para pengawalnya dan tentu saja mengundang kekaguman para tetangga yang melayat begitu mereka sampai disana.
Disana terdapat Perdo sang paman dan kedua anak gadisnya yang sedang berduka menangisi kepergian mamanya. Axel dan keluarga menghampiri mereka untuk mengucapkan bela sungkawa.
Galaxy menaruh curiga kepada Perdo yang terlihat biasa saja dengan kepergian sang istri, raut wajahnya tidak mencerminkan orang yang sedang berduka.
Akan aku selidiki...
Jenazah dikebumikan pada hari itu juga, Axel dan bunda tidak ikut ke lokasi pemakaman karena khawatir akan si kecil Langit dan ternyata salah satu sepupunya yang bernama Tania pun tidak ikut serta bersama rombongan.
Bunda sedang berada dikamar mandi ketika Tania berbicara dengan Axel.
" Enak yah Xel sekarang hidup kamu, serba mewah.." ujarnya sinis
Axel yang sudah hafal betul dengan tingkah sepupunya ini hanya tersenyum dengan perkataan Tania yang usianya hampir sama dengannya, hanya beda dua bulan lebih tua dari Axel.
" Sekarang kamu juga gak usah susah-susah cari duit sendiri kayak waktu itu, kerja jadi barista " lanjutnya masih dengan nada sinis dengan menekankan kata barista yang seakan profesi itu sangat rendah dimatanya.
Axel tak mau menanggapi nya, dia asik menyusui baby Langit yang sedari tadi minta mimik karena lapar.
" Iya dong, sekarang ada kami yang akan selalu ada untuknya, dan perlu kamu tau, dia adalah anak saya Siska Bima Sakti "
Bunda Siska tiba-tiba datang untuk menimpali perkataan Tania dengan menekankan kata Bima Sakti, seakan memberi tahu dia jika tidak ada seorangpun yang berani mengusik anggota keluarga nya.
Tania terkejut dengan kedatangan Siska yang tak disangkanya, mulutnya yang selalu saja berkata pedas pada Axel seperti terkunci mendengar kata-kata yang dilontarkan oleh Siska. Tania terdiam sesaat lalu pergi berlalu dari hadapan mereka.
" Gak ada yang boleh menghinamu sayang " ucap bunda memeluk Axel.
Axel meminta pada bundanya agar merahasiakan kejadian itu agar suami serta ayah dan kedua abang kembarnya tidak marah. Bunda hanya memberikan senyuman pada anaknya ini, tentu saja itu tidak bisa dilakukannya.
.
.
.
" Oke terimakasih atas informasinya " ucap Galaxy kepada orang yang ada didepannya.
" Siap pak! Ijin meninggalkan ruangan!" ujarnya dengan sigap
Setelah memberikan hormat, Galaxy mempersilahkan staf nya untuk meninggalkan ruangannya. Dia lalu membuka amplop berisikan informasi yang dia minta kepada staf nya tersebut.
Menarik....
Karena Anton sedang bertugas, Galaxy lalu menghubungi kedua adik kembarnya agar menemui nya di ruangannya.
" Lihat ini..." titah Galaxy seraya memberikan sebuah amplop coklat ukuran A4 kepada adik kembarnya.
__ADS_1
Dilihatnya satu persatu kertas yang berisikan informasi lengkap mengenai keluarga adik kesayangan keduanya.
" Bagaimana menurut kalian?" tanya Galaxy
" Aku yakin bang... Ade gak tau tentang hal ini " ujar Guntur
" Apa kita akan memberi tahunya?" sambung Guruh
" Jangan dulu...kita selidiki lebih dalam tentang si Perdo ini, itu tugas kalian..." titahnya
" Dia tidak tau siapa kalian berdua, waktu pemakaman tantenya kalian tidak ikut kan..." sambung nya memberi petunjuk.
" Oke bang... secepatnya kami akan mencari informasi tentang orang ini " ujar Guntur berlalu meninggalkan Galaxy diikuti oleh Guruh
" Heh...kalian ini gak ada hormat-hormatnya sama atasan !" Galaxy menggerutu
Tiba-tiba langkah keduanya terhenti dan membalikkan tubuh nya.
" Siap pak! Laksanakan!" ucapnya kompak yang membuat Galaxy terkejut
Dasar adik gak ada akhlak!
*************************************
" Tayaaaang....papi pulaang...." ujar Galaxy menirukan suara anak kecil menghampiri baby Langit yang sedang menyusu dengan lahapnya.
" Mandi dulu pi..." titah Axel sebelum Galaxy mencium anak dan istrinya.
" Yaaa....gak jadi deh cium-cium nya " ujar Galaxy memajukan bibirnya.
" Mami mandi dulu gih sana, biar Langit sama papi dulu " titahnya
" Awas lho jangan digangguin ntar bangun lagi " ujar Axel.
Seharian ini baby Langit memang agak rewel, kata bunda kalo abis imunisasi anak bayi suka demam, tapi itu normal nanti juga akan reda yang penting mimik susunya bagus.
Selesai dari ritual mandinya, Axel melihat pemandangan bagus dihadapannya. Galaxy yang tertidur dengan memeluk baby Langit diabadikan dalam bidikan kamera handphone nya lalu dia membagikan nya di status WhatsApp nya dengan tulisan "Like Father Like Son"
Drrtttt... drrtttt...
Notifikasi chat muncul di layar handphone Axel segera setelah foto tersebut terpampang di statusnya. Pengirimnya siapa lagi kalau bukan sahabat setianya Gielang.
" Cintaaaa....bulan depan gue pulang!"
^^^" Oia???.....kita jadi ketemuan yaaa "^^^
" Harus! wajib! kudu! musti! "
" Gue ada kabar gembira buat lo sis!"
^^^" Apakah....apakah...??"^^^
__ADS_1
" Gue ketemu pangeran gue!"
^^^" Alhamdulillah.... akhirnya status jomblo lu ganti juga...hahaha "^^^
" Awas lho ya ntar...."
^^^" Sini kalo berani.... wkwkwkwkw "^^^
" Betewe aniwe buswe...anak lu tambah ganteng aja !"
^^^" Anak yang mana??"^^^
^^^" Yang gede apa yang kecil ?" ^^^
" Dua-duanya! wkwkwkwkw..."
^^^" Sialan lu !"^^^
.
.
.
" Pah.... kapan kita bisa dapetin duitnya??" rengek Tania kepada sang papa.
" Sabar! mama mu baru tiga puluh hari matinya, musti nunggu sampe empat puluh hari baru bisa cair duitnya di bank !" ujar Perdo meyakinkan Tania
" Emang udah dapetin tanda tangan si Axel ?" tanya Nancy adik kandung Tania
" Dia gak tau masalah harta warisan orang tuanya..mama kalian keburu mati sebelum ngasih tau anak sialan itu " jawab Perdo
" Nah terus ?!" Tania bingung
" Udah.... kalian gak perlu tau darimana papa bisa dapetin tanda tangan si Axel!"
" Siap-siap aja nanti kamu Nancy yang bakal nyamar jadi anak sialan itu " sambung nya berlalu dari hadapan kedua anak gadisnya yang di usia nya yang sudah dewasa masih saja merengek minta ini dan itu pada Perdo.
Perdo lalu memasuki ruangan kerjanya, membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah foto usang dari sana.
" Kau lihat ...ini semua gara-gara kamu! andaikan saja kamu mau menerima cinta ku daripada pria brengsek itu semua ini tak akan pernah terjadi..." ujar Perdo pada sosok wanita yang ada didalam bingkai usang yang dia pegang, wajah yang sangat mirip dengan Axel.
Aktivitas ketiga orang tersebut tak lepas dari tatapan tajam sepasang mata yang melihat mereka melalui alat pemindai jarak jauh dan merekamnya.
.
.
.
To be continued
__ADS_1
Dukung author dengan like dan komen yah 😘
Terimakasih 🙏🙏🙏