Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah

Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah
Kekhawatiran Galaxy


__ADS_3

Kondisi Axel masih lemah meski kehamilan sudah memasuki usia kandungan 5 bulan. Perutnya lebih besar dari kehamilan sebelumnya diusia kandungan yang sama, karena kini Axel tengah hamil anak kembar berjenis kelamin perempuan. Selera makan Axel kurang baik sehingga dia harus dibantu dengan asupan vitamin dan mineral agar ibu serta janin-janin yang ada didalam kandungan nya tetap sehat.


Langit seperti mengerti akan kondisi maminya yang lemah dan perlu banyak istirahat, dia sudah memperlihatkan tanggung jawab nya sebagai seorang kakak diusianya yang sangat dini.


" Mih...minum mih " Langit membawa satu gelas plastik air minum untuk maminya. Dia berjalan dengan sangat hati-hati agar air yang dibawanya tidak tumpah


" Makasih sayang ..." ucap Axel


" Buat dede mih..." ujarnya memberikan gelas tersebut kepada maminya


" Mih...abang mau tetemu dede mih " pinta Langit dengan logat cadelnya.


" Iya sayang...nanti abang ketemu dede bayi yah, abang anak soleh " Axel mencium kening anak sulungnya


" Dititu mih tetemunah " ujarnya dengan menunjuk perut Axel.


" Ya udah...abang naik sini biar dekatan sama dede bayi nya " Axel meminta Langit untuk naik ke tempat tidur dan duduk disampingnya untuk mendekatkan telinga Langit ke perut Axel.


" Sayang...oma cari-cari ternyata ada disini toh, lagi ngapain sayang ?" Oma menghampiri Langit yang sedang duduk disamping maminya


" Tetemu dede umah " jawabnya sambil mendekatkan kembali telinga nya diperut Axel


" Gimana sekarang sayang...udah enakan badannya ?" tanya bunda kepada Axel


" Alhamdulillah bun makin enakan sekarang..." jawab Axel masih dengan suara yang agak lemah.


" Makan yang banyak yah sayang...biar tambah kuat kamu nya sama bayi-bayi nya juga.."


" Kamu mau bunda bikinin apa ?"


" Ade pengen makan puding gula aren bun yang pake santan itu..." pinta Axel


" Bunda bikinin dulu yah sayang ..nanti dihabiskan puding nya " bunda berlalu dari hadapan Axel


.


.


.


Siang hari Galaxy sengaja pulang dulu untuk menghabiskan jam istirahat nya dirumah. Semenjak dokter menyarankan agar Axel bedrest karena kondisi tubuhnya yang lemah, Galaxy selalu menyempatkan diri untuk menemui sang istri pada jam istirahat nya.


" Buat siapa tuh bun?" tanya Galaxy ketika melihat bunda nya membawa puding berwarna coklat menuju kamarnya.


" Ade tadi pengen makan puding gula aren bang, bunda bikinin deh....abang kalo mau masih ada tuh di kulkas " jawab bunda Siska.


" Iya nanti gampang bun "


Mereka berjalan menuju kamar Galaxy untuk memberikan puding gula aren pesanan Axel


" Hallo sayang..." mencium kening Axel


" Pih...dede bayi ada dua pih tata mamih " Langit menunjukkan dua jari mungilnya kepada Galaxy

__ADS_1


" Nah .. jagoan papi disini juga.... nemenin mami yah...? " Galaxy menggendong anaknya.


" Iya sayang...dede bayi ada dua, namanya dede Aurora sama dede Laluna " Langit menatap dalam netra papinya.


" Makan dulu sayang pudingnya, biar nanti kita makan siang bersama " ujar bunda menyodorkan satu mangkuk kecil puding gula aren pesanan nya.


" Terimakasih bun " ucap Axel lalu dia menyendok puding yang sudah diidamkannya sejak pagi.


Baru beberapa sendok Axel memasukkan puding itu ke mulutnya, dia sudah memuntahkannya kembali.


" Ya Tuhan...sayang ..." bunda mengambil tissue dan membersihkan puding yang mengotori baju Axel.


Galaxy yang melihat kejadian tersebut langsung mendudukkan Langit di sofa dan menghampiri keduanya.


" Maaf bun... puding nya enak, tapi perut ade mual banget " ucap Axel tak ingin membuat bunda nya tersinggung.


" Gak apa-apa sayang..." bunda mengambil mangkuk yang Axel pegang dan menaruhnya di meja.


" Bun...apa kita bawa ade ke rumah sakit aja yah..abang khawatir ade makan nya sedikit banget beberapa hari ini " Galaxy mulai gusar


" Sepertinya begitu bang...bunda juga khawatir sama ade dan janinnya "


Galaxy lalu menghubungi dokter kandungan yang menangani kehamilan Axel, dan meminta agar istri nya dirawat inap agar dokter bisa terus memantau kondisi kesehatan istri dan kedua anak yang masih ada didalam kandungan nya.


" Bun...nanti Langit gimana ?" tanya Axel. Air matanya sudah mulai menggenangi kedua kelopak matanya


" Jangan khawatir sama Langit sayang, biar bunda yang jaga sama ayah sama paman-pamannya juga " bunda berusaha untuk menenangkan Axel


.


.


.


" Cintaaaa ...maafkan aku gak bisa nengokin kamu disana "


Sebuah pemberitahuan chat muncul dilayar handphone Axel siapa lagi kalau bukan dari sahabat setianya Gielang.


^^^" Iya..gak apa-apa sist.."^^^


^^^" Lu juga kan lagi hamil...."^^^


^^^" Btw congrats ya...gak nyangka gue kenal sama laki lu"^^^


Gielang telah menikah satu tahun yang lalu dengan pujaan hatinya, mereka bertemu saat dia sedang meneruskan kuliah S2 nya di Amerika. Saat ini dia sedang tinggal di luar provinsi dibawa oleh suaminya.


" Anak lu kembar yah yang sekarang?"


" Laki apa prempuan sis?"


^^^" Iya niihhh...ada dua bidadari diperut gue "^^^


" Oemji...am happy 4 u cintaaa "

__ADS_1


^^^" Thank u love 😘 " ^^^


" Lagi ngapain sayang....senyam senyum sendiri gitu?" suara berat Galaxy menghentikan aktivitas Axel dengan gawainya.


" Biasa pih... Giel yang ngechat "


" Eh ...gimana kabar dia? udah punya momongan belum ?" Galaxy penasaran


" Lagi hamil juga pih dianya, baru 3 bulan jalan " ujar Axel membetulkan posisi duduk nya


" Tokcer juga dia..." Galaxy tergelak


" Ntar gede nya mau papi jodoin sama anak kita " Galaxy tiba-tiba mempunyai ide


" Iihhh....si papi, jodoh itu Tuhan yang atur papi, bukan kita " ujar Axel memajukan mulutnya


" Jangan digituin mulutnya sayang. .nanti papi abisin..." Galaxy mencium kening istrinya.


Sudah sebulan ini dia terpaksa meliburkan diri untuk menengok janinnya demi kesehatan istri dan dua bayi kembar nya.


*******************


" Kenapa coba itu manyun gitu?" tanya seorang pria yang sedang bersandar di tempat tidur memeluk Gielang.


" Ini babe...Axel sahabat aku, dia lagi dirawat sekarang " jawabnya


" Sakit apa dia?"


" Kondisi badannya lemah dikehamilan dia yang sekarang jadi harus opname gitu..." jawabnya khawatir


" Ya udah ..nanti aku libur panjang kita jenguk dia kesana, kamu sekarang istirahat ya sayang...biar kamu dan anak kita juga sehat"


Sang suami mencium puncak kepala sang istri dengan penuh cinta, dia bersyukur mempunyai istri yang baik dan bijak juga cantik, padahal dia terlahir di keluarga kaya dan dia pun kuliah lulusan universitas ternama di Amerika, tetapi dia bersedia untuk mengikuti kemana sang suami membawanya.


" Babe ..boleh yah aku minta kamu tengokin dede bayinya " pinta Giel pada sang suami sambil menggambar pola sembarang di dada bidang sang suami dengan telunjuknya yang kontan membangunkan sesuatu dibawah sana


Di kehamilan Giel yang pertama ini, selain selera makan Giel yang bertambah juga libido nya yang mendadak tinggi, dan dia tidak sungkan untuk meminta nya pada sang suami, sudah sah ini kan pikirnya.


Sang suami tentu saja tidak pernah keberatan untuk memenuhi keinginan istimewa sang istri. Dia sangat suka dengan sikap Giel yang agresif di ranjang.


.


.


.


To be continued 😉


Dukung author dengan like dan komen ya 😘😘😘


Terimakasih 🙏🙏🙏


Love you all banyak-banyak ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2